Lifestyle, Hobi, and Story

Showing posts with label personal. Show all posts
Showing posts with label personal. Show all posts

Akhirnya Saya Download Tiktok

Thursday, February 25, 2021

Assalamu'alaikum semuanya..

TIKTOK merupakan jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya berbagi video pendek yang berisi nyanyian, tarian, dan lain sebagainya. Aplikasi tiktok sendiri dibuat oleh dua orang anak muda dari cina. 

Sejak awal tiktok mulai dibicarakan banyak orang hingga pernah dihujat sana - sini dan 'katanya' sempat pula di take down tidak diijinkan di Indonesia. Kalian pernah denger berita ini gak sih? 

Entah fakta atau cuma gossip saya pun tidak benar - benar tahu karena memang tidak mengikuti berita dan perkembangan tiktok, yang pasti sekarang terlihat tiktok semakin eksis, bahkan lebih menjadi - jadi. Penggunanya tidak lagi anak muda yang alay, bahkan sekarang banyak artis, dan publik figur entah pejabat, entah pengusaha, entah pemuka agama mereka mulai bergabung dan main tiktok. 

Sampai sini saya belum download sama sekali, sampai pada suatu hari tepatnya tanggal 17 februari adik saya meminta saya download tiktok supaya dia dapet bonus entah apa. Dengan berat hati sayapun mulai download, dan resmilah saya menjadi newbie dalam dunia pertiktokan.

Awalnya muncul konten - konten yang random sekali, dari yang gokil sampai yang bikin illfeel. Tapi tenang, kita bisa aja kok untuk memilih konten apa saya yang ingin kita lihat, tinggal klik tanggapan 'tidak tertarik' pada konten yang tidak ingin kita lihat tersebut insyaAllah konten yang bertema serupa tidak akan muncul lagi diberanda akun kita.

Terlepas dari banyaknya konten alay dan kurang mendidik,ternyata banyak juga kok konten yang bagus, misalnya konten tentang resep simple dan lain - lain. Karena pada dasarnya, kita sendiri yang punya kendali  untuk memilih. Tak peduli apapun dan manapun platformnya potensi negatifnya pasti ada. Dan semua kembali pada penggunanya apakah akan menjadikan media sosial sebagai sarana untuk belajar dan menebar kebaikan atau sebaliknya untuk hal - hal negatif dan maksiat.

Semoga kita bisa tetap sadar, bijak dan bertanggungjawab terhadap segala aktifitas kita dimedia sosial.

Wassalam,

pertiwi utomo

Pengalaman Lebaran Saat Pandemi Covid-19

Sunday, May 31, 2020

 


Assalamu’alaikum semuanya..

Karena masih dalam suasana lebaran, saya mau ngucapin selamat hari raya Iedul Fitri mohon maaf lahir dan bathin semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini diterima Allah SWT dan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Suasana lebaran yang tidak biasa, karena harus melewatinya tanpa seluruh anggota keluarga berkumpul, bersilaturahmi, berziarah ke makam orang – orang tersayang yang telah mendahului kita. Kayak bukan lebaran gak sih.. kadang masih sempet mikir gitu. Makanya pas malam takbiran saya sama sekali gak bisa tidur. Udah siapin koper dan bikin list apa saja yang harus dibawa saat mudik, siapa tahu kan di detik – detik terakhir suami akhirnya berubah pikiran dan membandel kemudian kita mudik diam - diam.


Baca juga : Dilema mudik ditengah pandemi


Tapi, pada kenyataannya sampai menjelang subuh kami masih dirumah ini, diperantauan. Ya udah mau gimana lagi, keadaan yang menghruskan demikian. Bukan karena takut sama covid-19 kemudian jadi tidak percaya sama perlindungan Allah SWT, lebih takut sama peraturan perusahaan dan pemerintah, tidak percaya sama takdir, dan lain sebagainya. Seriusan kita dikata-in gitu sama seseorang, dengan kesombongannya.

Padahal, kita tidak mudik adalah sebagian dari ikhtiar maksimal yang dapat dilakukan bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain disekeliling kita juga keluarga besar kita nantinya dikampung halaman. 

Saya percaya mudik atau tidak mudik bukanlah masalah yang besar, yang penting komunikasi masih tetap lancar dan hati kita saling memaafkan serta mendoakan yang terbaik. Jadi buat seseorang ataupun banyak orang yang pada akhirnya tetap mudik, maka berbahagialah kalian karena bisa berkumpul dengan keluarga dan merayakan lebaran dengan sempurna.


Baca juga : Merayakan lebaran dimana?


Saya tidak bikin ketupat, tapi pesen beberapa bungkus lontong sama tetangga yang kebetulan menerima pesanan. Rencananya saya akan bikin sayurnya seseudah sholat Ied. Selain itu beberapa hari sebelum lebaran saya sudah bikin banyak cemilan untuk hidangan lebaran walaupun tidak yakin bakalan ada tamu jadi memang buat sendiri aja, dan sedikit hantaran untuk tetangga.


Baca juga : Bikin kacang bawang renyah untuk sajian lebaran


Ternyata karena memang hampir 99% persen warga diperumahan tempat saya tinggal tidak mudik, jadi lumayan ramai. Kita saling mengunjungi untuk maaf-maafan dengan protokol kesehatan tentunya, yaitu pakai masker dan selalu bawa handsanitizer kemanapun. Makanan berlimpah karena saya juga dikirim ketupat dan kawan – kawannya seperti opor ayam, rendang, kentang balado, dan lainnya. jadi rencana bikin sayur ketupatnya gagal, dan sampai sore pun kami cukup makanan gak masak lagi.





MasyaAllah Tabarokalloh, yang tadinya kebayang bakalan ngerasa sepi banget lebaran cuma berdua aja sama suami, ternyata tidak. Kami disini baik – baik saja dan saling menguatkan. InsyaAllah akan ada masanya berkumpul lagi dengan keluarga besar tercinta. Yang penting pada sehat dulu aja ya kan?

Alhamdulillah, bagaimana hari lebaran kalian?



Wassalam,

pertiwi


Baca juga : Yang dirindu saat setiap lebaran

 

KENAPA BILANG 'TERSERAH'

Tuesday, May 19, 2020
terserah
pict by pinterest


Assalamu'alaikum,

Siang ini saya membaca berita melalui portal berita online yang menyebutkan bahwa hastag indonesia terserah telah menjadi tranding topik. 

Apakah ini suatu bentuk kekecewaan atau kemarahan yang menimbulkan sebuah sikap masa bodoh.

Melihat Masyarakat berbondong2 keluar rumah untuk berbelanja tanpa mengindahkan lagi perlunya sosial distancing, dan lain - lain. mereka sibuk dan seolah masa bodoh. apakah dalam hal ini juga akibat labilnya peraturan yang diterapkan. Entah.

Ada apa dengan indonesia?

Well, saya tidak ingin membahas terlalu jauh karena pasti akan panjang dan jadi merembet kemana - mana. Semuanya terlalu 'embuh' untuk dibahas.

Biasanya nih ya kalau wanita udah bilang terserah artinya suasana hati dan perasaannya sedang tidak baik - baik saja. Hati - hatilah wahai para pria diluaran sana. Jangan abaikan pasanganmu kalau udah bilang terserah. Karena jika diabaikan biasanya akan menyulut konflik yang lebih mendalam.

Beberapa kondisi yang membuat wanita bilang terserah menurut pengalaman saya pribadi adalah:

Sedang Bingung
Sedang Males Mikir
Sedang Bad Mood/Bete
Sedang Lelah
Sedang Ngambek/Marah/Emosi jiwa.
Sedang Tidak Peduli

Nah, kalau kalian lebih sering berada dalam kondisi seperti apa saat bilang 'terserah'?



Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Tujuan mempelajari Sirah Nabawi

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-30 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

TUJUAN MEMPELAJARI SIRAH NABAWI

Monday, May 18, 2020

Assalamu'alaikum semuanya,

Beberapa waktu lalu saat saya dan beberapa ibu - ibu sedang bertolibul ilmi di beri beberapa pertanyaan tentang Rosululloh SAW. Pertanyaan cukup sederhana, Berapakah anak Rosululloh? dan sebutkan nama - namanya

Malu sekali  karena saya tidak bisa menjawab dengan benar. Sekilas bayangan ingatanpun tidak ada, seperti terhapus begitu saja dari memori. Yang paling melekat hanyalah Siti Fatimah, padahal Rosululloh memiliki 7 (tujuh) orang putra putri, yaitu : Alqosim, Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum, Ibrahim dan Siti Fatimah.

Untuk pertanyaan mendasar seperti ini saja saya tidak bisa jawab, sedangkan kalau ditanya nama - nama artis hapal diluar kepala. Seperti ada yang salah dalam diri ini. Kita bilang meyakini, mengimani, mencintai tapi tidak sebegitu kenal dan tau tentangnya. Aneh gak sih?

Itulah mengapa kita perlu belajar lagi Sirah Nabawi. Apa sih sirah nabawi?

Sirah Nabawi adalah Kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW sejak lahir hingga beliau wafat.

Tujuan belajar Sirah Nabawi adalah :

  • Untuk mengetahui gambaran Islam sesungguhnya, sekaligus gambaran syariat yang tergambar dalam kehidupan sehari - hari Rosululloh SAW.
  • Untuk mengetahui dan mengenal Rosululloh lebih dekat supaya kita bisa mencintai beliau, meneladani perilaku dan mengikuti jejak perjuangan beliau sebagai suri tauladan.
  • Untuk menambah keimanan dengan mengetahui bahwa Nabi Muhammad SAW seorang yang terpercaya, bahwa apa - apa yang dilakukannya bukanlah semata - mata kemauannya sendiri melainkan atas bimbingan wahyu  dari Allah SWT. Maka hati akan semakin yakin bahwa kita berada dalam kebenaran.

Yuk, kita baca lagi buku sirah nabawinya, supaya semakin dekat dan semakin mencintai Rosululloh. Jangan sampai kita mengidolakan dan lebih mengenal artis daripada Beliau. 

Wassalam,

pertiwi


Baca juga : Doa sebelum Ramadhan berakhir

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-29 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

KELOLA THR SAAT PANDEMI

Saturday, May 16, 2020


Assalamu'alaikum,

Sudah hampir dua tahun saya sudah tidak lagi menerima THR, ya karena sudah tidak lagi bekerja. Tapi, alhamdulillah masih ada THR dari suami yang boleh saya habiskan tentunya.

Habiskan disini bukan berarti saya secara impulsif membelanjakan semuanya tanpa sisa. Walaupun untuk hal - hal yang bermanfaat sekalipun tetap harus selalu bersikap hati -hati.

Apakah saya benar - benar butuh? apakah ini sangat penting? jika tidak terlalu penting mungkin bisa tunda sampai benar - benar punya dana lebih.

Beberapa hal yang biasa saya lakukan saat mengelola uang THR :

Dahulukan untuk membayar kewajiban, dalam hal ini adalah hutang (jika ada)
THR memang tunjangan pendapatan yang peruntukannya untuk membantu keperluan hari raya. biaya mudik, beli baju lebaram, zakat, sedekag, dan dan segala sesuatu yang biasanya keluarkan saat hari raya. Tapi seandainya kita masih punya beban hutang maka tidak ada salahnya untuk membayarnya dengan dana THR ini.

Diskusikan Rencana - rencana keuangan keluarga
biasanya kami selalu membicarakan banyak hal tentang rencana keuangan ini. tujuan apa yang ingin di capai. misal pengen beli ini itu. harga sekian dan seberapa penting.

Catat Kebutuhan selama hari raya.
Catatlah semua hal yang dibutuhkan untuk hari raya. Dari urutan yang paling penting sampai tidak terlalu penting juga beserta besaran nominal yang akan dikeluarkan.

Dengan catatan ini kita akan mendapat gambaran berapa total biaya yang dibutuhkan. Kemudian saya akan menyampaikan catatan ini pada paksu untuk disetujui. atau jika mungkin akan dikoreksi. entah di tambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Siapkan uang cash dan langsung pisahkan sesuai post.
Hal ini saya lakukan untuk meminimalisir keluarnya uang tanpa kendali. Tentu kita tetap menyediakan dana cadangan untuk hal - hal yang tak terduga tapi tetap setelah point - point yang pokok terpenuhi.

Dengan beberapa tips terebut alhamdulillah pengeluaran yang tak terduga jadi lebih terorganisir. Apalagi saat ada pandemi seperti ini jangan sampai besar pasak daripada tiang. Kita tidak tahu sampai kapan kondisi ekonomi akan kembali stabil. Jadi, ayo bijak mengelola keuangan.

Wassalam,

pertiwi

baca juga : Merayakan Lebaran dimana?

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-27 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

MERAYAKAN LEBARAN DIMANA?

Friday, May 15, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Sebenernya dalam hati kecil ingin mudik tapi melihat situasi dan kondisi saat ini jadi saya harus bersikap bijak untuk tidak mudik sementara waktu. Bukan karena takut sama razia di jalan toll, disuruh puter balik atau apapun.

Saya tidak mudik semata - mata karena saya sadar bahwa ini semua demi kebaikan bersama. Anggaplah ini suatu bentuk perjuangan saya dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Saya tidak bisa bantu dengan tenaga, pun bantu biaya buat penanganan covid-19. Tapi saya sadar kita bisa turut andil dengan mematuhi untuk social distancing sementara waktu.

Biarlah lebaran kali ini hanya saya rayakan berdua saja dengan paksu. Kita masih bisa kok bersilaturahmi dengan cara telepon atau video call. Tentu saja rasanya memang tidak akan sama dibanding dengan kebersamaan saat bertatap muka langsung dengan keluarga tercinta di kampung halaman.

Tapi dalam situasi seperti sekarang, saya cukup bisa bersabar dan terus berikhtiar dengan apa yang  bisa saya lakukan. Terserah jika semua orang mau memilih mudik atau bahkan liburan sekalipun. Atau bahkan jika ada yang menganggap saya terlalu phobia dan berlebihan dalam hal ini, karena toh sudah tidak ada larangan untuk mudik ataupun pulang kampung.

jadi kenapa gak mudik?

Jawabannya terserah kalian, mau mudik atau tidak itu terserah. Karena meski larangan itu masih berlaku bagi yang maksa mudik pun akan tetap mudik kok, dengan menghalalkan segala cara. Dengan menjadi pemudik gelap. Seperti yang sudah banyak terjadi dan diberitakan. Banyak yang terjaring razia saat ada pemeriksaan oleh polisi di jalan raya.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun karena kesadaran itu bersumber dari diri sendiri. kalau masih menganggap semua ini gak penting ya sudah.. Terserah.

Karena setiap orang punya alasannya sendiri. Seperti halnya pemerintah yang nyatanya tidak bisa konsisten membuat keputusan. Demikian juga banyak diantara kita yang jadi berubah pikiran. Awalnya udah rencana gak mudik, jadi memutuskan untuk mudik.

Saya tidak mudik, dan lebaran di rumah saja. Di perantauan.

Tapi entah.. mungkin besok berubah pikiran. Hahaha..

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-26 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

DILEMA MUDIK LEBARAN TAHUN INI

Thursday, May 14, 2020

Assalamu'alaikum semuanya..

Kita berada pada suatu masa, dimana mau mudik tapi galau, bukan karena gak punya ongkos, gak dapet tiket apalagi gak kebagian bus. Iya sekarang mau mudik takut bawa oleh - oleh virus yang sedang mewabah, yaitu covid-19.

Beberapa waktu lalu, pemerintah mengumumkan larangan mudik yang awalnya khusus untuk PNS(pegawai negeri sipil ) dan kemudian berlaku juga buat seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah zona merah covid-19.

Hari libur nasionalpun dirubah. Himbauan agar tidak mudik ada dimana - mana baik di televisi juga di media sosial. Saya dan paksu yang mudiknya cuma butuh waktu tiga jam sebenarnya tidak terlalu risau. Kita bisa mudik atau pulang kampung  kapan saja gak perlu tunggu lebaran. Jadi kalau seandainya tidak mudikpun ya tidak apa - apa. Mau tidak mau harus berpikir bijak.

Sedih? iya.  Karena untuk pertama kalinya lebaran iedul fitri tanpa keluarga. Tapi saya berusaha tidak ngeyel apalagi masa bodoh. Saya merasa punya beban moral untuk patuh pada peraturan dan juga demi kemanusiaan. Supaya pandemi ini segera berlalu.

Jadi, kalau ditanya mudik atau tidak, ya jawabannya Tidak.

Tapi.. 

Saat kemudian pemerintah membatalkan peraturan larangan mudik, kok mendadak jadi bingung. Bingung kenapa peraturannya berubah - ubah. Bingung kenapa harus diperbolehkan jika jadwal hari libur sudah terlanjur dirubah.

'Tidak ada larangan mudik, tapi sebaiknya jangan mudik'. Sungguh terkesan mencle - mencle, tidak konsisten, labil, dan membingungkan. Jadi, intinya semua dikembalikan kepada diri kita sendiri mau tetap mudik atau tidak.

Kita memang harus optimis bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Apalagi melihat jumlah jumlah pasien yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Tapi bukan berati kita lepas kendali. Justru kita harus lebih ketat lagi karena dengan penurunan jumlah ini harusnya kita makin semangst bahwa perjuangan kita untuk #dirumahaja tidak sia - sia dan akan segera mencapai garis finish.

Semoga sebentar lagi kita akan memenangkan pertarungan melawan covid-19 dan berhasil membuatnya musnah untuk selamanya. Jangan lelah berdoa, dan terus berikhtiar.

Kalau kali ini tidak mudik tidak apa - apa, demi kebaikan bersama. Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan baik dan sehat. Aamiin..

Wassalam

Pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-25 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

BIKIN KACANG BAWANG RENYAH

Tuesday, May 12, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Setiap daerah pasti punya tradisi lebaran yang masing - masing. Yang terkadang unik dan berbeda dengan tradisi lebaran daerah lain. Begitupun menu khas saat lebaran tiap daerah juga kadang punya menu yang khas.

Yang biasa saya temui di rumah sendiri dan juga saat berkunjung ke rumah saudara adalah Ketupat sayur, terus rempeyek kacang, kacang bawang, rengginang, bebeapa kue kering seperti nastar, kastengel, semprit, telur gabus dan aneka macam cemilan lainnya.


Dan saat ini saya mau berbagi resep bikin kacang bawang yang gurih dan renyah. Dijamin anti gagal, soalnya buat pemula seperti saya aja berhasil hehe...

Kacang Bawang Renyah

Bahan :
2 kg Kacang tanah yang sudah dikupas
1 bungkus santan instan ukuran 65ml
20 siung bawang putih, bisa ditambah jika ada
10 lembar daun jeruk purut
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk
1500ml air
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

  • Cuci bersih kacang tanah yang telah dikupas, lakukan dengan hati - hati agar butirannya tidak pecah, kemudian tiriskan.
  • Iris bawang putih, bagi rata menjadi 2 bagian, satu bagian irisan bawang putih untuk merendam kacang, satu bagian lagi nanti akan digoreng untuk taburan.
  • Masukkan 1500ml air kedalam wajan, tambahkan santan instan, gula, garam, kaldu bubuk dan satu bagian bawang putih juga daun jeruk, tunggu hingga mendidih.
  • Jika sudah mendidih tuang ke dalam wadah yang berisi kacang tanah, pastikan seluruh kacang tenggelam dalam rebusan air bumbu dengan sempurna, tunggu 1 - 2 jam.
  • Jika sudah 1 - 2 jam tiriskan kacang, dan siap untuk digoreng dalam minyak panas dan api sedang. Perhatikan tingkat kematangan, angkat setelah warna kuning keemasan jangan tunggu terlalu matang, supaya tidak gosong.
  • Setelah diangkat, tambah dengan sedikit garam apabila kurang asin, juga taburan bawang putih goreng. simpan ke dalam toples saat hawa panasnya hilang.
Kacang bawang renyah, siap dihidangkan untuk menemani hari raya.

Kaiian bisa juga liat cara masakanya di Channel youtube saya ya 




wassalam, 

pertiwi

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-23 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

ALHAMDULILLAH, BAJU BARU..

Monday, May 11, 2020
Alhamdulillah, Baju Baru


Assalamu'alaikum Semuanya..

Lebaran indentik dengan baju baru, dulu saya pikir begitu. Rasanya kurang afdol kalo lebaran gak pake baju baru, kaya ada yang kurang aja. Dan jadi minder juga karena lihat temen - temen pakai baju baru semua. Bahkan tak hanya baju, sandal, jam tangan, mukena terkadang maunya ikutan baru.

Ada rasa penasaran dan 'deg-deg' nanti dibeliin baju apa ya buat lebaran. Semoga yang bagus kayak model begini, model begitu. Maklum dulu saya mah terima aja mau dibeliin baju apa juga, tidak pernah ditanya maunya kayak apa. Sudah dibeliin aja alhamdulillah, jadi sebisa mungkin gak protes. 

Tapi semakin dewasa pola pikir seperti itu makin tergeser. Padahal udah punya pendapatan sendiri dan mengelola uang sendiri jadi bisa dong puas - puasin diri buat belanja baju biar terlihat fashionable. Kenyataannya entah kenapa rasanya tidak se-excited itu untuk beli baju baru buat lebaran. 

Mungkin karena sudah semakin sadar bahwa hakikat lebaran adalah jiwa yang kembali firah. Setelah berpuasa sebulan lamanya dengan harapan Allah SWT menerima segala amal ibadah kita di bulan Suci Ramadhan, puasanya, sholatnya, tadarusnya, zakatnya, dan segala amal ibadah lainnya. Aamiin.

Selain memohon ampunan pada Allah SWT, kita juga diharapankan bisa saling memaafkan satu sama lain atas kesalahan -kesalahan kita terhadap sesama manusia.

Jadi, beli baju baru apa tidak? 
Hemm.. gak pengen beli, tapi dibeliin paksu, gimana dong? 

Ya udah, Alhamdulillah.. 

Wassalam, 


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-22 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

HARAPAN UNTUK RAMADHAN TAHUN DEPAN

Sunday, May 10, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Jika kalian merasa Ramadhan kali ini tak seperti biasanya, kita sama. ya kita semua merasakan hal yang sama. So, jangan sedih berlarut fokus saja pada apa yang bisa kita lakukan sekarang.

Tidak bisa sholat taraweh berjamaah dimasjid, kita masih bisa tarawih berjamaah di rumah. Jika tidak ada agenda buka puasa bersama dengan handai taulan, dan teman - teman, kitaasih bisa buka puasa bersama dirumah dengan keluarga.

Jadi keingetan dengan moment Ramadhan seetiap tahunnya sebelum ada pandemi ini. Dimana kita sudah mempersiapkan ini itu buat mudik nanti. Tapi, kali ini jadi serba bingung. Mau siap - siap mudik takut kecewa gak jadi mudik, tapi kalau gak siap - siap mudik kok kayak ada yang kurang lebaran tanpa sungkem ke orang tua di kampung.

Dalam situasi yang rumit seperti sekarang ini harapan saya adalah semoga masih selalu diberi kesehatan dan tetapnya iman supaya bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Dalam suasana yang lebih baik, lebih khusyu, leih bahagia.

Kabulkan ya Allah..

wassalam,


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-21 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

TETAP BERSYUKUR WALAU PUASA DI TENGAH PANDEMI

Saturday, May 9, 2020

tetap bersyukur ramadhan di tengah pandemi
cheese cake


Assalamu'alaikum semuanya..

Hari ini, sudah hari ke-16 Ramadhan, itu artinya kita sudah menjalankan puasa selama 16 hari lamanya, lebih dari setengah perjalanan kita lalui. 


sudahkah kita bersungguh - sungguh menjalankannya?
sudahkah kita isi dengan ibadah yang maksimal?
sudah berapa juz tadarus kita?
sudahkah kita menang melawan hawa nafsu kita?

Belum terlambat gais, untuk berbenah dan meningkatkan ibadah kita, masih ada separuh perjalanan lagi. Semoga kita semua tidak termasuk orang - orang yang merugi. Aamiin.

Berhenti merutuki keadaan yang sedang tidak baik - baik saja ini, apalagi terus menerus mengasihani diri. Kita tidak sendirian, hampir seluruh umat manusia merasakan dampak pandemi ini. bukan hanya, saya atau kamu. Mungkin dibelahan bumi yang lain masih ada yang bahkan tidak bisa sekedar untuk menyiapkan makan sahur dan berbuka. Bahkan untuk sekedar menghirup udara kebebasan.

Mengeluh tidak dilarang, sesekali bolehlah untuk melepaskan segala beban. Tidak ada yang salah dalam mengeluh. Yang salah adalah jika kita habiskan seluruh waktu kita untuk mengeluh dan mengeluh tanpa upaya untuk bangkit. dan berusaha mencari hikmat dari permasalahan yang ada.

Ingat, tak ada satupun kejadian dimuka bumi ini baik kebahagiaan ataupun musibah sekalipun atas izin Allah. semua itu semata - mata untuk menguji setiap hambanya supaya senantiasa bersabar.

Saya, patut bersyukur masih diberi kesehatan yang tentunya tidak bisa ditukar dengan harta benda seberapapun banyaknya. Jangan pernah lupa bersyukur gais, bersyukrlah insyaAllah nikmatu akan di tambah. 

Alhamdulillah wa syukurillah..

Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Kegiatan selama bulan ramadhan

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-20 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

KEGIATAN SELAMA BULAN RAMADHAN

Thursday, May 7, 2020
Assalamu'alaikum semuanya..

Meski suasana Ramadhan tahun ini terasa berbeda dibanding tahun - tahun sebelumnya karena tidak adanya shalat tarawih berjamaah bagi wanita, tidak adanya rombongan yang keliling membangunkan sahur, atau bahkan berhentinya kegiatan pengajian hingga acara buka puasa bersama yang benar - benar menjadi wacana forever.


pertiwiutomo.com
Siri grading hijau dan siih gading marbel quin/ varigata




Tapi itu semua seharusnya tidak mengurangi nilai ibadah kita ya kan, justru seharusya kita jadi lebih khusyu berpuasa meski segala sesuatunya hanya dilakukan dirumah saja. Yang paling dikhawatirkan adalah jika kita malah semakin kendor dalam beribadah. Terkadang muncul rasa males, mager dan lainnya saat harus melakukannya shalat tarawih dirumah dengan alasan ngantuklah, ketiduran lah, jadi yang tetap harus dipertahankan adalah niatnya. Jangan sampai kalah oleh rasa malas.

Selama bulan Ramadhan tahun ini saya menjalani rutinitas seperti biasanya saja hanya sedikit perubahan waktu. Yang biasanya masak pagi, sekarang siang atau sore, yang biasanya jarang tidur siang sekarang jadi ngantukan dan banyak tidur siang, tapi malemnya sering begadang. Adakah yang mengalami seperti ini, jam tidurnya jadi berantakan?

baca juga : kegiatan seru saat harus di rumah saja

Selain diisi dengan banyak kegiatan ibadah dan masak memasak, rutinitas lain yang masih saya lakukan adalah berkebun. merawat beberapa tanaman supaya rumah tidak gersang. Walaupun tidak punya lahan yang luas, walaupun koleksi tanamannya ya itu - itu saja, walaupun kadangkala ada tanaman yang akhirnya mati. Intinya jangan menyerah. 


pertiwiutomo.com


Bagi yang masih dihantui bayang - bayang label orang lain yang bilang kalau, "bercocok tanam itu harus punya bakat, harus yang bertangan dingin." fix, buang jauh - jauh pendapat seperti itu, karena itu semua hanya mitos yang sama sekali tidak beralasan. Siapapun bisa berkebun, tinggal balikin lagi ke diri sendiri niat atau tidak melakukannya.


pertiwiutomo.com
Sirih gading silver// scindapsus


Bagi pemula pilihlah tanaman yang mudah dirawat dan cenderung tidak rewel. Misalnya tanaman gantung sirih - sirihan, bougenvile, ataupun lidah mertu. mereka ini tidak perlu perawatan khusus yang penting rajin di siram saja. Hemm.. apalagi ya, next time deh saya tulis lagi tentang tanam menanam. Pokoknya mulai aja dulu ya gais.

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-18 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

CHANNEL FAVORIT UNTUK BELAJAR NGAJI

Wednesday, May 6, 2020
channel untuk belajar ngaji


Assalamu'alaikum, 

Semakin dewasa, semakin saya nyesel karena jaman kecil dulu saya tidak belajar ngaji dengan serius. Alhasil saya harus belajar lebih keras sekarang.

Sempet ikutan kelas Tahsin satu tahun, sekian tahun lalu waktu masih kerja shift dan kuliah juga. Jadwalnya hari minggu tapi sering bolos karena harus lembur kerja. Walaupun kurang maksimal, setidaknya bisa refresh lagi beberapa hukum tajwid yang tadinya sudah lupa. 

Tapi tetep ya namanya ngaji itu kan emang harusnya dilakukan secara rutin biar paham hukum tajwid bukan hanya sekadar tahu dan hafal saja. Suka kesel sama diri sendiri, kalo baca buku cerita kuat berjam - jam tapi saat ngaji beberapa menit saja langsung nguap - nguap. Parah banget deh.. 

Ini setannya yang expert atau memang saya yang kelewat lemah imannya sih, huhuhu.. Astaghfirulloh.

Sampai akhirnya saya rutin baca doa ruqyah mandiri buat membentengi diri. Alhamdulillah ngantuk hilang saat ngaji, begitupun saat dengerin murotal. Jadi, saat kita merasa baik - baik saja, bisa jadi tetap ada saja setan yang gangguin ibadah kita. Itulah pentingnya untuk selalu mendekatkan diri pada Allah SWT minta supaya dikuatkan iman Islam kita dan  dijauhkan dari godaan syetan yang terkutuk.

Menurut Hadist mencari ilmu agama itu hukumnya wajib, sepanjang usia. Tidak ada alasan malu, atau gengsi. Dan tidak ada kata terlambat untuk memulai. 

Selain masih ikutan belajar ngaji lagi bareng ibu - ibu deket rumah seminggu sekali. saya juga sering buka youtube untuk belajar dan dengerin murotal. di channel Ochi Yosi Official dan Muzammil Hasballah.

Bener - bener adem banget tiap kali denger mereka ngaji. Jadi semangat untuk terus belajar memperbaiki bacaan Alqur'an. Meski masih jauh dari sempurna.

Jangan pernah lelah belajar, tetap semangat.

Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Menjalani puasa saat pandemi



Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-17 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

PUASA RAMADHAN SAAT PANDEMI COVID-19 MELANDA NEGERI

Monday, May 4, 2020

Assalamu’alaikum


Ramadhan adalah bulan suci, bulan yang penuh berkah dan selalu dinantikan setiap umat mushlim yang beriman. Karena di dalamnya ada keistimewaan dan pahala yang tidak didapat pada bulan lainnya, tentu saja apabila kita beribadah dengan sungguh – sungguh.

Namun Ramadhan tahun ini terasa berbeda dari Ramadhan tahun sebelumnya. Bukan ibadahnya akan tetapi suasana yang menyelimutinya. Tidak ada keriuhan khas nuansa Ramadhan yang biasanya saya rasakan. Semua ini adalah demi memutus rantai penyebaran covid-19.

Kalau biasanya kita bisa sholat tarawih berjamaah di mushola atau masjid, sekarang kita sholat tarawih di rumah masing – masing karena ada himbauan yang boleh sholat tarawih hanya Bapak – bapak dan tentu saja membawa sajadah masing – masing dan tetap menggunakan masker, sedangkan ibu – ibu cukup di rumah saja. 

Pernah saat hari pertama Ramadhan mushola dekat rumah menggunakan pengeras suara tapi ternyata mendapat teguran dari satgas covid-19. Jadi kegiatan keagamaan di mushola dan masjid benar – benar dibatasi.

Dan untuk pertama kalinya dalam Ramadhan ini saya tidak ada kegiatan buka puasa bersama dengan siapapun kecuali dengan suami. Ya, bahkan untuk beli takjil saja jadi kurang selera, alhasil saya jadi harus rajin masak dan uji coba berbagai resep.

Tapi, untuk pertama kalinya saya bisa santap sahur dan berbuka bareng suami setiap hari karena efek WFH ( work from home) entah apa namanya bisa juga dikatakan dirumahkan sementara waktu. Meski tetap harus absen dan share location setiap hari. Mungkin untuk memastikan para pegawainya stay at home, tidak keluyuran kemana - mana apalagi mudik.

Meski sedang dikepung oleh covid-19 Ramadhan tetap bermakna, justru kali ini terasa lebih khusyu. Ada banyak hal yang bisa direnungkan. Manusia adalah makhluk yang lemah, jika tanpa pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT. Maka jangan sia – siakan kesempatan kita untuk beribadah di bulan suci ini. Belum tentu kita bisa berjumpa dengan Ramadhan lagi tahun depan.
Ya, karena jarak antara hidup dan mati ternyata sedekat itu.

wassalam,

pertiwi

baca juga : Lima tempat yang ingin didatangi saat pandemi berakhir

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-15 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

LIMA TEMPAT YANG INGIN SAYA DATANGI SAAT PANDEMI INI BERAKHIR

Sunday, May 3, 2020

Assalamu'alaikum semuanya..

Sudah berapa lama ruang gerak kita dibatasi karena adanya pandemi covid-19 ini. Mungkin sekitar dua bulanan lebih ya sejak pertama kali ditemukan kasus positif untuk pertama kali sekitar pertengahan bulan maret, kalau tidak salah.


Wajar banget sih kalau sudah mulai bosen dan uring - uringan. Namanya juga manusia, jadi ya sangat manusiawi kalau bosen, bete, emosi jiwa atau apalah itu. Waktu sekolah tiap hari, pada males bilangnya pengen libur, waktu kerja bilangnya lelah dan liburnya kurang lama, dan pengen rebahan aja dirumah.

Dan saat harus di rumah aja, ngeluh lagi pengen kesekolah, pengen berangkat kerja, kangen nongkrong bareng, endebra endebre.

Agak ngeselin ya kelakuan si manusia ini, macam gak ada bersyukurnya.*eh, anda manusia bukan? haha ngomongin diri sendiri*

Sekali lagi karena kita manusia, ya jadi segala kebosanannya cukup manusiawilah ya, dan lagi kalau kita mesti keluar rumah juga bukan semata - mata karena bosan saja. Bisa jadi karena memang ada keperluan mendesak yang mengharuskan kita keluar rumah, jadi jangan negauf thinking dulu ya gais.

Saya sendiri mulai menghayalkan beberapa tempat yang nantinya akan saya kunjungi saat pandemi ini berakhir.

Salon
Bukan sebuah rutinitas yang terjadwal. Bahkan bisa dikatakan setahun sekali aja gak. Tapi dalam dalam situasi yang bikin pening kepala ini, jadi kepikiran pengen creambath, sambil dipijit kepalanya sama mbak salon. so,relaxing.

Klinik dokter gigi
Terakhir ke dokter gigi tahun kemarin sekitar bulan februari atau maret buat bersihin karang. Dan tadinya berencana mau rutin setiap setahun sekali. Tapi, sepertinya harus bersabar mungkin sampai akhir tahun atau awal tahun depan.

Klinik Kandungan
Bismillah ya, gak boleh berputus asa dalam ikhtiar.

Rumah bekam
Terakhir bekam itu tahun kemarin, lupa bulan berapa. Dan rasanya sudah mulai banyak darah kotor yang harus dibuang. 

Mall
Mau apa dong kalo ke mall, selain buat belanja, ya tentu hiburan emak - emak adalah cuci mata. hehe.. 

Semoga pandemi ini segera berakhir biar segala ke khawatiran tiap keluar rumah juga segera musnah.


Salam sehat ya..


wassalam,


pertiwi 



Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-14 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

LIMA CHANNEL FAVORIT UNTUK BELAJAR MEMASAK

Saturday, May 2, 2020
lima channel favorit untuk belajar masak



Assalamu'alaikum semuanya..

Setiap saya buka sosial media banyak sekali teman yang share hasil kreasi dari dapur, berupa masakan yang terlihat sangat menggiurkan ditambah lagi dengan photo yang cantik. Baik itu menu harian, kue, dessert bahkan minuman.


Sayapun sedikit banyak jadi terpengaruh, selain karena penasaran sama rasa dari makanan tersebut, juga tertantang untuk bisa membuatnya sendiri. Saya cukup puas jika berhasil mencoba suatu resep dan hasilnya cocok dengan selera saya sendiri juga selera suami.


berikut ini adalah 5 (lima) channel youtube yang belakangan ini sering sara recook resep - resepnya :


The Hasan Video

Channel ini secara konsisten menampilkan konten resep berbagai makanan, juga tips dan trik saat proses pembuatan.  si pemilik konten juga secara terkadang menjelaskan harga bahan baku dan perincian total biaya pembuatan sendainya ingin  memjadikan makanan tersebut untuk dijual. 

CR Cook

Channel yang kedua adalah CR Cook. Channel ini menyajikan resep - resep dengan simple dan cukup jelas dan mudah diikuti. Dari mulai menu harian sampai aneka kue kering.  

Puguh Kristanto Kitchen

Ini youtuber asal mojokerto yang narasi dalam videonya kadang kocak. Saya pertama kali subscribe saat sedang mencari resep kue kering yang tanpa oven. Karena kebetulan saya belum punya oven. Dari mulai subscribernya ribuan sapai sekarang sudah sampai satu juta lebih. Tak heran sih soalnya resep - resep yang di share terbilang praktis dengan alat dan bahan seadanya.

Cooking with hell

Baru - baru ini saja sih, channel ini saya tonton karena resepnya banyak berseliweran di beranda facebook. Dan ternyata memang rekomended sih..

Atha Naufal

Sama halnya dengan channel Cooking with hell, saya mulai subscribe channel ini karena sering lihat video resepnya di beranda facebook.


Sebenarnya masih banyak lagi channel yang sering saya tonton, jarena terkadang saya juga membandingkan beberapa cara masak untuk satu resep yang sama, kemudian saya akan pilih resep mana yang saya anggap paling pas dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan saya. Tapi sementara ini lima channel di ataslah yang sering saya kunjungi.

Jadi, sudah makin jago masak dong? hemm.. lumayan, hehe.. 


Wassalam,


pertiwi

Baca juga : Yang perlu dipersiapkan saat di rumah
Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-13 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge