Lifestyle, Hobi, and Story

Pengalaman Lebaran Saat Pandemi Covid-19

Sunday, May 31, 2020

 


Assalamu’alaikum semuanya..

Karena masih dalam suasana lebaran, saya mau ngucapin selamat hari raya Iedul Fitri mohon maaf lahir dan bathin semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini diterima Allah SWT dan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Suasana lebaran yang tidak biasa, karena harus melewatinya tanpa seluruh anggota keluarga berkumpul, bersilaturahmi, berziarah ke makam orang – orang tersayang yang telah mendahului kita. Kayak bukan lebaran gak sih.. kadang masih sempet mikir gitu. Makanya pas malam takbiran saya sama sekali gak bisa tidur. Udah siapin koper dan bikin list apa saja yang harus dibawa saat mudik, siapa tahu kan di detik – detik terakhir suami akhirnya berubah pikiran dan membandel kemudian kita mudik diam - diam.


Baca juga : Dilema mudik ditengah pandemi


Tapi, pada kenyataannya sampai menjelang subuh kami masih dirumah ini, diperantauan. Ya udah mau gimana lagi, keadaan yang menghruskan demikian. Bukan karena takut sama covid-19 kemudian jadi tidak percaya sama perlindungan Allah SWT, lebih takut sama peraturan perusahaan dan pemerintah, tidak percaya sama takdir, dan lain sebagainya. Seriusan kita dikata-in gitu sama seseorang, dengan kesombongannya.

Padahal, kita tidak mudik adalah sebagian dari ikhtiar maksimal yang dapat dilakukan bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain disekeliling kita juga keluarga besar kita nantinya dikampung halaman. 

Saya percaya mudik atau tidak mudik bukanlah masalah yang besar, yang penting komunikasi masih tetap lancar dan hati kita saling memaafkan serta mendoakan yang terbaik. Jadi buat seseorang ataupun banyak orang yang pada akhirnya tetap mudik, maka berbahagialah kalian karena bisa berkumpul dengan keluarga dan merayakan lebaran dengan sempurna.


Baca juga : Merayakan lebaran dimana?


Saya tidak bikin ketupat, tapi pesen beberapa bungkus lontong sama tetangga yang kebetulan menerima pesanan. Rencananya saya akan bikin sayurnya seseudah sholat Ied. Selain itu beberapa hari sebelum lebaran saya sudah bikin banyak cemilan untuk hidangan lebaran walaupun tidak yakin bakalan ada tamu jadi memang buat sendiri aja, dan sedikit hantaran untuk tetangga.


Baca juga : Bikin kacang bawang renyah untuk sajian lebaran


Ternyata karena memang hampir 99% persen warga diperumahan tempat saya tinggal tidak mudik, jadi lumayan ramai. Kita saling mengunjungi untuk maaf-maafan dengan protokol kesehatan tentunya, yaitu pakai masker dan selalu bawa handsanitizer kemanapun. Makanan berlimpah karena saya juga dikirim ketupat dan kawan – kawannya seperti opor ayam, rendang, kentang balado, dan lainnya. jadi rencana bikin sayur ketupatnya gagal, dan sampai sore pun kami cukup makanan gak masak lagi.





MasyaAllah Tabarokalloh, yang tadinya kebayang bakalan ngerasa sepi banget lebaran cuma berdua aja sama suami, ternyata tidak. Kami disini baik – baik saja dan saling menguatkan. InsyaAllah akan ada masanya berkumpul lagi dengan keluarga besar tercinta. Yang penting pada sehat dulu aja ya kan?

Alhamdulillah, bagaimana hari lebaran kalian?



Wassalam,

pertiwi


Baca juga : Yang dirindu saat setiap lebaran

 

KENAPA BILANG 'TERSERAH'

Tuesday, May 19, 2020
terserah
pict by pinterest


Assalamu'alaikum,

Siang ini saya membaca berita melalui portal berita online yang menyebutkan bahwa hastag indonesia terserah telah menjadi tranding topik. 

Apakah ini suatu bentuk kekecewaan atau kemarahan yang menimbulkan sebuah sikap masa bodoh.

Melihat Masyarakat berbondong2 keluar rumah untuk berbelanja tanpa mengindahkan lagi perlunya sosial distancing, dan lain - lain. mereka sibuk dan seolah masa bodoh. apakah dalam hal ini juga akibat labilnya peraturan yang diterapkan. Entah.

Ada apa dengan indonesia?

Well, saya tidak ingin membahas terlalu jauh karena pasti akan panjang dan jadi merembet kemana - mana. Semuanya terlalu 'embuh' untuk dibahas.

Biasanya nih ya kalau wanita udah bilang terserah artinya suasana hati dan perasaannya sedang tidak baik - baik saja. Hati - hatilah wahai para pria diluaran sana. Jangan abaikan pasanganmu kalau udah bilang terserah. Karena jika diabaikan biasanya akan menyulut konflik yang lebih mendalam.

Beberapa kondisi yang membuat wanita bilang terserah menurut pengalaman saya pribadi adalah:

Sedang Bingung
Sedang Males Mikir
Sedang Bad Mood/Bete
Sedang Lelah
Sedang Ngambek/Marah/Emosi jiwa.
Sedang Tidak Peduli

Nah, kalau kalian lebih sering berada dalam kondisi seperti apa saat bilang 'terserah'?



Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Tujuan mempelajari Sirah Nabawi

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-30 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

TUJUAN MEMPELAJARI SIRAH NABAWI

Monday, May 18, 2020

Assalamu'alaikum semuanya,

Beberapa waktu lalu saat saya dan beberapa ibu - ibu sedang bertolibul ilmi di beri beberapa pertanyaan tentang Rosululloh SAW. Pertanyaan cukup sederhana, Berapakah anak Rosululloh? dan sebutkan nama - namanya

Malu sekali  karena saya tidak bisa menjawab dengan benar. Sekilas bayangan ingatanpun tidak ada, seperti terhapus begitu saja dari memori. Yang paling melekat hanyalah Siti Fatimah, padahal Rosululloh memiliki 7 (tujuh) orang putra putri, yaitu : Alqosim, Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum, Ibrahim dan Siti Fatimah.

Untuk pertanyaan mendasar seperti ini saja saya tidak bisa jawab, sedangkan kalau ditanya nama - nama artis hapal diluar kepala. Seperti ada yang salah dalam diri ini. Kita bilang meyakini, mengimani, mencintai tapi tidak sebegitu kenal dan tau tentangnya. Aneh gak sih?

Itulah mengapa kita perlu belajar lagi Sirah Nabawi. Apa sih sirah nabawi?

Sirah Nabawi adalah Kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW sejak lahir hingga beliau wafat.

Tujuan belajar Sirah Nabawi adalah :

  • Untuk mengetahui gambaran Islam sesungguhnya, sekaligus gambaran syariat yang tergambar dalam kehidupan sehari - hari Rosululloh SAW.
  • Untuk mengetahui dan mengenal Rosululloh lebih dekat supaya kita bisa mencintai beliau, meneladani perilaku dan mengikuti jejak perjuangan beliau sebagai suri tauladan.
  • Untuk menambah keimanan dengan mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW seorang yang terpercaya, bahwa apa - apa yang dilakukannya bukanlah semata - mata kemauannya sendiri melainkan atas bimbingan wahyu  dari Allah SWT. Maka hati akan semakin yakin bahwa kita berada dalam kebenaran.

Yuk, kita baca lagi buku sirah nabawinya, supaya semakin dekat dan semakin mencintai Rosululloh. Jangan sampai kita mengidolakan dan lebih mengenal artis daripada Beliau. 

Wassalam,

pertiwi


Baca juga : Doa sebelum Ramadhan berakhir

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-29 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

DOA SEBELUM RAMADHAN BERAKHIR

Sunday, May 17, 2020

Assalamu'alaikum,

Tidak terasa Ramadhan sudah hampir mendekati akhir. Sudahkan kita beribadah dengan maksimal? jika jawabannya belum ayo terus berusaha meningkatkannya. Manfaatkan waktu sebaik - baiknya karena belum tentu kita akan bisa menjumpai Ramadhan tahun depan. *hiks*

Sedih ya kalau udah kepikiran kaya gitu. Karena memang usia tidak ada yang tahu, jarak antara hidup dan mati sangatlah dekat. Kehidupan kita beberapa menit kedepan pun masih jadi misteri. tidak tau akan seperti apa.

Jadi, di bulan yang suci ini saya berharap Allah SWT menerima segala amal ibadah saya, dan mengampuni segala dosa - dosa saya. Semoga masih diberi kesehatan dan umur panjang agar bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan dalam situasi dan kondisi yang lebih baik.

Semoga Pandemi Covid-19 ini segera musnah dari muka bumi. Agar kita bisa beraktivitas, bersilaturahmi seperti sediakala tanpa takut tertular maupun menularkan virus. Semoga kita semua segera bangkit dari keterpurukan akibat terdampak covid-19 dan perekenomian kembali stabil.

Yuk, mari berdoa bersama dan Aamiinkan.. semakin banyak yang mendoakan semoga semakin cepat Allah mengabulkan. Aamiin ya Robbal alamin.

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-28 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

KELOLA THR SAAT PANDEMI

Saturday, May 16, 2020


Assalamu'alaikum,

Sudah hampir dua tahun saya sudah tidak lagi menerima THR, ya karena sudah tidak lagi bekerja. Tapi, alhamdulillah masih ada THR dari suami yang boleh saya habiskan tentunya.

Habiskan disini bukan berarti saya secara impulsif membelanjakan semuanya tanpa sisa. Walaupun untuk hal - hal yang bermanfaat sekalipun tetap harus selalu bersikap hati -hati.

Apakah saya benar - benar butuh? apakah ini sangat penting? jika tidak terlalu penting mungkin bisa tunda sampai benar - benar punya dana lebih.

Beberapa hal yang biasa saya lakukan saat mengelola uang THR :

Dahulukan untuk membayar kewajiban, dalam hal ini adalah hutang (jika ada)
THR memang tunjangan pendapatan yang peruntukannya untuk membantu keperluan hari raya. biaya mudik, beli baju lebaram, zakat, sedekag, dan dan segala sesuatu yang biasanya keluarkan saat hari raya. Tapi seandainya kita masih punya beban hutang maka tidak ada salahnya untuk membayarnya dengan dana THR ini.

Diskusikan Rencana - rencana keuangan keluarga
biasanya kami selalu membicarakan banyak hal tentang rencana keuangan ini. tujuan apa yang ingin di capai. misal pengen beli ini itu. harga sekian dan seberapa penting.

Catat Kebutuhan selama hari raya.
Catatlah semua hal yang dibutuhkan untuk hari raya. Dari urutan yang paling penting sampai tidak terlalu penting juga beserta besaran nominal yang akan dikeluarkan.

Dengan catatan ini kita akan mendapat gambaran berapa total biaya yang dibutuhkan. Kemudian saya akan menyampaikan catatan ini pada paksu untuk disetujui. atau jika mungkin akan dikoreksi. entah di tambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Siapkan uang cash dan langsung pisahkan sesuai post.
Hal ini saya lakukan untuk meminimalisir keluarnya uang tanpa kendali. Tentu kita tetap menyediakan dana cadangan untuk hal - hal yang tak terduga tapi tetap setelah point - point yang pokok terpenuhi.

Dengan beberapa tips terebut alhamdulillah pengeluaran yang tak terduga jadi lebih terorganisir. Apalagi saat ada pandemi seperti ini jangan sampai besar pasak daripada tiang. Kita tidak tahu sampai kapan kondisi ekonomi akan kembali stabil. Jadi, ayo bijak mengelola keuangan.

Wassalam,

pertiwi

baca juga : Merayakan Lebaran dimana?

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-27 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

MERAYAKAN LEBARAN DIMANA?

Friday, May 15, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Sebenernya dalam hati kecil ingin mudik tapi melihat situasi dan kondisi saat ini jadi saya harus bersikap bijak untuk tidak mudik sementara waktu. Bukan karena takut sama razia di jalan toll, disuruh puter balik atau apapun.

Saya tidak mudik semata - mata karena saya sadar bahwa ini semua demi kebaikan bersama. Anggaplah ini suatu bentuk perjuangan saya dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Saya tidak bisa bantu dengan tenaga, pun bantu biaya buat penanganan covid-19. Tapi saya sadar kita bisa turut andil dengan mematuhi untuk social distancing sementara waktu.

Biarlah lebaran kali ini hanya saya rayakan berdua saja dengan paksu. Kita masih bisa kok bersilaturahmi dengan cara telepon atau video call. Tentu saja rasanya memang tidak akan sama dibanding dengan kebersamaan saat bertatap muka langsung dengan keluarga tercinta di kampung halaman.

Tapi dalam situasi seperti sekarang, saya cukup bisa bersabar dan terus berikhtiar dengan apa yang  bisa saya lakukan. Terserah jika semua orang mau memilih mudik atau bahkan liburan sekalipun. Atau bahkan jika ada yang menganggap saya terlalu phobia dan berlebihan dalam hal ini, karena toh sudah tidak ada larangan untuk mudik ataupun pulang kampung.

jadi kenapa gak mudik?

Jawabannya terserah kalian, mau mudik atau tidak itu terserah. Karena meski larangan itu masih berlaku bagi yang maksa mudik pun akan tetap mudik kok, dengan menghalalkan segala cara. Dengan menjadi pemudik gelap. Seperti yang sudah banyak terjadi dan diberitakan. Banyak yang terjaring razia saat ada pemeriksaan oleh polisi di jalan raya.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun karena kesadaran itu bersumber dari diri sendiri. kalau masih menganggap semua ini gak penting ya sudah.. Terserah.

Karena setiap orang punya alasannya sendiri. Seperti halnya pemerintah yang nyatanya tidak bisa konsisten membuat keputusan. Demikian juga banyak diantara kita yang jadi berubah pikiran. Awalnya udah rencana gak mudik, jadi memutuskan untuk mudik.

Saya tidak mudik, dan lebaran di rumah saja. Di perantauan.

Tapi entah.. mungkin besok berubah pikiran. Hahaha..

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-26 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

DILEMA MUDIK LEBARAN TAHUN INI

Thursday, May 14, 2020

Assalamu'alaikum semuanya..

Kita berada pada suatu masa, dimana mau mudik tapi galau, bukan karena gak punya ongkos, gak dapet tiket apalagi gak kebagian bus. Iya sekarang mau mudik takut bawa oleh - oleh virus yang sedang mewabah, yaitu covid-19.

Beberapa waktu lalu, pemerintah mengumumkan larangan mudik yang awalnya khusus untuk PNS(pegawai negeri sipil ) dan kemudian berlaku juga buat seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah zona merah covid-19.

Hari libur nasionalpun dirubah. Himbauan agar tidak mudik ada dimana - mana baik di televisi juga di media sosial. Saya dan paksu yang mudiknya cuma butuh waktu tiga jam sebenarnya tidak terlalu risau. Kita bisa mudik atau pulang kampung  kapan saja gak perlu tunggu lebaran. Jadi kalau seandainya tidak mudikpun ya tidak apa - apa. Mau tidak mau harus berpikir bijak.

Sedih? iya.  Karena untuk pertama kalinya lebaran iedul fitri tanpa keluarga. Tapi saya berusaha tidak ngeyel apalagi masa bodoh. Saya merasa punya beban moral untuk patuh pada peraturan dan juga demi kemanusiaan. Supaya pandemi ini segera berlalu.

Jadi, kalau ditanya mudik atau tidak, ya jawabannya Tidak.

Tapi.. 

Saat kemudian pemerintah membatalkan peraturan larangan mudik, kok mendadak jadi bingung. Bingung kenapa peraturannya berubah - ubah. Bingung kenapa harus diperbolehkan jika jadwal hari libur sudah terlanjur dirubah.

'Tidak ada larangan mudik, tapi sebaiknya jangan mudik'. Sungguh terkesan mencle - mencle, tidak konsisten, labil, dan membingungkan. Jadi, intinya semua dikembalikan kepada diri kita sendiri mau tetap mudik atau tidak.

Kita memang harus optimis bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Apalagi melihat jumlah jumlah pasien yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Tapi bukan berati kita lepas kendali. Justru kita harus lebih ketat lagi karena dengan penurunan jumlah ini harusnya kita makin semangst bahwa perjuangan kita untuk #dirumahaja tidak sia - sia dan akan segera mencapai garis finish.

Semoga sebentar lagi kita akan memenangkan pertarungan melawan covid-19 dan berhasil membuatnya musnah untuk selamanya. Jangan lelah berdoa, dan terus berikhtiar.

Kalau kali ini tidak mudik tidak apa - apa, demi kebaikan bersama. Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan baik dan sehat. Aamiin..

Wassalam

Pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-25 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

YANG DIRINDU SAAT LEBARAN

Wednesday, May 13, 2020
yang dirindu saat lebaran


Assalamu'alaikum semunya..

Tiap lebaran hampir tiba hati selalu diliputi perasaan antara sedih dan bahagia, sedih karena bulan Ramadhan akan segera berakhir, bahagia karena hari raya akan segera tiba. Tapi pada akhirnya rasa kebahagianlah yang membuncah karena telah berhasil melewati Ramadhan dengan baik.

Ya, lebaran selalu punya makna di hati setiap umat mushlim. Hampir seluruhnya berbahagia menyambut lebaran. Berbagai persiapan mulai dari kue, baju dan banyak hal lain, nabung buat bagi - bagi THR ponakan misalnya. Atau berburu tiket untuk mudik.

Banyak hal yang kita persiapan untuk merayakan hari lebaran. Dan semua itu dilakukan semata - mata agar kita bisa merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga.

Tak peduli jauh atau dekat tradisi mudik telah mendarah daging bagi kami para perantau yang harus mengadu nasib di tempat yang jauh dari kampung halaman dan terpisah dari orang tua.

Kebersamaan inilah yang paling berkesan dan paling dirindukan saat hari raya lebaran. Sungkeman, makan ketupat, bertemu dengan sanak family, atau hanya sekedar ngobrol sambil makan setoples rempeyek kacang. Sungguh moment langka yang sangat berharga.


pertiwiutomo.com
moment lebaran tahun lalu


Maka tak heran jika kebanyakan orang rela melakukan banyak hal untuk menyambut datangnya lebaran.  Tentu kami melakukannya dengan kesadaran tanpa paksaan dari siapapun.

Rasanya segala lelah terbayar saat melihat senyum orang tua dan saudara - suadara. Apa ada harta yang lebih indah dari kehangatan kasih sayang dalam keluarga?

Wassalam,

pertiwi

baca juga : Baju Baru, Alhamdulillah.

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-24 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

BIKIN KACANG BAWANG RENYAH

Tuesday, May 12, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Setiap daerah pasti punya tradisi lebaran yang masing - masing. Yang terkadang unik dan berbeda dengan tradisi lebaran daerah lain. Begitupun menu khas saat lebaran tiap daerah juga kadang punya menu yang khas.

Yang biasa saya temui di rumah sendiri dan juga saat berkunjung ke rumah saudara adalah Ketupat sayur, terus rempeyek kacang, kacang bawang, rengginang, bebeapa kue kering seperti nastar, kastengel, semprit, telur gabus dan aneka macam cemilan lainnya.


Dan saat ini saya mau berbagi resep bikin kacang bawang yang gurih dan renyah. Dijamin anti gagal, soalnya buat pemula seperti saya aja berhasil hehe...

Kacang Bawang Renyah

Bahan :
2 kg Kacang tanah yang sudah dikupas
1 bungkus santan instan ukuran 65ml
20 siung bawang putih, bisa ditambah jika ada
10 lembar daun jeruk purut
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk
1500ml air
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

  • Cuci bersih kacang tanah yang telah dikupas, lakukan dengan hati - hati agar butirannya tidak pecah, kemudian tiriskan.
  • Iris bawang putih, bagi rata menjadi 2 bagian, satu bagian irisan bawang putih untuk merendam kacang, satu bagian lagi nanti akan digoreng untuk taburan.
  • Masukkan 1500ml air kedalam wajan, tambahkan santan instan, gula, garam, kaldu bubuk dan satu bagian bawang putih juga daun jeruk, tunggu hingga mendidih.
  • Jika sudah mendidih tuang ke dalam wadah yang berisi kacang tanah, pastikan seluruh kacang tenggelam dalam rebusan air bumbu dengan sempurna, tunggu 1 - 2 jam.
  • Jika sudah 1 - 2 jam tiriskan kacang, dan siap untuk digoreng dalam minyak panas dan api sedang. Perhatikan tingkat kematangan, angkat setelah warna kuning keemasan jangan tunggu terlalu matang, supaya tidak gosong.
  • Setelah diangkat, tambah dengan sedikit garam apabila kurang asin, juga taburan bawang putih goreng. simpan ke dalam toples saat hawa panasnya hilang.
Kacang bawang renyah, siap dihidangkan untuk menemani hari raya.

Kaiian bisa juga liat cara masakanya di Channel youtube saya ya 




wassalam, 

pertiwi

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-23 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

ALHAMDULILLAH, BAJU BARU..

Monday, May 11, 2020
Alhamdulillah, Baju Baru


Assalamu'alaikum Semuanya..

Lebaran indentik dengan baju baru, dulu saya pikir begitu. Rasanya kurang afdol kalo lebaran gak pake baju baru, kaya ada yang kurang aja. Dan jadi minder juga karena lihat temen - temen pakai baju baru semua. Bahkan tak hanya baju, sandal, jam tangan, mukena terkadang maunya ikutan baru.

Ada rasa penasaran dan 'deg-deg' nanti dibeliin baju apa ya buat lebaran. Semoga yang bagus kayak model begini, model begitu. Maklum dulu saya mah terima aja mau dibeliin baju apa juga, tidak pernah ditanya maunya kayak apa. Sudah dibeliin aja alhamdulillah, jadi sebisa mungkin gak protes. 

Tapi semakin dewasa pola pikir seperti itu makin tergeser. Padahal udah punya pendapatan sendiri dan mengelola uang sendiri jadi bisa dong puas - puasin diri buat belanja baju biar terlihat fashionable. Kenyataannya entah kenapa rasanya tidak se-excited itu untuk beli baju baru buat lebaran. 

Mungkin karena sudah semakin sadar bahwa hakikat lebaran adalah jiwa yang kembali firah. Setelah berpuasa sebulan lamanya dengan harapan Allah SWT menerima segala amal ibadah kita di bulan Suci Ramadhan, puasanya, sholatnya, tadarusnya, zakatnya, dan segala amal ibadah lainnya. Aamiin.

Selain memohon ampunan pada Allah SWT, kita juga diharapankan bisa saling memaafkan satu sama lain atas kesalahan -kesalahan kita terhadap sesama manusia.

Jadi, beli baju baru apa tidak? 
Hemm.. gak pengen beli, tapi dibeliin paksu, gimana dong? 

Ya udah, Alhamdulillah.. 

Wassalam, 


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-22 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

HARAPAN UNTUK RAMADHAN TAHUN DEPAN

Sunday, May 10, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Jika kalian merasa Ramadhan kali ini tak seperti biasanya, kita sama. ya kita semua merasakan hal yang sama. So, jangan sedih berlarut fokus saja pada apa yang bisa kita lakukan sekarang.

Tidak bisa sholat taraweh berjamaah dimasjid, kita masih bisa tarawih berjamaah di rumah. Jika tidak ada agenda buka puasa bersama dengan handai taulan, dan teman - teman, kitaasih bisa buka puasa bersama dirumah dengan keluarga.

Jadi keingetan dengan moment Ramadhan seetiap tahunnya sebelum ada pandemi ini. Dimana kita sudah mempersiapkan ini itu buat mudik nanti. Tapi, kali ini jadi serba bingung. Mau siap - siap mudik takut kecewa gak jadi mudik, tapi kalau gak siap - siap mudik kok kayak ada yang kurang lebaran tanpa sungkem ke orang tua di kampung.

Dalam situasi yang rumit seperti sekarang ini harapan saya adalah semoga masih selalu diberi kesehatan dan tetapnya iman supaya bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Dalam suasana yang lebih baik, lebih khusyu, leih bahagia.

Kabulkan ya Allah..

wassalam,


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-21 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

TETAP BERSYUKUR WALAU PUASA DI TENGAH PANDEMI

Saturday, May 9, 2020

tetap bersyukur ramadhan di tengah pandemi
cheese cake


Assalamu'alaikum semuanya..

Hari ini, sudah hari ke-16 Ramadhan, itu artinya kita sudah menjalankan puasa selama 16 hari lamanya, lebih dari setengah perjalanan kita lalui. 


sudahkah kita bersungguh - sungguh menjalankannya?
sudahkah kita isi dengan ibadah yang maksimal?
sudah berapa juz tadarus kita?
sudahkah kita menang melawan hawa nafsu kita?

Belum terlambat gais, untuk berbenah dan meningkatkan ibadah kita, masih ada separuh perjalanan lagi. Semoga kita semua tidak termasuk orang - orang yang merugi. Aamiin.

Berhenti merutuki keadaan yang sedang tidak baik - baik saja ini, apalagi terus menerus mengasihani diri. Kita tidak sendirian, hampir seluruh umat manusia merasakan dampak pandemi ini. bukan hanya, saya atau kamu. Mungkin dibelahan bumi yang lain masih ada yang bahkan tidak bisa sekedar untuk menyiapkan makan sahur dan berbuka. Bahkan untuk sekedar menghirup udara kebebasan.

Mengeluh tidak dilarang, sesekali bolehlah untuk melepaskan segala beban. Tidak ada yang salah dalam mengeluh. Yang salah adalah jika kita habiskan seluruh waktu kita untuk mengeluh dan mengeluh tanpa upaya untuk bangkit. dan berusaha mencari hikmat dari permasalahan yang ada.

Ingat, tak ada satupun kejadian dimuka bumi ini baik kebahagiaan ataupun musibah sekalipun atas izin Allah. semua itu semata - mata untuk menguji setiap hambanya supaya senantiasa bersabar.

Saya, patut bersyukur masih diberi kesehatan yang tentunya tidak bisa ditukar dengan harta benda seberapapun banyaknya. Jangan pernah lupa bersyukur gais, bersyukrlah insyaAllah nikmatu akan di tambah. 

Alhamdulillah wa syukurillah..

Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Kegiatan selama bulan ramadhan

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-20 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

RESEP MEMBUAT PASTEL RENYAH SEDERHANA

Friday, May 8, 2020

Assalamu’alaikum,

Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan resep membuat pastel renyah sederhana. Kenapa sederhana karena tentu saja bahan yang digunakan mudah didapat serta murah meriah. Tapi soal rasa lumayan lah untuk cemilan keluarga atau menu berbuka yang cepat dan praktis.


Resep membuat pastel renyah sederhana


Resep aslinya yang versi lengkap bahan isinya ditambah ayam suir, telor rebus bahkan adapula yang menambahkan keju cheddar. Tapi, demi menyesuaikan budget serta ketersediaan bahan yang ada di rumah semua itu saya skip. Memang jadi mirip dengan pastel yang dijual abang – abang gorengan, tapi rasa dan renyahnya lebih mantul juga lebih terjamin kebersihannya dong.

Bahan Isi :
  • 500gr Wortel potong dadu, kemudian rebus sebentar.
  • 500gr kentang,potong dadu, bisa rebus atau goreng hingga setengah matang.
  • Daun Bawang & seledri secukupnya, iris tipis.
  • Bihun jagung, lunakkan sebentar dengan air panas dan tiriskan.
  • 3 siung bawang putih
  • 8 siung bawang merah
  • Garam
  • Merica/lada
  • Bubuk Kaldu ayam


Bahan Kulit :
  • 500gr Tepung terigu protein sedang ( segitigabiru)
  • 200gr Butter (saya Pakai Bluband serbaguna)
  • 2 butir telur (ambil putih telurnya saja)
  • Air es secukupnya


Cara memasak  isi pastel:
  • Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, setelah itu masukkan wortel  dan kentang yang telah direbus setengah matang, tambahkan sedikit air. 
  • Saat kentang dan wortel sudah matang, masukkan bihun jagung yang telah lunak tadi, juga daun bawang & seledri. Tambahkan garam, lada, dan bubuk kaldu ayam, koreksi rasa.
  • Setelah dirasa sudah pas, kecilkan api dan tunggu hingga dingin.
Resep membuat pastel renyah sederhana


Cara membuat kulit pastel:
  • Masukkan terigu kedalam wadah, tambahkan butter/bluband, aduk hingga rata. 
  • Setelah terigu dan bluband tercampur rata masukkan dua butir putih telur, aduk lagi sekaligus tambahkan air dingin sedikit demi sedikit hingga adonan dirasa kalis dan cukup pas untuk dibentuk. 
  • Bagi adonan dalam beberapa bagian kecil untuk mempermudah dalam pembuatan kulitnya. Gunakan roller pin untuk menggulung dan menipiskan adonan, atau bisa juga menggunakan alat pembuat pasta supaya ketebalannya bisa sama dan bagus.
  • Jika sudah mendapat ketebalan yang pas, cetak menggunakan apapun sesuai diameter yang kita inginkan, tujuannya supaya nanti besar pastelnya sama. kebetulan saya menggunakan tutup gelas untuk mencetaknya, lakukan hingga semua adonan selesai.
  • Masukan bahan isi secukupnya sekitar 1 - 2 sendok makan kemudian lipat hingg berbentuk setengah lingkaran, pipihkan pinggirannya agar melekat sempurna, kemudian pilin. Atau bisa juga menggunakan cetakan pastel. Lakukan hal yang sampai selesai.
  • Goreng dengan minyak panas, dan api sedang, angkat setelah warnanya kuning keemasan.
  • Satu resep ini bisa jadi 25 - 35 buah pastel tergantung ketebalan dan diameter kulit pastel yang kita buat. Goreng seperlunya dan sisanya bisa disimpan di freexer untuk stock cemilan dirumah.

Selamat mencobanya ya..


Wassalam,

Pertiwi

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-19 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

KEGIATAN SELAMA BULAN RAMADHAN

Thursday, May 7, 2020
Assalamu'alaikum semuanya..

Meski suasana Ramadhan tahun ini terasa berbeda dibanding tahun - tahun sebelumnya karena tidak adanya shalat tarawih berjamaah bagi wanita, tidak adanya rombongan yang keliling membangunkan sahur, atau bahkan berhentinya kegiatan pengajian hingga acara buka puasa bersama yang benar - benar menjadi wacana forever.


pertiwiutomo.com
Siri grading hijau dan siih gading marbel quin/ varigata




Tapi itu semua seharusnya tidak mengurangi nilai ibadah kita ya kan, justru seharusya kita jadi lebih khusyu berpuasa meski segala sesuatunya hanya dilakukan dirumah saja. Yang paling dikhawatirkan adalah jika kita malah semakin kendor dalam beribadah. Terkadang muncul rasa males, mager dan lainnya saat harus melakukannya shalat tarawih dirumah dengan alasan ngantuklah, ketiduran lah, jadi yang tetap harus dipertahankan adalah niatnya. Jangan sampai kalah oleh rasa malas.

Selama bulan Ramadhan tahun ini saya menjalani rutinitas seperti biasanya saja hanya sedikit perubahan waktu. Yang biasanya masak pagi, sekarang siang atau sore, yang biasanya jarang tidur siang sekarang jadi ngantukan dan banyak tidur siang, tapi malemnya sering begadang. Adakah yang mengalami seperti ini, jam tidurnya jadi berantakan?

baca juga : kegiatan seru saat harus di rumah saja

Selain diisi dengan banyak kegiatan ibadah dan masak memasak, rutinitas lain yang masih saya lakukan adalah berkebun. merawat beberapa tanaman supaya rumah tidak gersang. Walaupun tidak punya lahan yang luas, walaupun koleksi tanamannya ya itu - itu saja, walaupun kadangkala ada tanaman yang akhirnya mati. Intinya jangan menyerah. 


pertiwiutomo.com


Bagi yang masih dihantui bayang - bayang label orang lain yang bilang kalau, "bercocok tanam itu harus punya bakat, harus yang bertangan dingin." fix, buang jauh - jauh pendapat seperti itu, karena itu semua hanya mitos yang sama sekali tidak beralasan. Siapapun bisa berkebun, tinggal balikin lagi ke diri sendiri niat atau tidak melakukannya.


pertiwiutomo.com
Sirih gading silver// scindapsus


Bagi pemula pilihlah tanaman yang mudah dirawat dan cenderung tidak rewel. Misalnya tanaman gantung sirih - sirihan, bougenvile, ataupun lidah mertu. mereka ini tidak perlu perawatan khusus yang penting rajin di siram saja. Hemm.. apalagi ya, next time deh saya tulis lagi tentang tanam menanam. Pokoknya mulai aja dulu ya gais.

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-18 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

CHANNEL FAVORIT UNTUK BELAJAR NGAJI

Wednesday, May 6, 2020
channel untuk belajar ngaji


Assalamu'alaikum, 

Semakin dewasa, semakin saya nyesel karena jaman kecil dulu saya tidak belajar ngaji dengan serius. Alhasil saya harus belajar lebih keras sekarang.

Sempet ikutan kelas Tahsin satu tahun, sekian tahun lalu waktu masih kerja shift dan kuliah juga. Jadwalnya hari minggu tapi sering bolos karena harus lembur kerja. Walaupun kurang maksimal, setidaknya bisa refresh lagi beberapa hukum tajwid yang tadinya sudah lupa. 

Tapi tetep ya namanya ngaji itu kan emang harusnya dilakukan secara rutin biar paham hukum tajwid bukan hanya sekadar tahu dan hafal saja. Suka kesel sama diri sendiri, kalo baca buku cerita kuat berjam - jam tapi saat ngaji beberapa menit saja langsung nguap - nguap. Parah banget deh.. 

Ini setannya yang expert atau memang saya yang kelewat lemah imannya sih, huhuhu.. Astaghfirulloh.

Sampai akhirnya saya rutin baca doa ruqyah mandiri buat membentengi diri. Alhamdulillah ngantuk hilang saat ngaji, begitupun saat dengerin murotal. Jadi, saat kita merasa baik - baik saja, bisa jadi tetap ada saja setan yang gangguin ibadah kita. Itulah pentingnya untuk selalu mendekatkan diri pada Allah SWT minta supaya dikuatkan iman Islam kita dan  dijauhkan dari godaan syetan yang terkutuk.

Menurut Hadist mencari ilmu agama itu hukumnya wajib, sepanjang usia. Tidak ada alasan malu, atau gengsi. Dan tidak ada kata terlambat untuk memulai. 

Selain masih ikutan belajar ngaji lagi bareng ibu - ibu deket rumah seminggu sekali. saya juga sering buka youtube untuk belajar dan dengerin murotal. di channel Ochi Yosi Official dan Muzammil Hasballah.

Bener - bener adem banget tiap kali denger mereka ngaji. Jadi semangat untuk terus belajar memperbaiki bacaan Alqur'an. Meski masih jauh dari sempurna.

Jangan pernah lelah belajar, tetap semangat.

Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Menjalani puasa saat pandemi



Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-17 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

IDE MENU SEDERHANA : CUMI CABE IJO DAN CAH KANGKUNG

Tuesday, May 5, 2020
Assalamu'alaikum semuanya, 

Menjadi ibu rumah tangga yang setiap hari di rumah bukan berarti telah terbebas dari problematika kehidupan. Justru saya rasa semakin kompleks saja.*LOL*. 

Salah satu dari sekian banyak problem yaitu bingung menjawab pertanyaan, "mau masak apa ya hari ini?" terkadang pertanyaan tersebut sengaja dilemparkan kepada paksu dengan tujuan supaya mendapat solusi, tapi terkadang nihil. Saya tidak mendapat solusi sama sekali, selain kata jawaban klise, "masak apa aja aku makan kok"

Memang sih, bagaimanapun bentuk dan rasa masakan saya selalu habis dan paksu jarang komplen. Itulah yang bikin semangat memasak tetap ada. setidaknya paksu masih menghargai usaha saya, kalau tidak sempurna ya wajarlah saya kan bukan koki handal.

Pada akhinya saya memasak menu yang standart - standart saja. Menu sederhana dengan bumbu simpel mengandalkan irisan bawang merah dan bawang putih. Jadi, cocok sekali buat menu buka puasa atau sahur.

ide menu sederhana cumi pete cabe ijo dan tumis kangkung
Cumi Pete Cabe Ijo


Cumi Pete Cabe Ijo

bahan:
Cumi - cumi, cuci bersih dan pototng sesuai selera.
Pete

Bumbu:
Bawang merah, Bawang putih, Cabe ijo, Iris tipis.

Bumbu pelengkap:
Tomat, potong sesuai selera
Daun jeruk
Daun salam
Kaldu Bubuk
Gula Pasir
Saus tiram
Garam
air

Cara membuat:
  • Tumis duo bawang dan cabe sampai harum, masukan daunsalam dan daun bwang, beri air secukupnya
  • Saat air mendidih, tambahkan kaldu bubuk, gula pasir, saus tira dan garam secukupnya.
  • Masukkan pete, tunggu sebentar baru masukkan cumi, dan terakhir tomat. Tunggu beberapa menit , matikan kompor. Sajikan.

Agar daging cumi tidak alot dan tetep embuk sebaiknya jangan terlalu lama di masak. Cukup mudah kan ya cara masaknya.

ide menu sederhana cumi pete cabe ijo dan tumis kangkung
Cah Kangkung / Tumis Kangkung


Nah, kalau Cah kangkung pasti sudah pada bisa kan ya masaknya. Atau supaya lebih jelas gimana kalau pada nonton youtube channel saya aja nih..




Selamat Menonton ya, Jika suka boleh like, comment dan share juga subscribe ya.. Terima kasih.

Wassalam,

pertiwi





Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-16 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge