Lifestyle, Hobi, and Story

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

TUJUAN MEMPELAJARI SIRAH NABAWI

Monday, May 18, 2020

Assalamu'alaikum semuanya,

Beberapa waktu lalu saat saya dan beberapa ibu - ibu sedang bertolibul ilmi di beri beberapa pertanyaan tentang Rosululloh SAW. Pertanyaan cukup sederhana, Berapakah anak Rosululloh? dan sebutkan nama - namanya

Malu sekali  karena saya tidak bisa menjawab dengan benar. Sekilas bayangan ingatanpun tidak ada, seperti terhapus begitu saja dari memori. Yang paling melekat hanyalah Siti Fatimah, padahal Rosululloh memiliki 7 (tujuh) orang putra putri, yaitu : Alqosim, Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum, Ibrahim dan Siti Fatimah.

Untuk pertanyaan mendasar seperti ini saja saya tidak bisa jawab, sedangkan kalau ditanya nama - nama artis hapal diluar kepala. Seperti ada yang salah dalam diri ini. Kita bilang meyakini, mengimani, mencintai tapi tidak sebegitu kenal dan tau tentangnya. Aneh gak sih?

Itulah mengapa kita perlu belajar lagi Sirah Nabawi. Apa sih sirah nabawi?

Sirah Nabawi adalah Kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW sejak lahir hingga beliau wafat.

Tujuan belajar Sirah Nabawi adalah :

  • Untuk mengetahui gambaran Islam sesungguhnya, sekaligus gambaran syariat yang tergambar dalam kehidupan sehari - hari Rosululloh SAW.
  • Untuk mengetahui dan mengenal Rosululloh lebih dekat supaya kita bisa mencintai beliau, meneladani perilaku dan mengikuti jejak perjuangan beliau sebagai suri tauladan.
  • Untuk menambah keimanan dengan mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW seorang yang terpercaya, bahwa apa - apa yang dilakukannya bukanlah semata - mata kemauannya sendiri melainkan atas bimbingan wahyu  dari Allah SWT. Maka hati akan semakin yakin bahwa kita berada dalam kebenaran.

Yuk, kita baca lagi buku sirah nabawinya, supaya semakin dekat dan semakin mencintai Rosululloh. Jangan sampai kita mengidolakan dan lebih mengenal artis daripada Beliau. 

Wassalam,

pertiwi


Baca juga : Doa sebelum Ramadhan berakhir

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-29 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

DOA SEBELUM RAMADHAN BERAKHIR

Sunday, May 17, 2020

Assalamu'alaikum,

Tidak terasa Ramadhan sudah hampir mendekati akhir. Sudahkan kita beribadah dengan maksimal? jika jawabannya belum ayo terus berusaha meningkatkannya. Manfaatkan waktu sebaik - baiknya karena belum tentu kita akan bisa menjumpai Ramadhan tahun depan. *hiks*

Sedih ya kalau udah kepikiran kaya gitu. Karena memang usia tidak ada yang tahu, jarak antara hidup dan mati sangatlah dekat. Kehidupan kita beberapa menit kedepan pun masih jadi misteri. tidak tau akan seperti apa.

Jadi, di bulan yang suci ini saya berharap Allah SWT menerima segala amal ibadah saya, dan mengampuni segala dosa - dosa saya. Semoga masih diberi kesehatan dan umur panjang agar bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan dalam situasi dan kondisi yang lebih baik.

Semoga Pandemi Covid-19 ini segera musnah dari muka bumi. Agar kita bisa beraktivitas, bersilaturahmi seperti sediakala tanpa takut tertular maupun menularkan virus. Semoga kita semua segera bangkit dari keterpurukan akibat terdampak covid-19 dan perekenomian kembali stabil.

Yuk, mari berdoa bersama dan Aamiinkan.. semakin banyak yang mendoakan semoga semakin cepat Allah mengabulkan. Aamiin ya Robbal alamin.

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-28 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

MERAYAKAN LEBARAN DIMANA?

Friday, May 15, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Sebenernya dalam hati kecil ingin mudik tapi melihat situasi dan kondisi saat ini jadi saya harus bersikap bijak untuk tidak mudik sementara waktu. Bukan karena takut sama razia di jalan toll, disuruh puter balik atau apapun.

Saya tidak mudik semata - mata karena saya sadar bahwa ini semua demi kebaikan bersama. Anggaplah ini suatu bentuk perjuangan saya dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Saya tidak bisa bantu dengan tenaga, pun bantu biaya buat penanganan covid-19. Tapi saya sadar kita bisa turut andil dengan mematuhi untuk social distancing sementara waktu.

Biarlah lebaran kali ini hanya saya rayakan berdua saja dengan paksu. Kita masih bisa kok bersilaturahmi dengan cara telepon atau video call. Tentu saja rasanya memang tidak akan sama dibanding dengan kebersamaan saat bertatap muka langsung dengan keluarga tercinta di kampung halaman.

Tapi dalam situasi seperti sekarang, saya cukup bisa bersabar dan terus berikhtiar dengan apa yang  bisa saya lakukan. Terserah jika semua orang mau memilih mudik atau bahkan liburan sekalipun. Atau bahkan jika ada yang menganggap saya terlalu phobia dan berlebihan dalam hal ini, karena toh sudah tidak ada larangan untuk mudik ataupun pulang kampung.

jadi kenapa gak mudik?

Jawabannya terserah kalian, mau mudik atau tidak itu terserah. Karena meski larangan itu masih berlaku bagi yang maksa mudik pun akan tetap mudik kok, dengan menghalalkan segala cara. Dengan menjadi pemudik gelap. Seperti yang sudah banyak terjadi dan diberitakan. Banyak yang terjaring razia saat ada pemeriksaan oleh polisi di jalan raya.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun karena kesadaran itu bersumber dari diri sendiri. kalau masih menganggap semua ini gak penting ya sudah.. Terserah.

Karena setiap orang punya alasannya sendiri. Seperti halnya pemerintah yang nyatanya tidak bisa konsisten membuat keputusan. Demikian juga banyak diantara kita yang jadi berubah pikiran. Awalnya udah rencana gak mudik, jadi memutuskan untuk mudik.

Saya tidak mudik, dan lebaran di rumah saja. Di perantauan.

Tapi entah.. mungkin besok berubah pikiran. Hahaha..

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-26 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

DILEMA MUDIK LEBARAN TAHUN INI

Thursday, May 14, 2020

Assalamu'alaikum semuanya..

Kita berada pada suatu masa, dimana mau mudik tapi galau, bukan karena gak punya ongkos, gak dapet tiket apalagi gak kebagian bus. Iya sekarang mau mudik takut bawa oleh - oleh virus yang sedang mewabah, yaitu covid-19.

Beberapa waktu lalu, pemerintah mengumumkan larangan mudik yang awalnya khusus untuk PNS(pegawai negeri sipil ) dan kemudian berlaku juga buat seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah zona merah covid-19.

Hari libur nasionalpun dirubah. Himbauan agar tidak mudik ada dimana - mana baik di televisi juga di media sosial. Saya dan paksu yang mudiknya cuma butuh waktu tiga jam sebenarnya tidak terlalu risau. Kita bisa mudik atau pulang kampung  kapan saja gak perlu tunggu lebaran. Jadi kalau seandainya tidak mudikpun ya tidak apa - apa. Mau tidak mau harus berpikir bijak.

Sedih? iya.  Karena untuk pertama kalinya lebaran iedul fitri tanpa keluarga. Tapi saya berusaha tidak ngeyel apalagi masa bodoh. Saya merasa punya beban moral untuk patuh pada peraturan dan juga demi kemanusiaan. Supaya pandemi ini segera berlalu.

Jadi, kalau ditanya mudik atau tidak, ya jawabannya Tidak.

Tapi.. 

Saat kemudian pemerintah membatalkan peraturan larangan mudik, kok mendadak jadi bingung. Bingung kenapa peraturannya berubah - ubah. Bingung kenapa harus diperbolehkan jika jadwal hari libur sudah terlanjur dirubah.

'Tidak ada larangan mudik, tapi sebaiknya jangan mudik'. Sungguh terkesan mencle - mencle, tidak konsisten, labil, dan membingungkan. Jadi, intinya semua dikembalikan kepada diri kita sendiri mau tetap mudik atau tidak.

Kita memang harus optimis bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Apalagi melihat jumlah jumlah pasien yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Tapi bukan berati kita lepas kendali. Justru kita harus lebih ketat lagi karena dengan penurunan jumlah ini harusnya kita makin semangst bahwa perjuangan kita untuk #dirumahaja tidak sia - sia dan akan segera mencapai garis finish.

Semoga sebentar lagi kita akan memenangkan pertarungan melawan covid-19 dan berhasil membuatnya musnah untuk selamanya. Jangan lelah berdoa, dan terus berikhtiar.

Kalau kali ini tidak mudik tidak apa - apa, demi kebaikan bersama. Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan baik dan sehat. Aamiin..

Wassalam

Pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-25 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

HARAPAN UNTUK RAMADHAN TAHUN DEPAN

Sunday, May 10, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Jika kalian merasa Ramadhan kali ini tak seperti biasanya, kita sama. ya kita semua merasakan hal yang sama. So, jangan sedih berlarut fokus saja pada apa yang bisa kita lakukan sekarang.

Tidak bisa sholat taraweh berjamaah dimasjid, kita masih bisa tarawih berjamaah di rumah. Jika tidak ada agenda buka puasa bersama dengan handai taulan, dan teman - teman, kitaasih bisa buka puasa bersama dirumah dengan keluarga.

Jadi keingetan dengan moment Ramadhan seetiap tahunnya sebelum ada pandemi ini. Dimana kita sudah mempersiapkan ini itu buat mudik nanti. Tapi, kali ini jadi serba bingung. Mau siap - siap mudik takut kecewa gak jadi mudik, tapi kalau gak siap - siap mudik kok kayak ada yang kurang lebaran tanpa sungkem ke orang tua di kampung.

Dalam situasi yang rumit seperti sekarang ini harapan saya adalah semoga masih selalu diberi kesehatan dan tetapnya iman supaya bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Dalam suasana yang lebih baik, lebih khusyu, leih bahagia.

Kabulkan ya Allah..

wassalam,


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-21 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

TETAP BERSYUKUR WALAU PUASA DI TENGAH PANDEMI

Saturday, May 9, 2020

tetap bersyukur ramadhan di tengah pandemi
cheese cake


Assalamu'alaikum semuanya..

Hari ini, sudah hari ke-16 Ramadhan, itu artinya kita sudah menjalankan puasa selama 16 hari lamanya, lebih dari setengah perjalanan kita lalui. 


sudahkah kita bersungguh - sungguh menjalankannya?
sudahkah kita isi dengan ibadah yang maksimal?
sudah berapa juz tadarus kita?
sudahkah kita menang melawan hawa nafsu kita?

Belum terlambat gais, untuk berbenah dan meningkatkan ibadah kita, masih ada separuh perjalanan lagi. Semoga kita semua tidak termasuk orang - orang yang merugi. Aamiin.

Berhenti merutuki keadaan yang sedang tidak baik - baik saja ini, apalagi terus menerus mengasihani diri. Kita tidak sendirian, hampir seluruh umat manusia merasakan dampak pandemi ini. bukan hanya, saya atau kamu. Mungkin dibelahan bumi yang lain masih ada yang bahkan tidak bisa sekedar untuk menyiapkan makan sahur dan berbuka. Bahkan untuk sekedar menghirup udara kebebasan.

Mengeluh tidak dilarang, sesekali bolehlah untuk melepaskan segala beban. Tidak ada yang salah dalam mengeluh. Yang salah adalah jika kita habiskan seluruh waktu kita untuk mengeluh dan mengeluh tanpa upaya untuk bangkit. dan berusaha mencari hikmat dari permasalahan yang ada.

Ingat, tak ada satupun kejadian dimuka bumi ini baik kebahagiaan ataupun musibah sekalipun atas izin Allah. semua itu semata - mata untuk menguji setiap hambanya supaya senantiasa bersabar.

Saya, patut bersyukur masih diberi kesehatan yang tentunya tidak bisa ditukar dengan harta benda seberapapun banyaknya. Jangan pernah lupa bersyukur gais, bersyukrlah insyaAllah nikmatu akan di tambah. 

Alhamdulillah wa syukurillah..

Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Kegiatan selama bulan ramadhan

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-20 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

Menyambut Lebaran Dengan Hati Lapang

Tuesday, June 4, 2019

Assalamu'alaikum,

Di hari terakhir Ramadhan terselip rasa sedih karena bulan penuh barokah ini akan segera berlalu. Padahal belum bisa memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadhan kemarin. Semoga setelah ini tetap istiqomah selalu dalam iman islam  dan kita semua dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan, supaya bisa merasakan lagi nikmatnya menjalankan ibadah di bulan suci ini.

Tapi sekaligus juga bahagia karena lebaran telah tiba. Hari kemenangan bagi seluruh umat mushlim setelah berpuasa sebulan lamanya. Menahan haus dan lapar, dan melawan hawa nafsu. Kinilah saatnya takbir berkumandang saling bersahutan.

Setelah sekian banyak persiapan untuk menyambut hari kemenangan dari mulai pakaian,kue dan lainnya yang tidak boleh dilupakan adalah persiapan hati untuk memaafkan dan meminta maaf atas segala salah dan khilaf. Kembali menjadi fitrah karena telah saling memaafkan. 

Dan perlu juga persiapan segudang kesabaran untuk menerima berbagai pertanyaan basa - basi yang sering kali terlontar saat bertemu sanak family. 

"Udah isi belum?"
"Kok belum hamil - hamil?"
"Ditunda ya?"

Meski sama sekali gak nyaman, Anggap saja itu semua bentuk perhatian dan doa buat kita. Mungkin memang mereka tidak sengaja untuk menyakiti. Hanya saja tidak mengerti karena tidak pernah mengalami dan merasakan apa yang saya rasakan.

Moga Selalu dikuatkan menghadapi setiap cobaan hidup. Serta dapat memghadapinya dengan senyuman. 

Wassalam,

pertiwiutomo

Doa Dan Harapan Di Penghujung Ramadhan

Monday, June 3, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan

Assalamu'alaikum,

Innalillahi Wainna ilaihi Rojiun, beberapa hari lalu ada berita duka meninggalnya Ibu Ani yudhoyono, semoga beliau husnul khotimah dan di terima segala amal ibadahnya. Betapa usia itu hanya Allah yang tahu. Tak ada yang bisa menundanya barang sedetikpun. 

Harapan terbesar saya sebagai manusia, adalah wafat dalam keadaan husnul khotimah, diampuni segala dosa diterima segala amal ibadah. Kalau udah inget hal itu, biasanya hati jadi adem dan bersyukur atas segala nikmat karena masih diberi kesempatan menghirup udara setiap harinya.

Karena sebagai manusia terkadang saya pun merasa down dan terpuruk saat kenyataan tak sesuai harapan, saat takdir seakan tak berpihak, saat keaadan tidak seperti apa yang diinginkan. Padahal apa yang saya anggap suatu musibah, dan ujian berat ini bisa jadi adalah suatu jalan kebaikan yang membawa hikmah dan pahala. Hanya saja, kelemahan saya sebagai menusia membuat semua itu menjadi gelap dan tak terlihat, tertutup oleh kesedihan dan rasa nelangsa berkepanjangan.

Di usia pernikahan yang menginjak tahun ke tujuh tanpa kehadiran buah hati merupakan cobaan terberat dalam perjalanan rumah tangga kami. Tak mudah bagi saya dan paksu, tapi kami berusaha untuk tidak berburuk sangka kepada Allah SWT. Kami masih percaya bahwa Takdir Allah SWT adalah yang terbaik. 

Doa kami di penghujung Ramadhan tahun ini, semoga masih bisa dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan dalam keadaan yang lebih baik, dan semoga Allah SWT menjawab doa - doa panjang dan ikhtiar kami untuk mendapat anugerah keturunan yang sholeh dan sholeha yang menjadi penyejuk dan pelengkap rumah tangga kami. 

Ya Allah, Kuat kan hati kami untuk menerima segala ketentuan-Mu, Aamiin.

Wassalam,

pertiwiutomo


Tradisi Prepegan Masyarakat Brebes Jelang Lebaran

Thursday, May 30, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan

Assalamu'alaikum,


Salah satu tradisi yang dilakukan masyarakat Brebes menjelang lebaran yaitu prepegan. Semacam pasar tumpah gitu lho gaes. Tak hanya di meriahkan oleh orang dewasa bahkan anak - anak tidak kalah antusias untuk memeriahkannya.

prepegan
Prepegan

Maka tak heran jika sehari menjelang lebaran lalu lintas tak hanya dipadati oleh pemudik yang lewat, tapi juga ora warga lokal yang pergi berbelanja ke pasar. Jadi mohon bersabar dan berhati - hati tiap melewati pasar tradisional serta pusat perbelanjaan lainnya.

Sejauh yang saya amati, kebanyakan dari mereka adalah membeli kebutuhan dapur semacam sayuran, buah, daging, serta aneka makanan yang akan di sajikan saat lebaran nanti. Sebagian besar produk di pasaran mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Dengan alasan lebaran semua seakan termaafkan dan masyarakat dengan berat hati terpaksa memakluminya.

Selain beberapa produk kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga ternyata selama prepegan  harga bunga rampai seperti melati, mawar, kenanga dan lainnya yang sering digunakan untuk nyekar ke makam juga mengalami kenaikan harga. Dimana harga perkilonya bisa menyamai harga daging sapi. Amazing sekali gaes!

Saat prepegan juga banyak penjual mainan anak - anak, bahkan saat saya kecil dulu saya sudah menabung jauh - jauh hari untuk membeli mainan dan kembang api saat prepegan. Tapi, entah ya kalau dengan anak - anak zaman now, apakah masih mau membali mainan traditional atau justru lebih memilih membeli quota internet untuk ber - sosial media dan main game.

Intinya adalah selalu siapkan budget lebih saat pergi prepegan untuk mengantisipasi kenaikan harga yang memang tidak bisa dihindari. *emak pusing*

Wassalam,

pertiwiutomo






Mengajarkan Anak Kecil Berpuasa

Sunday, May 26, 2019
pict by Instagram Blogger Perempuan


Assalamu'alaikum,

Berhubung belum punya anak kecil yang harus di ajarin untuk puasa, pun ponakan - ponakan jauh di kampung halaman. Jadi, saya coba mengingat kembali kenangan masa kecil saat belajar puasa.

Godaan paling besar saat belajar puasa dulu sih bangun untuk sahur, karena ngantuk. Tapi kalau gak sahur ya otomatis lemes dan bakalan gak kuat puasanya, namanya juga masih anak - anak. Jadi, yang perlu diperhatikan saat mengajarkan anak untuk  berpuasa yaitu dengan memastikan asupan makanan saat sahur dan berbuka puasa cukup dan bergizi. 

Dengan menyiapkan menu kesukaan anak dan aneka makanan lain. Akan memuat anak semangat dan terjaga daya tahan tubuhnya. Tapi tetap harus diperhatikan ya, bukan berarti menjadi boros dan belebihan juga.

Selain itu yang tak kalah penting adalah dengan menciptakan suasana bulan puasa yang menyenangkan membuat anak semangat juga untuk ikutan. Yang pasti sih, anak kecil akan mencontoh apa - apa yang orang tuanya lakukan.

Karena memang benar mereka adalah peniru yang ulung. Jadi sebelum ngotot, dan memaksa anak untuk berpuasa, Bapak - Ibu haruslah membiasakan untuk berpuasa Ramadhan dengan sukacita dan penuh semangat pun dengan ibadah - ibadah lainnya.

Jadilah role model yang baik buat anak, supaya mereka punya sosok yang mejadi panutan. Keluarga merupakan circle utama dalam membentuk karakter, sikap serta kebiasaan - kebiasaan. Dan disini tentunya orang tua memiliki peran yang sangat besar untuk membentuknya. 

Berikan contoh dengan perilaku, merupakan cara paling efektif mengajarkan pada anak akan kewajiban puasa dan ibadah lainnya.

Wassalam,

Pertiwiutomo

Amalan di Bulan Puasa

Friday, May 24, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan


Assalamu'alaikum,


Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat mushlim. Bulan penuh berkah karena dilipat gandakannya pahala untuk setiap amal kebaikan yang kita lakukan.



Sangat disayangkan apabila bulan suci ini tidak di gunakan sebaik - baiknya untuk mempertebal iman dan taqwa kita dengan beramal sholeh. 



Memang sih, saat berpuasa itu paling nyaman ya tidur. Terus bangun - bangun udah waktu berbuka. Tidurnya orang berpuasa kan bernilai pahala ya gak sih, tapi kalau seharian cuma tiduran aja sih malahan jadi sia - sia dong.



Padahal, belum tentu kita bisa ketemu lagi dengan ramadhan berikutnya dan ngerasain lagi nikmatnya berpuasa. Jadi, sebisa mungkin saya isi dengan ibadah lain seperti :



1. Sholat sunnah, untuk menyempurnakan sholat wajib yang lima waktu. Sholat sunnah taraweh, dhuha, tahajud, dll.



2. Tadarus, membaca Alquran dan mentadaburi makna yang terkandung didalamnya. Kalau rutin bisa khatam lho dalam sebulan. Sayangnya saya sendiri belum khatam bulan ini. Kalian gimana gaes? Udah khatam berapa kali bulan ini?



3. I'tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk memperbanyak ibadah kepada Allah di waktu malam pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan saat bulan Ramadhan.



4. Zikir, yaitu selalu mengingat dan menyebut nama Allah dalam hati, juga lisan sebanyak mungkin. InsyaAllah akan membuat hati menjadi lebih tenang.


5. Zakat Fitrah, diwajibkan untuk menyempurnakan puasa ramadhan. Penjelasan detail tentang zakat fitrah pernah saya tulis juga dalam artikel : Zakat Fitrah silakan dibaca gaes.

Selain amalan - amalan di atas sebagai warga seorang ibu rumah tangga yang tak kalah penting adalah dengan penuh suka cita mempersiapkan menu sahur dan berbuka puasa untuk keluarga.

BTW, dalam tulisan - tulisan saya tidak ada yang bermaksud untuk menggurui sama sekali atau sok tahu dan merasa lebih baik dalam beribadah. Semata - mata ini semua hanyalah cara saya untuk saling mengingatkan dan berusaha meningkatkan ibadah lebih baik lagi.

Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan kali ini di terima Allah SWT, Aamiin-kan bersama ya gaes, terima kasih.

Wassalam,

pertiwiutomo







Ramadhan Saat Masih Kecil

Wednesday, May 22, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan

Assalamu'alaikum,


Ada banyak hal yang menyenangkan dan bikin kangen dengan suasana ramadhan masa kecil. Salah satu yang paling berkesan semasa sekolah dari SD sampai SMA adalah  dapat Buku Catatan  Ramadhan yang harus di isi  jadwal kegiatan selama ramadhan. Semacam jurnal kegiatan harian .


Penggunaan buku ramadhan ini cukup efektif buat saya sih,  karena jadi lebih teratur melaksanakan ibadah dan termotivasi buat ngelengkapin. Rasanya malu juga kalau isinya bolong - bolong, semacam ambisi bikin  buku itu penuh tandang contreng daripada tanda silang.


Jadi rajin shalat subuh, maghrib, isya dan taraweh selalu di mesjid. Hal ini sama sekali gak bisa memanipulasi, karena ada teman satu sekolah. So, kita saling mnegingatkan dan berlomba - lomba dalam kebaikan.


Rela terkantuk - kantuk dengerin ceramah saat ba'da subuh atau jeda sholat antara tarawih dan sholat sunnah witir. Demi supaya bisa nulis rangkumannya di buku catatan ramadhan. Dan kemudian minta tanda tangan imam sholat dan pemceramah.

Hal yang berkesan lainnya adalah saat ditetapkan libur sekolah selama bulan Ramadhan dan lebaran. Bahagia sekali rasanya bisa jalan - jalan pagi atau sepedaan setelah subuh. Hal yang jarang sekali dilakukan di hari lain selain di bulan suci Ramadhan.

Rindu banget masa itu, masa dimana yang perlu di pikirkan adalah bagaimana supaya bisa puasa sebulan penuh. Tanpa perlu mikirin mudik, THR bahkan membeli oleh - oleh. 


Wassalam,

pertiwiutomo

Zakat Fitrah

Tuesday, May 21, 2019
pict by instagram Blogger Perempuan

Assalamu’alaikum


Sebagai umat mushlim tentunya sudah sangat akrab dengan Zakat, Infak dan sodakoh. Bagaimna tidak, zakat merupakan salah satu dari rukun islam yang ke empat, setelah  syahadat, sholat, dan puasa Ramadhan, kemudian baru dan ibadah haji bagi yang mampu sebagai rukun islam yan kelima.

Bulan ini setelah kita melaksanakan ibadah puasa maka kewajiban kita selanjutnya adalah membayar zakat. Dengan tujuan untuk berbagi pada kaum yang membutuhkan.

Secara bahasa, zakat mengandung arti berkembang, bertambahnya barokah, dan pembersih. Sedangkan secara istilah adalah nama sebuah harta tertentu yang dikeluarkan untuk mensucikan harta atau jiwa, dengan praktek – praktek  dan diberikan terhadap golongan tertentu pula.

Kewajiban berzakat tertuang dalam QS. Al-Baqoroh: 43 yang artinya “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang – orang yang ruku” .
Juga di beberapa surat lainnya dalam Alqur’an, QS. At-Taubat:103,  Qs. surat Albayyinat: 05 serta diperjelas dengan hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari Mushlim.

Macam – macam zakat :
1. Zakat Badan atau yang biasa di sebut zakat fitrah
2. Zakat mal
Harta yang wajib di zakatkan ada 5 macam :
  1. Binatang ternak
  2. Perhiasan ( emas dan perak )
  3. Makanan pokok
  4. Buah – buahan(korma dan anggur)
  5. Harta niaga

Saya yakin banyak diantara kita yang sudah paham perkara zakat ini, tapi tidak ada salahnya saya tuliskan disini untuk me –refresh lagi ingatan kita tentang zakat. Yang akan saya bahas lebih lanjut adalah tentang zakat Fitrah. Sedangkan untuk zakat mall mungkin di lain waktu.

Zakat fitrah disyariatkan pada bulan sya’ban tahun ke 02 Hijriyah. Kehadirannya merupakan nilai tambah (hususiyyah) bagi umat Muhammad SAW. Menurut imam Waki’ zakat fitrah memiliki kesamaan fungsi  dengan sujud syahwi sebagai pengganti kekurangan yang terjadi dalam shalat. Sedangkan zakat fitrah sebagai penyempurna kekurangan yang terjadi selama berpuasa. Zakat fitrah ini hukumnya wajib bagi setiap mushlim.

Syarat wajib Zakat fitrah :
1. Islam
2. Merdeka
3. Menemukan bagian akhir bulan Ramadhan dan bagian bagian awal bulan syawal
  • Setiap anak yang terlahir setelah terbenamnya matahari malam idul fitri atau orang – orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari tidak wajib di keluarkan zakat fitrahnya.
  • Setiap anak yang terlahir sebelum terbenamnya matahari atau orang – orang yang meninggal setelah terbenamnya matahari, wajib dikeluarkan zakat fitrahnya.

4. Mempunyai kelebihan harta
Yakni memiliki kelebihan biaya hidup baik untuk dirinya maupun orang – orang yang wajib di nafkahinya pada siang dan malam hari idul fitri. Apabila tidak demikian, maka tidak wajib mengeluarkan zakat fitrah, meskipun sebenarnya masih memiliki  makanan – makanan yang dipersiapkan untuk hari raya, semisal ikan, makanan ringan dll.

KADAR ZAKAT FITRAH
Setiap mushlim yang telah memenuhi syarat, diharuskan berzakat fitrah untuk dirinya, juga untuk orang – orang yang wajib dinafkahinya yang berstatus mushlim. Sedangkan kadar zakat yang harus dikeluarkan untuk masing – masing  adalah sebanyak satu sho’ makanan pokok daerah tersebut. Yang apabila di konversi menjadi kilogram adalah :
Gandum : 1,862, 18 Kg
Beras : 2,  719,19 Kg

Jadi seperti itu gaes menurut buku fiqh yang saya baca. sedangkan waktu yang paling utama pelaksanaannya yaitu sesaat sebelum shalat idul fitri tapi boleh juga di mulai sejak awal ramadhan hingga sebelum sholat idul fitri. karena setelah sholat idul fitri maka hukumnya makruh sedangkan setelah terbenam matahari maka hukumnya haram.

Yuk siapkan dari sekarang, jangan sampai sibuk belanja baju tapi zakatnya malah lupa!

Wassalam,

Pertiwiutomo


Cara Pakai Hijab Paling Simple

Friday, May 17, 2019

Assalamu'alaikum,

Hijab sebagai salah satu identitas wanita mushlim menjadi sasaran tren mode yang sangat potensial. Aneka jenis model hijab, bahan kain yang digunakan pun bermacam - macam sesuai harga jualnya. Dari mulai yang paling terjangkau sampai yang paling exclusive pun ada. 

Dari sekian banyak model hijab yang beredar di pasaran saya pribadi paling suka dengan hijab instan tentunya dengan dengan pet anti tembem. Ini paling nyaman sih karena tidak perlu takut berantakan apalagi saat digunakan untuk bepergian. Bisa tetap rapi meski harus beberapa kali berwudhu.

Sangat di sarankan untuk menggunakan ciput agar tidak ada rambut yang keluar dan berantakan. Tapi terkadang juga ada moment yang mengharuskan kita menggunakan hijab square. Ya tentu saja konsekuensinya harus bisa memastikan presisi di setiap sisinya. Kemudian di kunci dengan menggunakan peniti atau jarum pentul.

Tapi, sebenarnya yang paling penting buat saya adalah wajib banget pakai ciput rajut yang simpel dan anti pusing supaya nyaman meski harus menggunakan hijab seharian. Meskipun ada beberapa teman yang bisa teteap rapi walau tidak menggunakan ciput.

Mungkin tergantung jenis rambut juga kali ya, mudah di atur atau seperti saya yang cepat sekali berantakan.

Itulah cara simple saya berhijab sehari - hari.

Wassalam,

pertiwiutomo