Lifestyle, Hobi, and Story

Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

5 Buku Yang Menemani Program Kehamilanku

Thursday, November 29, 2018

Assalamu'alaikum,.

Adakah dari pembaca semua yang sedang program hamil seperti saya? kalau begitu kita senasib ya. Dalam situasi seperti yang saya alami, yaitu berjuang mendapatkan momongan tentu saja kondisi yang rawan stress banget. Awal mulai promil sejak tahun pertama pernikahan gampang banget ngedown, sedih dan terpuruk.

Saya rasa wajar saja, itu artinya kita masih punya kepekaan emosi. akan tetapi bila tidak dikelola dengan baik justru akan menghambat terjadinya kehamilan itu sendiri. 

Setelah melakukan ikhtiar ke dokter, yang perlu kita lakukan adalah banyak - banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT supaya bisa lebih ikhlas menjalaninya. 

Selain itu saya juga banyak membaca buku tentang program kehamilan. Faedahnya tentu saja bisa menambah pengetahuan saya, semakin memahami proses terjadinya kemailan dan segala macam penghambat dll membuat saya semakin mengerti dan berusaha lebih santai menjalani program kehamilan saya.

Berikut ini adalah buku yang pernah saya baca dan mungkin bisa menjadi referensi bagi kalian yang sedang promil .


1. Panduan Cara Cepat Hamil 




Dalam buku terbitan Digi Pustaka setebal 299 halaman yang ditulis oleh  dr. Rosdiana Ramli, Spog. ini  mengupas tuntas Cara Cepat Hamil

Dari mulai pengertian infertilitas, sistem reproduksi, menentukan masa subur, hingga segala macam mitos seputar kehamilan. Tidak hanya itu bahkan di dalamnya ada bab yang khusus berisi berbagai pertanyaan yang biasantmya melanda pasutri saat program kehamilan.

Selain Itu dalm buku ini juga dijelaskan secara gamblang tahapan saat akan mulai untuk program kehamilan melalui bantuan dokter. Bagi pemula dalam urusan per- promilan sedikit banyak buku ini memberikan jawaban step by step pemeriksaan apa yang harus dilakukan pasutri yang ingin mendapat momongan

Meski demikian dr. Rosdiana Ramli Spog mengakui dan tetap meyakinkan pada kita bahwa para dokter, bidan dan tenaga medis laiinya hsnyslsh manusia biasa yang hanya bisa membantu meningkatkan peluang kehamilan dan sama sekali tidak memiliki kemampuan dalam memastikan kehamilan. 

2. Buku Pintar Cepat Hamil




Seakan belum puas membaca buku pertama yang memang  saya pinjam dari seorang teman yang sedang berjuang menjadi ibu juga.  Akhirnya membeli lagi buku yang isinya kurang lebih sama.

Tapi yang membedakan adalah buku ini langsung pada inti permasalahan yaitu menjabarkan secara terperinci beberapa metode yang bisa dipraktekan untuk memperoleh kehamilan.

Buku ini ditulis oleh Wanda Ayu yang merupakan duta ramuan herbal juga dan Laksmi Arsita yang merupakan seorang bidan menberikan beberapa metode untuk cepat hamil yaitu : metode alamiah, metode kedokteran, metode golongan darah, dan metode herbal


3. Panduan Terlengkap untuk Calon Ibu dan Ayah tentang Kehamilan, kelahiran, dan Bayi




Well seperti judulnya ya ini buku lengkap banget. Penulisnya yaiu Philip D Sloane, M.D, Salli Benedict,M.Ph dan Melanie Mintzer, M.D. membagi pokok bahasan menjadi 5 bagian, yaitu:
  • Sebelum Hamil

Meliputi pengambilan keputusan untuk memiliki anak, serta mempersiapkan tubuh untuk menyongsong kehamilan atau bahkan kehamilan tanpa rencana sekalipun.
  • Tiba Bulan Pertama
Dimulai dengan memilih tenaga kesehatan, perawatan pralahir, dan bagaimana pentingnya gizi yang baik, olah raga. Selain itu di bahas pula kemungkinan kasus pada ibu bekerja, juga kemungkin aterburuk saat mengalami keguguran.Tak hanya itu penulis juga menjabarkan tentang emosi dan seksualitas pada ibu hamil. 
  • Masa Tiga Bulan Yang  di tengah
Menjelaskan fase-fase pertumbuhan janin, bagaiaman ibu hamil menyikapi perubahan tubuh yang umumnya terjadi juga emosi, dan pertimbangan untuk bepergian selama hamil,
  •  Masa Tiga Bulan Terakhir
ini adalah dimana usia kehamilan menginjak trimester akhir. Saat - saat paling mendebarkan yaitu menunggu kelahiran bayi. Bagaimana menjalani perawatan pralahir dan pemerikasaan di akhir kehamilan. Juga anjuran untuk meredakan nyeri persalinan.
  • Anda Dan Bayi Anda
Apasaja yang seharusnya dilakukan saat di rumah sakit, latihan dasar bagi orang tua dan bagaimana memulihkan fisik ibu baru

Demikian runut dan cukup lengkap segala penjelasan ada dalam buku setebal 431 halaman ini.


4. Mencetak Anak Genius Sejak Dalan Kandungan




Buku karya Bunda Novi ini menitik beratkan pada bagaimana menjalani kehamilan yang sehat dan bahagia karena akan sangat berpengaruh bagi perkembangan janin dalam kandungan. Mulailah membiasakan hidup yang penuh kedamain, ketentraman, penuh cinta dan kasih, pikiran yang positif, sabar dan penuh keikhlasan juga rasa syukur. 

Karena Faktor tersebut menjadi salah satu pendorong kuat pembentukan karakter dan jiwa janin. Selain itu kita kita bisa membeikan beragam stimulasi untuk meingkatkan kecerdasan otak janin dengan cara mengajak berbicara sejak dalam kandungan, membacakan cerita atau mendongeng, mendengarkan lagu, mengelus - elus perut,  merangsang dengan cahaya juga di iringin dengan asupan gizi yang seimbang.

Buku terbitan Diva Press setebal 172 halaman ini bisa menjadi bacaan ringan yang cukup penting untuk para ibu dan calon ibu.

5. Nutrisi Pintar Ibu Hamil & Menusui Golongan Darah A




Buku ini di tulis oleh Milda Ini, yang merupakan alumni Poltekes Keperawatan Depkes, Bengkulu. Diterbitkan oleh Bhuana Ilmu Komputer (BIP) Kelopok Gramedia, setebal134 Halaman

Penasaran aja tentang diet golongan darah apalagi ini buat kehamilan. Karena selain menjelaskan karakteristik si gololongan darah A juga memberikan pedoman dan rambu - rambu dalam memilih sumber makanan yang baik untuk tubuh. Dilengkapi pula dengan aneka resep masakan juga smoothies.

Apakah Dengan membaca kelima buku diatas menjamin keberhasilan program kehamilan saya? Wallahu'alam. Sekali lagi kehamilan adalah mutlak Hak Allah SWT saya hanya berusaha semaksimal yang saya bisa.

Wassalam,

Calon Ibu

Tulisan ini disertakan dalam #BPN30dayChallenge2018 #BloggerPerempuan







Review Buku #TEMANTAPIMENIKAH

Saturday, March 24, 2018
Buku #TEMANTAPIMENIKAH
Assalamu'alaikum,

Aku baca buku ini udah beberapa bulan lalu, mumpung masih happening banget ini, karena film nya bentar lagi tayang aku pengen review sedikit.

Eh be-te-we aku mereview buku bukan berarti aku seorang yang ahli gimana gitu ya, ini hanyalah review seorang aku yang hobi baca novel. 

Jadi awalnya beli buku kuning ini karena liat timelinenya si penulis yaitu Ayudia Bing Slamet dan suaminya Ditto. 

Disamping penasaran juga sama kisah mereka yg kalo dipikir - pikir hampir sama dengan kisahku dan suami, yaitu #temantapimenikah meski gak seratus persen sama sih karena ya aku dan suami gak seakrab itu di jaman old. 

Buku terbitan Elex Media komputindo yang covernya berwarna kuning, setebal 208 halaman ini menceritakan  kisah persahabatan antara Ditto dan Ayu dari SMP sampai sengan SMA hingga akhirnya memutuskan untuk menikah.

Saat SMP mereka satu kelas, persahabatan  antara Ditto yang dikenal sebagai cowok supel dan Ayu yang tomboy sudah tidak diragukan lagi. Bahkan Ditto mengajak Ayu bergabung dalam Band sekolah mereka sebagai vocalis dan dia sendiri di bagian perkusi.

Yang ternyata alasan di balik ajakannya adalah agar mereka bisa lebih sering bersama.

Hingga akhirnya mereka lulus dari SMP dan tetap memilih melanjutkan di sekolah yang sama. Dan demi bisa sekelas dengan Ayu saat pembagian jurusan, Ditto bahkan rela menukar jurusan dari IPA menjadi IPS. Meski terdengar konyol ya gak sih.. Tapi toh mereka bisa membuktikan konsistensi dalam passion mereka.

Ayu dan Ditto sendiri sudah berulang kali ganti pacar. Entah karena tak cocok, bosen dan alasan lainnya. Sampai akhirnya Ayu merasa lelah untuk pacaran lagi karena harus berulang kali merasakan putus cinta. 

------
Ayu Menatap Ditto untuk waktu yang cukup lama. Rasanya sangat berat untuk melepas sahabatnya selama enam tahun ini untuk pergi kuliah ke kota yang berbeda dengannya. Cowok itu sudah jauh lebih tinggi  dari saat ia pertama kali bertemu dengannya di SMP. Gaya rambutnya pun sudah berubah, berhasil menunjang penampilannya tiap manggung bersama band-nya. Jadi lebih keren---sedikit keren, ralat. Ia tak akan mengakui hal ini di depan Ditto secara lansung. Bisa - bisa cowok itu nyengir selama sebulan karena senang.
---
Teman tapi Menikah hal. 113

Hingga saat mereka sudah lulus SMA dan memilih kuliah dikampus dan kota yang berbeda. Komunikasi mereka tetep berjalan meski tak se-intens sebelumnya. Bahkan sesekali masih sering bertemu.

Ditto yang di ceritakan dalam cerita ini sebenernya sudah punya perasaan special dengan Ayu sejak awal persahabatan mereka begitupun sebaliknya. Hanya saja mereka seperti enggan untuk mengakuinya.
Juga karena tak ingin merusak persahabatan mereka.

Saling mengagumi satu sama lain meski yang terlihat adalah sebaliknya.

-----
Satu hal yang menguntungkan dari jarak yang ada di antara ia dan Ayu adalah, setidaknya saat ini ia tak perlu memasang ekspresi senang atas kabar gembira yang ayu sampaikan tersebut.

Ditto tak tahu ia menghabiskan berapa lama untuk merenung dan memikirkan semua yang ia rasakan sejak awal kepada Ayu. Ia kira perasaan macam ini hanya bertahan saat mereka masih sekolah. Hanya rasa suka yang .... begitu saja. Suka karena terbiasa.

Benarkah Ditto menyukai Ayu?

Ditto tidak menemukan jawaban yang tepat  sejak dulu ia tak ingin persahabatannya dengan Ayu hancur begitu saja karena ketidaksukaannya terhadap semua pacar Ayu, karena keinginannya untuk terus bersama Ayu, karena kesukaannya menatap Ayu yang bicara dengannya dan mata bulatnya yang selalu terlihat senang ketika membicarakan hal - hal yang ia sukai.

Ia menyukai Ayu, menyukai semua yang ada didiri cewek itu.
Ia menyukai sahabatnya.
Maka dari itu, sejak dulu bahkan sampai sekarang, ia tak akan memberi tahu hal itu kepada Ayu.

------
#temantapimenikah,hal.144

Singkat cerita, akhirnya Ditto memberanikan diri mengungkap perasaannya. Ayu yang sempet kaget dan bingung harus jawab apa.

Pada akhirnya mereka menikah karena merasa sudah menemukan teman terbaik sepanjang hidup mereka. Seseorang yang selalu ada dan menerima apa adanya.

Mereka punya masa lalu bersama, masa kini bersama dan punya masa depan bersama, so sweet...

Dari halaman pertama sampai terakhir, aku tuh kaya lagi dengerin seorang sahabat yang curhat ceritain perjalanan kisah cintanya, mengalir gitu aja.

Bahasanya lugas dan mudah dipahami, meskipun konflik ceritanya menurut aku datar aja, mungkin karena ending ceritanya udah ketahuan ya.. Jadi gak terlalu bikin penasaran banget.

Ya iyalah namanya juga kisah nyata,😁😁

Karena jodoh adalah misteri, kita tidak akan pernah tahu, sejauh mana kita berjalan, setinggi apa kriteria jodoh idaman, jika ternyata takdir kita adalah mungkin tetangga kita atau sahabat kita sendiri.

Seperti kisah Ayu dan Ditto misalnya, yakin deh banyak juga yang ngalamin kisah hampir sama kaya mereka.

Jadi, yang masih jomblo atau menanti jodohnya sabar ya.. Siapa tahu mereka adalah orang - orang yang ada di deket kalian. Kaliannya aja yang kurang peka! 

"Bosan itu pasti, tapi jangan pernah saling pergi. Selalu sayang, ya"
-Teman tapi Menikah-

Wassalam,

Dari yang di nikahi temen sendiri,
Pertiwi


Baca juga ulasanku tentang buku Dilan, atau Kisah Ale dan Anya dalam Critical Eleven







Kenangan Dilan dan Milea

Friday, March 16, 2018


Assalamu'alaikum

Review Buku lagiii kita..

Menyelesaikan 3 seri buku karya Pidi Baiq ini membuat saya tertegun cukup lama. Nyaris seminggu lebih mengendap saja apa -apa yang ingin saya tulis. Saya belum siap menerima kenyataan bahwa kisah antara mereka berdua berakhir begitu saja.

Buku pertama, Dilan, Dia adalah Dilanku ,1990. Merupakan kisah yang diambil dari sudut pandang Milea. Tentang siapa Milea, bagaimana Dilan pertama kali berkenalan dengannya di tulis dalam buku ini.

Sebagian karakater Dilan di ceritakan oleh Milea dengan detail.
Dilan yang hobi nge -gang Motor, berantem tapi juara kelas, dan hormat pada Ayah Bundanya. Seriusan saya jadi penasaran sama sosok Dilan.

Perkenalan mereka yang unik, kejutan dari Dilan yang unpredictable, lucu dan udahannya bikin meleleh.

Kebayang  sih jaman dulu itu kan kalo cowok mau kenalan agak - agak gengges gimana gitu ya, haduhhh jadi inget jaman dulu jamannya masih suka koleksi kertas surat warna - warni dan tukeran biodata sama temen sekelas hahaha ketauan deh tuirnya.
Serius ini buku narasi dan dialognya kocak abisssssss!

Di Buku ke 2 (dua) Dilan, Dia adalah Dilanku 1991, masih ada sensasi kocak di awal cerita dan kemudian saya seperti dihempas rasa yang mengharu biru.
Kesedihan Milea karena sikap Dilan yang acuh.

Serta kenangan  kekocakan mereka berdua yang tiba - tiba menjadi berbeda dan menguap begitu saja. Pembaca yang udah di bikin baper dan cekikikan terus di paksa untuk bermuram durja sungguh ku tak rela, belum ikhlas rasanya.

Sebagai generasi yang masa remajanya tanpa sosmed tanpa handphone. Dimana komunikasi begitu sangat - sangat terbatas. Ketika perasaan hanya bisa dipendam dalam diam. Dan kesalahpahaman menjadi sesuatu yang sulit untuk diuraikan. 

Kenyataan bahwa Milea masih terus mengenang kisah mereka, mengingat dan lebih parahnya masih begitu dalam mencintai Dilan meski Milea telah menikah dan punya anak dengan orang lain.
Membuat hati saya ikut merasakan perih, sungguh saya turut prihatin pada Milea. 

Kemudian saya merasa beruntung tidak di hantui kenangan - kenangan indah macam itu. 

Buku ke- 3 , Milea, suara dari Dilan.
Adalah semacam klarifikasi dari apa yang di ceritakan oleh Milea pada 2(dua) buku sebelumnya, atau menceritakan apa yang mungkin belum ada diceritakan.

Seperti alasan - alasan menjauhnya Dilan, bagaimana perasaan Dilan pada Milea. Bahwa sebenarnya Dilan masih mencintai Milea. Dikenalkan juga pacar Dilan yang bernama Cika. 
Ah.. Jodoh memang misteri, betapa mudahnya Allah memisahkan dua orang yang saling mencinta sekalipun. Jika memang mereka bukanlah jodoh.

Fakta bahwa Dilan lebih siap dan tegar menghadapi perpisahan ini. Ada semacam kecewa sekaligus bahagia. Bahagia karena memang seharusnya pria lebih kuat hatinya. 
Kecewa karena ya Allah kasihan Milea merasakan kesedihannya sendiri.

Dalam segi bahasa, jujur saja baru kali ini membaca novel yang gaya bahasa nya seperti ke - 3 novel ini. Tidak terikat dengan gaya bahasa ataupun struktur yang baku, bahkan kosakatanya pun cenderung suka - suka. Gaya menulis yang unik.

Beberapa review yg saya baca di goodreads, ada yg pro ada pula yang kontra. Itu sih terserah ya tergantung taste masing - masing pembaca. Kalo saya sih yes banget kalo ada buku seri ke - 4 nya hahahahaha. Pokoknya bersambung terus sampe happy ending.

Pesan moralnya adalah Menjaga komunikasi yang baik dalam segala aspek kehidupan. Biasakan untuk mengklarifikasi langsung pada pihak terkait supaya kesalahpahaman tidak berlarut -larut dalam suatu hubungan. Jangan telan mentah - mentah gosip yg beredar. Saran saya di rebus dulu kemudian tambahkan bumbu, sayuran, dan telor biar sedapp, mi rebusss kalii ah..

Kapan hari pernah bertukar cerita sama Pak Suami tentang kisah kasih jaman dia sekolah dulu, di denger - denger kayak ada manis- manisnya gitu deh. Kok seru ya, sayangnya gak ada saya nya disitu. 

Pas saya cerita balik, dia bilang "hambar sekali hidupmu" gubrak deh... Sebegitu gak seru pun saya menyesal kok ya jaman antah berantah gitu udah kenal cinta - cintaan, rada jijay juga kalo di inget -inget.

Ya Allah maafkan aku yang dulu. Pernah galau, baper, terluka, patah hati halah... Bye semua yakkk 

Satu hal yang ingin saya sampaikan pada Milea, atau siapapun yang pernah punya masa lalu, apalagi mantan yang kayak Dilan, eh!

"Kalo kita tidak bisa memiliki apa yg kita cintai, maka cintailah apa yang kita miliki,"
Semoga kita bisa bersikap bijak, untuk menempatkan siapa yang layak dan berhak di simpan dalam hati dan doa kita.

Mengutip quaote-nya eyang B.J. Habibie untuk  istri tercinta,
"Masa lalu ku adalah milikku, masa lalumu adalah milikmu tapi masa depan adalah Milik Kita"

Pliss, Move on Dong Milea..😁

BTW sebenernya tulisan ini pengen di post jauh sebelum Film Dilan 1990 Tayang. Tapi kelupaan dan akhirnya ngendep gitu aja di draft. Sebegitu booming nya film ini, dari pro dan kontra pemainnya, hingga akhirnya banyak yang baper setelah menonton. Kesimpulannya Dilan ini mendadak menjadi sosok yang di idolakan banyak kalangan dari remaja samai emak - emak. 

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerjang, demikianlah.. Dilan yang banyak menuai pujian pun akhirnya harus menerima beberapa kritik juga, entah apa maksudnya.

Ada yang bilang Syiah lah.. Karena dalam diceritakan bahwa dilan mengidolakan khomaeni. Dengan pemaparan yang seolah - olah menjadi fakta. Banyak pula yang mencemooh, bahwa film Dilan memberikan pengaruh buruk pada remaja. Ada pula yang bilang gaya gombalnya lebay dan norak. 

Padahal novel, film ataupun sinetron tang lebih vulgar juga banyak sih.. Dasar mereka dengki aja tuh sama kesuksesan Dilan. Haha...

Padahal yang ngomong itu belum tentu juga bisa berkarya lebih baik.

Padahal yang bilang Dilan norak, bisa jadi kesehariannya lebih norak, lebih alay dan lebih jijay..

Heran deh hobi banget ngejelekin karya orang, karya anak negeri sendiri dan lebih herannya lebih bangga sama karya orang lain macam Drakorlah oppa korea lah.. 
Udah lah.. Bhay!

Sekian dulu dari saya, 

Wassalam.

Anya dan Ale dalam Critical eleven by Ika Natassa

Sunday, August 6, 2017


Jumat malam, yeay besok weekend dan suami ngabarin bakalan lembur sampe malem.

Dan itu artinya aku gak perlu masak, atau mikirin menu makan malam. Aku sendiri gak terlalu laper. Udah rencana nanti sampe rumah, mandi dan mau langsung nge-Net, browsing apa gitu,atau buka2 pinterest cari inspirasi.

Tiba dirumah pukul 18.30 WIB, sambil selonjoran ambil novel critical eleven yg udah di beli sejak bulan maret lalu, tapi belum sempet di baca.

Disinilah mulai kenalan sama Anya nya Ale dan Ale nya Anya.
Bagaimana sang penulis mendeskripsikan tiap tokoh dengan sangat apik, mampu membuat aku seakan berada disana, dalam konflik kehidupan Anya dan Ale. Bagaimana penulis mampu menguliti tiap detail kisah dalam dua sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang Ale dan Anya.

Ikutan Senyum2 dengan cemistry cinta mereka yang manis, bagaimana Ale mencintai Anya dan Anya mencintai Ale, bagaimana mereka saling menemukan bahkan di sebelas menit pertama pertemuan mereka.

Aku jadi ikutan flashback saat dimana aku menemukan dan di temukan, yups pernah gak sih kalian bertemu seseorang begitu lama, sudah begitu dekat, sudah berkali - kali di yakinkan tapi hati kecil bilang, "bukan dia, bukan dia orang nya" kemudian memilih mundur karena pada akhirnya memang tak bisa memaksa hati untuk berkhianat pada apa yang di yakini nya. Tapi begitu mantap mengatakan "iya" pada seseorang yang mungkin baru saja kau temui bahkan sebelum dia menjanjikan apapun, karena hati kecil berbisik " Tepat. Dialah orangnya" kemudian semesta seperti di perintah Yang Maha Kuasa untuk memudahkan takdir kami. Takdir Aku dan Dia.
Satu hal yang sampai detik ini begitu aku syukuri. Dan itu tak hanya sekedar cinta, itulah jodoh.

 Ciyeeeeeeeeee… hahahahaha…  curcoll

Alurnya, latarnya, penokohannya, dialog yang ada didalamnya membuat novel setebal 330 halaman ini begitu asik dan mengalir saat dibaca. Tak heran penulisnya mendapat begitu banyak pujian.

Dan ikut berderai dengan konflik batin dalam diri mereka. Konflik yang pelan dan perlahan  tapi mampu mengaduk - aduk perasaan ini membuat aku beberapa kali turut meneteskan air mata. 

*kan kan.. Drama banget kan.. Iya sekarang mah aku jadi gampang drama hiks 


Overall, Aku Suka banget ceritanya, sejauh yang pernah aku baca karya – karya Ika Natassa memang keren.

O ya aku bikinin sinopsisnya deh biar gak penasaran – penasaran amat yak..

Buku ini mengisahkan tentang perjalanan cinta Aldebaran Risjad (Ale) yang bekerja sebagai Insinyur Perminyakan yang mengharusnya bekerja di pengeboran minyak sana selama berminggu minggu, dengan Tanya Baskoro(Anya) seorang konsultan Manajemen yang juga mengharuskannya sering bertugas keluar kota bahkan luar negeri.
Dalam pesawat menuju Sydney pertama kami mereka bertemu. Pada saat itu pulalah sebenarnya mereka sudah saling menemukan satu sama lain. Mereka pun menikah.
Tetapi Anya seperti kehilangan sosok Ale yang begitu mudah membuatnya jatuh cinta, hanya karena satu kalimat menyakitkan yang diucapkan beberapa hari setelah kematian anak pertama mereka.
Disitulah konflik mereka bermula dan cinta mereka di uji. Tentang arti cinta, kesetiaan, kesabaran, kepercayaan dan kehilangan. Yang pada akhirnya mebuat mereka sadar mereka tak bisa lari dari cinta itu sendiri.


“Membuat kopi itu ritual laki-laki ,Le. Buat Ayah, semua langkah mulai dari memilih beans,grinding, sampai kopinya siap diseduh, prosesnya seperti hidup seorang laki – laki. Sebagai laki – laki, tugas utama kita adalah mengambil pilihan terbaik untuk diri kita sendiri dan orang –orang yang dekat dan tergantung pada kita. Sering proses menambil pilihan  ini nggak bisa sebentar, Le, harus sabar. Sama seperti Ayah sabar memilik – milih biji kopi terbaik, sabar juga menjalani proses membuatnya sampai jadi secangkir kopi yang pantas dibanggakan karena enak banget. Hidup ini jangan dibiasakan menikmati yang instan – instan, Le, jangan mau gampang nya saja. Hal – hal terbaik dalam hidup justru seringnya harus melalui usaha dan menguji kesabaran dulu.”Ika Natassa, Critical eleven.


Aku pilih cuplikan yang ini karena pas banget yak Pak Suami suka banget kopi dan dia bikin sendiri. Jarang banget minta bikinin malah aku yang di bikinin. Dan aku sendiri bukan penggila kopi. jadi ya apapun itu kopi buatan suamiku paling enak seduania, LOL.

Happy weekend semuanya, happy Reading.