Delima Merah by pertiwiutomo.com

Lifestyle, Hobi, and Story

Bumbu Andalan Aneka Masakan

Tuesday, July 2, 2019
Assalamu'alaikum para pembaca setia,

Setelah beberapa bulan fokus ngantor dirumah, ngurusin segala macemnya dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi. Dapur menjadi semacam laboatorium percobaan dan praktek segala macam menu yang tentunya masih sangat - sangat standart. 

Banyak yang bilang bahwa jantungnya rumah adalah dapur. Dan idealnya dapur ya harus terus ngebul dan bergerak layaknya jantung manusia yang selalu berdenyut. Meskipun ngebulnya hanya saat mau bikin teh atau kopi saja, haha. Ya gak apa - apa yang penting judulnya ngebul dan tetap ada aktivitas penghuninya.

Tapi serius lho, saya masak hampir tiap hari. Dari mulai masak nasi *yang pakai magic com* sampai aneka lauk pauk dan sayurnya saya masak hampir tiap hari. jadi boleh dong saya berbangga diri. Bukan bangga untuk pamer gaes, sama sekali gak layak untuk dipamerin kok, jadi buat apa pamer?

Maksudnya adalah bangga bahwa saya bisa melawan kemalasan dalam diri saya. Yang kadang suka mikir,

"Duh, timbang makan cuma berdua males banget deh sama cucian piring, dan bersih - bersihnya." 

Tapi saya berhasil mengalahkan semua itu dengan keyakinan bahwa masak sendiri bisa lebih sehat dan juga hemat pastinya. Meskipun sesekali tetap butuh jajan dan makan di luar tapi setidaknya bisa di batasi jadi gak bikin kantong jadi kebobolan karena kebanyakan jajan.

Supaya aktivitas memasak bisa efektif dan efisien saya pun membuat alternatif dengan membuat stock bumbu siap masak. Yang terdiri dari bumbu dasar putih, dan bumbu dasar merah sedangkan untuk bumbu dasar kuning hanya sesekali saja. Itupun hanya dengan menyampurkan bumbu dasar putih dengan kunyit dan jahe segar yang dihaluskan ataupun bubuk kunyit dan bubuk jahe yang juga saya stock di dapur. 

Memang ya akan cukup repot diawal untuk mempersiapkannya tapi lumayan aman untuk persediaan selama sebulan kedepan bahkan lebih. jadi, kenapa tidak?

Saya akan tulis cara pembuatannya, barangkali ada yang membutuhkan, atau buat saya sendiri jikalau lupa, cekidot ya..

Bumbu Dasar Putih 

Bahan:
  1. 250gr Bawang merah
  2. 100gr Bawang putih
  3. 50 gr Kemiri
  4. 3 sdm Lada bubuk
  5. 150 ml minyak goreng

Cara membuat :
  1. Haluskan semua bahan dengan blender
  2. Panaskan wajan dan beri sedikit minyak goreng, tumis bumbu yang telah halus tadi dengan api kecil hingga berubah warna, dan tambahkan 2sdm garam.
  3. jika sudah matang, dingin kan sebelum di simpan dalam wadah kedap udara. dan bisa disimpan di dalam kulkas.


Bumbu Dasar Merah

Bahan:
  1. 500gr Cabe merah besar/keriting
  2. 150gr Bawang Merah
  3. 100gr Bawang Putih
  4. 100gr tomat
  5. 50gr gula merah
  6. 100ml minyak goreng

Cara Membuat :
  1. Haluskan Semua bahan hingga halus dengan blender
  2. Panaskan wajan dan sedikit minyak goreng, kemudian tumis bumbu halus tersebut dengan api kecil tambahkan 2sdm garam.
  3. Tunggu hingga berubah warna dan mulai berminyak, angkat dan tunggu dingon sebelum disimpan.

Kalau sudah punya dua bumbu dasar ini tinggal tambahkan saja rempah sesuai jenis masakan, semacam lengkuas, jahe, kunyit, daun salam, sereh, dan daun jeruk. Kegiatan memasak jadi lebih simple dan hemat banyak waktu juga tenaga. Dengan begitu saya bisa mengerjakan pendingan pekerjaan lainnya seperti menyapu, setrika pakaian, atau menyiram tanaman.

Waku me time untuk nonton drakor, pakai skincare atau ngerajut juga jadi aman karena urusan dapur beres dan perut kenyang. I'am so happy.

Wassalam,

pertiwiutomo













Kemarau

Monday, July 1, 2019
Assalamu'alaikum,

Bulan Syawal hampir berakhir ya kan, apa kabar hutang puasa Ramadhan kemrin? Sedihnya adalah hutang puasa saya banyak tahun ini dan belum membayarnya satu pun. Justru mendahulukan puasa sunah enam hari di bulan syawal. Semoga masih ada umur untuk membayar hutang puasa kita ya.. Aamiin.

Perjalanan mudik kemarin yang *ehm* lumayan cukup panjang juga sih. karena memang libur kerja yang luamayan panjang, kurang lebih sepuluh hari di kampung halaman. alhamdulillah masih bisa ngerasaain kumpul bareng keluarga. baik itu keluarga saya juga keluarga besar paksu.

Namun di balik itu semua ada hal menyakitkan yang harus saya alami yaitu terbengkalainya tanaman di rumah. Meskipun saya memang tidak segitu niatnya untuk berkebun, tapi sedih juga lihat tanaman yang tak berdaya itu pada kering kerontang, berguguran daunnya karena tidak disiram selama ditinggal mudik kemarin.

Ditambah musim kemarau yang sepertinya telah tiba, panas terik, tiada hujan. Bahkan hembusan anginpun terasa panas menyentuh kulit. Bagaimana tidak dehidrasi ya mereka..

Terutama tanaman Pucuk Merah yang bener - bener rontok dan tidak kunjung membaik sampai sekarang meskipun sudah di siram sehari dua kali. Mungkin ibarat manusia mereka itu udah koma gitu ya, kudu dapat perawatan intensif yang sejujurnya saya gak tahu harus bagaiamana. Menghadapi tanaman yang cuma bisa diam tanpa bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

Coba tanya ke beberapa teman jawabannya sama, coba siramin aja terus sehari dua kali. Gaes, itu semua sudah saya lakukan sejak hari pertama kami sampai rumah. Tapi belum juga ada tanda - tanda kehidupan.

Kemudian coba browsing, ada yang menyarankan potong semua bagian yang kering, kemudian keluarkan dari media tanam dan rendam akarnya selama 3 hari. Itu yang belakangan saya lakuin, meski gak yakin tapi apa salahnya di coba kan?

Nanti setelah tiga hari direndam kemudian bisa di tanam lagi ke dalam media tanam yang baru, atau bisa juga pakai media tanam sebelumnya.

Apakah tanaman Pucuk merah ini akan membaik? dan bisa hidup lagi?

Wallahu Alam, kita sebagai manusia hanya berusaha semaksimal yang kita bisa. Karena hidup matinya makhluk ada di tangan Sang Pencipta, Allah SWT. Tapi, saya masih berharap semua akan kembali baik. Aamiin.

BTW, Mohon Maaf Lahir dan Bathin ya, buat pembaca semuanya. 

Salam, 

pertiwi utomo



Menyambut Lebaran Dengan Hati Lapang

Tuesday, June 4, 2019

Assalamu'alaikum,

Di hari terakhir Ramadhan terselip rasa sedih karena bulan penuh barokah ini akan segera berlalu. Padahal belum bisa memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadhan kemarin. Semoga setelah ini tetap istiqomah selalu dalam iman islam  dan kita semua dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan, supaya bisa merasakan lagi nikmatnya menjalankan ibadah di bulan suci ini.

Tapi sekaligus juga bahagia karena lebaran telah tiba. Hari kemenangan bagi seluruh umat mushlim setelah berpuasa sebulan lamanya. Menahan haus dan lapar, dan melawan hawa nafsu. Kinilah saatnya takbir berkumandang saling bersahutan.

Setelah sekian banyak persiapan untuk menyambut hari kemenangan dari mulai pakaian,kue dan lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah persiapan hati untuk memaafkan dan meminta maaf atas segala salah dan khilaf. Kembali menjadi fitrah karena telah saling memaafkan. 

Dan perlu juga persiapan segudang kesabaran untuk menerima berbagai pertanyaan basa - basi yang sering kali terlontar saat bertemu sanak family. 

"Udah isi belum?"
"Kok belum hamil - hamil?"
"Ditunda ya?"

Meski sama sekali gak nyaman, Anggap saja itu semua bentuk perhatian dan doa buat kita. Mungkin memang mereka tidak sengaja untuk menyakiti. Hanya saja tidak mengerti karena tidak pernah mengalami dan merasakan apa yang saya rasakan.

Moga Selalu dikuatkan menghadapi setiap cobaan hidup. Serta dapat memghadapinya dengan senyuman. 

Wassalam,

pertiwiutomo

Doa Dan Harapan Di Penghujung Ramadhan

Monday, June 3, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan

Assalamu'alaikum,

Innalillahi Wainna ilaihi Rojiun, beberapa hari lalu ada berita duka meninggalnya Ibu Ani yudhoyono, semoga beliau khusnul khotimah dan di terima segala amal ibadahnya. Betapa usia itu hanya Allah yang tahu. Tak ada yang bisa menundanya barang sedetikpun. 

Harapan terbesar saya sebagai manusia, adalah wafat dalam keadaan khusnul khotimah, diampuni segala dosa di terima segala amal ibadah. Kalau udah inget hal itu, biasanya hati jadi adem dan bersyukur atas segala nikmat karena masih di beri kesempatan menghirup udara setiap harinya.

Karena sebagai manusia terkadang saya pun merasa down dan terpuruk saat kenyataan tak sesuai harapan, saat takdir seakan tak berpihak, saat keaadan tidak seperti apa yang diinginkan. Padahal apa yang saya anggap suatu musibah, dan ujian berat ini bisa jadi adalah suatu jalan kebaikan yang membawa hikmah dan pahala. Hanya saja, kelemahan saya sebagai menusia membuat semua itu menjadi gelap dan tak terlihat, tertutup oleh kesedihan dan rasa nelangsa berkepanjangan.

Di usia pernikahan yang menginjak tahun ke tujuh tanpa kehadiran buah hati merupakan cobaan terberat dalam perjalanan rumah tangga kami. Tak mudah bagi saya dan paksu, tapi kami berusaha untuk tidak berburuk sangka kepada Allah SWT. Kami masih percaya bahwa Takdir Allah adalah yang terbaik. 

Doa kami di penghujung Ramadhan tahun ini, semoga masih bisa dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan dalam keadaan yang lebih baik, dan semoga Allah SWT menjawab doa - doa panjang dan ikhtiar kami untuk mendapat anugerah keturunan yang sholeh dan sholeha yang menjadi penyejuk dan pelengkap rumah tangga kami. 

Ya Allah, Kuat kan hati kami untuk menerima segala ketentuan-Mu, Aamiin.

Wassalam,

pertiwiutomo


Hal Yang Membuat Ramadhan Tahun Ini Berkesan

Sunday, June 2, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan

Assalamu'alaikum

Setiap moment Ramadhan dalam hidup kita pasti menorehkan kenangan dan kesan tersendiri. Begitu pula moment Ramadhan tahun ini yang terasa berbeda dari Ramadhan sebelumnya. 

Saya sempat menanyakan paksu untuk mengetahui isi hatinya, jujur saja beberapa jawaban darinya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya rasakan. 

Hal Pertama yang membuat Ramadhan kami berbeda adalah karena kini sudah menempati rumah pertama kami. Setelah perjuangan panjang dalam perjalanan rumah tangga kami sampai di moment ini. Rasanya sangat membahagiakan, bukan tentang mewah, besar atau kecilnya rumah tapi lebih kepada aura kedamaian yang kami rasakan. 

Cukup sulit mendefinisikan makna rumah, hingga akhirnya saya mendapatkan sebuah gambaran tentang definisi rumah berdasarkan apa yang saya alami. Rumah bagi saya adalah sebuah tempat dimana saya mempercayakan hati pada orang - orang yang juga mempercayakan hatinya.

Ribet banget deh kalimatnya! ya biarinlah gaes, intinya ya kira - kira seperti itu.

Dimana sebuah rumah seharusnya berisi orang yang yang saling mempercayai dan memegang teguh kepercayaan itu. Jangan sampai ada perasaan saling curiga dan was - was diantara mereka. Karena jika kepercayaan itu telah hilang maka akan hilang pula kedamaiannya. Seperti itu kira - kira maksud saya gaes.

Semoga kalian dapat menangkap makna yang saya maksud ya..

Hal Kedua adalah, saya sudah full jadi ibu rumah tangga dan bisa menemani dan menyiapkan sendiri menu sahur dan berbuka. Saya bahagia menjalani peran baru ini. Meski keputusan untuk melepas pekerjaan tentu saja tidak mudah. Saya seratus persen menjamin bahwa tidak menyesalinya tapi beradaptasi dengan suasana baru tentu saja sebenarnya tidaklah sesederhana itu. Apalagi untuk introvert seperti saya.

Sisi positifnya adalah saya jadi punya banyak waktu untuk beribadah lebih baik lagi di banding Ramadhan sebelumnya yang nyaris kelimpungan membagi waktu untuk urusan pekerjaan, keluarga dan ibadah. 

Tidak ada pilihan selain bersyukur dan berusaha mengambil sisi baik dari setiap tahap kehidupan yang kita jalani.

Wassalam,

pertiwiutomo


Jajanan Favorit Saat Lebaran

Saturday, June 1, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan


Asslamu'alaikum, 

"Mudik seminggu nambah 5kg" kalimat kaya gitu sekarang menjadi horor buat saya. Ngeri banget kalau harus nambah BB 5 kg lagi padahal sekarang saja sudah cukup over.

Bagaimana tidak, jajanan hari raya dan segala masakan Mama selalu bikin rindu dan sayang untuk dilewatkan. Semacam ketupat, opor, rendang, ditambah lagi jajanan untuk suguhan para tamu yang meliputi kue basah dan kue kering. 

Nah, ini dia Top Five Jajan terfavorit yang bakalan sering kalian temui saat berkunjung kerumah handai taulan bahkan ada juga di dalam toples dan berderet cantik di meja ruang tamu rumah masih - masing untuk menemani kemeriahan hari raya, yaitu :

1. Nastar
2. Rempeyek
3. Rengginang
4. Kacang goreng
5. Biji ketapang

Di tambah lagi aneka makanan yang di santap saat pergi rekreasi atau sekedar jalan - jalan keluar bareng keluarga. Makin sempurnalah ke amburadulan program makan sehat yang dibentuk beberapa bulan sebelumnya. 

Hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan setelah berpuasa di bulan suci  Ramadhan. Hari dimana seluruh anggota keluarga berkumpul dan saling memaafkan. Bukan tentang hari kemenangan untuk makan sepuasnya sampai lupa dengan kesehatan.

Wassalam,

pertiwiutomo

Mengisi Waktu Selama Ramadhan

Friday, May 31, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan



Assalamu'alaikum gaes, 


Sebagian besar waktu kalian buat apa sih? pastinya banyak kegiatan yang dilakukan selain urusan pekerjaan yang pastinya memang mendapat porsi paling banyak. 

Alhamdulillah buat ibu rumah tangga seperti saya punya banyak waktu luang karena saat siang hari dibulan Ramadhan tidak perlu pusing mikirin menu makan siang. 

Jdi sebagian besar waktu bisa digunakan untuk fokus beribadah. terutama mengaji dan berzikir jadi lebih lama dari hari - hari biasanya. Paling banyak waktub luang adalah selepas sholat subuh dan selepas sholat tarawih itu biasanya jadi waktu paling nyaman untuk ngaji.

Walaupun pada akirnya saya tidak khatam juga bulan ini karena harus kehilangan 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Antara sedih karena tidak tidak bisa khatam dan melanjutkan puasa, dan harus membayar hutang puasa di hari yang lain juga karena itu artinya saya harus menerima kekecewaan untuk kesekian kalinya akibat gagal hamidun. *haha*

Sekarang ini di hari ke- 26 Ramadhan saya sedang tidak berpuasa, dan sebagain besar waktu dihabiskan untuk mempersiapkan keperluan mudik. merapikan rumah, mengurus tanaman dan tentunya menemani suami makan sahur dan berbuka.

Ya, begitulah.. Semoga apapun yang kita lakukan dengan niat Lillahi Ta'ala di catat sebagai amal kebaikan, Aamiin ya Robb.

Wassalam,

pertiwiutomo