Lifestyle, Hobi, and Story

Jodoh Pasti Bertemu ( Rumahku Surgaku )

Saturday, August 13, 2016
Kalo di inget - inget perjalanan dalam pencarian rumah lumayan melelahkan, kesana kemari naik motor butut yang kata Pak Suami udah gak bisa lari kenceng. Panas tau gak sih... panassss.. *sambil mringis-mringis kalo ada polisi tidur.

Sejak Pak Suami menerima tawaran mutasi ke daerah cikampek, jadilah kami memantapkan diri  buat mempersempit wilayah pencarian, kalo gak cikampek ya purwakarta. Lha terus apa kabar saya kalo berangkat kerja nanti? secara kantor saya ada di bekasi timur.
Kan nanti mau di buatin kantor baru sama Pak Suami alias kantoran di rumah aja.. jadi Ibu RT.

Sekitar Pertengahan 2015 sebenernya kami dalam kondisi hopeless banget, rasanya udah pasrah banget deh sama Allah.. Ya Allah mudahkanlah kami mendapatkan rumah.. Aamiin.

Meski melalui proses yang penuh drama, nyatanya Allah memudahkan proses pembelian rumah ini. Alhamdulillah.

gimana gak drama coba, di awali dengan diskusi yang cukup sengit antara kami berdua saya memutuskan mundur dari arena perdebatan, terserah Pak Suami deh dapet dimana, dan saya wajib gak rewel ini itu lagi. ____________sabarrrrrrr..____________________.

Bener dong ternyata, dapet lokasi yang sebenernya saya sudah bilang "NO" tapi berhubung udah janji gak rewel lagi ya sudah saya telen lagi deh... bermacam kalimat kompline...



bersambung...

Survey Lokasi Perumahan

Saturday, July 30, 2016
Seperti yang sudah saya janjikan, dan mumpung koneksi internet lagi bersahabat. juga mood untuk menulis sedang menggelegak, maka langsung aja ya saya ceritain perjalanan kami mencari jodoh yang lain itu alias rumah idaman kami, yang memenuhi kriteria yang telah kita bahas sebelumnya.

Setelah cari info sana - sini dari berbagai sumber, kami mengunjungi beberapa perumahan tapi pada kesempatan kali ini tidak dapat di review semuanya yaa.. karena udah agak lupa. dan cuma liat sekilas. Jadi hanya sebagian besar saja ya...


  • 1. Perumahan Grama Puri Taman sari
Ada didaerah cibitung, bekasi. Kenapa kesini? karena saya pernah tinggal di perumahan ini selama kurang lebih 1 tahun waktu pertama hijrah merantau, ikut dengan kakak yang kebetulan punya rumah disini. kebetulan juga kaka saya ini menawarkan salah satu rumahnya yang saat ini sedang di kontrak orang untuk saya beli dengan harga terjangkau dan mau menunggu dan membantu proses pengajuan KPR dalam memberikan kelengkapan surat - surat.
kelebihan dari perumahan ini, ada angkutan umum yang lewat meskipun tidak 24 jam. harga tentu saja bisa di negosiasi lingkungannya lumayan bagus. kekurangannya, untuk jam - jam sibuk seperti pagi hari dan sore hari relatif macet sedangkan jarak tempuhnya lumayan jauh dengan tempat kerja saya apalagi tempat kerja suami. Airnya terkadang berbau karena memang posisinya dekat dengan kali, juga rawan banjir, meskipun hanya banjir saat curah hujan tinggi dan wilayah lain sudah banjir parah, tentu saja saya dan suami tidak mau ambil resiko banjir inilah ya,,,

Akhirnya saya harus mencoretnya dari daftar.


  • 2. Perumahan Metland Tambun
Secara umum Bagus, sesuai lah sama kriteria.. paling tinggal siapin dana aja karena budgetnya emang lebih mahal.

keep dulu lah yaa.. *apalah daya akhirnya Pak Suami di mutasi ke cikampek*
coret lagi aja deh dari daftar.


  • 3. Perumahan Grand Residence & Bekasi Timur Regency
Sebenernya kedua perumahan ini yang paling jadi inceran andai saja Pak Suami gak mutasi ke cikampek. harganyapun masih dalam ambang batas kemampuan kami. Lingkungannya masih lumayan hijau dan adem, menurut beberapa teman kualitas airnya bagus.


  • 4. Perumahan Kota Baru Cikampek
Jauh dari jalan raya, tidak ada angkutan umum yang jadi pertimbangan, selain itu setelah kita coba tanya ke bagian pemasaran harganya lumayan mahal tidak sebanding dengan lokasinya.
alasan lainnya perumahan ini cukup gersang.


  • 5. Perumahan Bumi Cikampek Baru
Ini di remomendasiin temennya Pak Suami, menurut saya, perumahanya standar, sanitasi kurang, gersang, jalanannya masih berantakan padahal itu perumahn udah lama lho..
menurut Pak Suami sih oke aja, karena banyak temen- temen dia yang di mutasi ke cikampek beli rumah disitu tapi sementara ini saya sih Big NO.

*coret dari daftar yaahhh..


  • 6. Perumahan Bukit Indah Residence
Pertimbangan paling kuat untuk menjatuhkan pilihan ke perumahan ini adalah lokasinya cukup dekat dengan tempat kerja suami, bagi yang suka kulineran pasti ngerti sate maranggi yang di cibungur purwakarta kan?
Nah.. perumhan ini letaknya gak terlalu jauh dari situ. dekat dengan jalan toll juga.

akhirnya kami langsung booking aja. waktu iu booking sekitar 1,5jt ditambah booking rumah yang depannya taman 1,5 jt jadi totalnya 3jt rupiah. tapi kami nyesel banget karena ternyata prosesnya lama kami tidak kunjung di hubungi baik dari pihak perumahan maupun bank.

Padahal kami sudah mengisi aplikasi dengan lengkap. yang lebih parah lagi bagian pemasaran jadi susah di hubungi.
Dengan berat hati akhirnya kami ikhlaskan dan segera mencoret perumahan ini dari daftar. Bahkan sampai akhirnya terakhir kalin saya ke cikampek beberapa bulan lalu proyek perumahan ini seperti mangkrak dan tak berkembang.

byee maksimal deh yaa..


  • 7.Perumnas Bumi Gandasari
- Direkomendasiin adek iparku, udah dikirim brosurnya juga rekomended banget. Alasannya, ukuran tanah lebih luas, bangunan dengan bata merah, dan harganys cocok sama kantong, dekat dengan tempat kerja suami, daerah dataran tinggi lumayan adem juga. Tanpa pikir panjang saya minta suami buat booking 1 (satu) unit. Entah waktu itu karena alasan apa tiba - tiba suami jadi gak berminat dan memutuskan untuk gak ngisi aplikasi dan mengikhlaskan uang bookingnya.

- Dapat info dari sahabatku ada unit yang akan di jual, Setelah berkunjung ke pemilik dan coba negosiasi harga yang alot, akhirnya gagal lagi.

- Mencari rumah via Olx juga kami lakukan, dapat rumah yang lumyan bagus dan layak huni juga harganya terjangkau. ternyata di perumahan ini juga. OMG.
coba hubungi contact person yang tercantum di iklan dan di respon dengan baik. langsung bikin janji untuk ketemu dan survei. sudah sampai pada tahap saling kirim data via email. terutama surat- surat rumah untuk kelengkapan data pengajuan KPR.
berakhir sama, Gagal. Karena mendadak kurang cocok dengan masalah kesulitan air yang hanya bergantung dengan PAM dan tidak dapat dibor dengan jet pump sekalipun.

Sampai tahap ini kami berdua nyaris menyerah. Lelah hati dan lelah fisik juga, mondar mandir kesana kemari tapi tak kunjung sepakat, Kurang lebih hampir 2 tahun-an sejak pertama kali mulai berniat cari rumah. Mungkin inilah yang disebut belum berjodoh yaa..
Beneran deh.. yang namanya belum berjodoh susah memang.


Berbagai Pertimbangan Sebelum Membeli Rumah

Awal menikah di sekitar tahun 2013 lalu, saya pribadi belum terpikir untuk segera pindah dari kontrakan yang sampai saat ini masih kami tempati.

Bagaimana tidak, Rencana pernikahan saya dan suami terbilang singkat hanya butuh waktu sekitar 3 (tiga) bulan tanpa proses pacaran. Tentunya dengan budget pas - pasan. Mulai tinggal bareng suami hanya membawa pakaian dan lemari plastik 4 susun yang bergambar doraemon, saya menyebutnya lemari doraemon. Meski dalam kondisi yang serba pas -pasan tapi tidak mengurangi kebahagiaan kami saat itu. 

Ternyata memulai hidup bersama dari Nol, membuat kami lebih kuat, lebih saling memahami dan lebih mandiri.

Satu semester setelah pernikahan saya tidak kunjung hamil, kami tidak menunda tapi juga belum berusaha untuk program hamil. justru kami mulai merencanakan untuk mencari rumah tinggal. setidaknya itu adalah langkah awal kami mempersiapkan diri menjadi orang tua.

Mulai mengalihkan kegiatan weekend-an yang biasanya hunting makanan atau nonton film menjadi keliling cari perumahan.

Banyak orang bilang mencari rumah hampir sama seperti mencari jodoh. terkadang yang menurut orang lain baik belum tentu "Sreg" di hati.kita. beberapa pertimabangan saya dan suami dalam mencari rumah adalah :

  1. 1. Lokasi yang strategis
Tidak terlalu jauh dari tempat kerja jadi prioritas utama kami, tentunya dengan pertimbangan supaya bisa menghemat biaya transportasi, juga pertimbangan waktu. Sangat tidak nyaman tentunya kalo jarak rumah ketempat kerja harus dilalui berjam-jam dalam kemacetan. 
karena saat itu suami kerja di jakarta dan saya kerja di bekasi maka kami mencari rumah di sekitaran bekasi tapi yang tidak terlalu jauh dari jakarta.

  1. 2. Aksesnya mudah
Dekat dengan jalan raya, dan banyak di lalui angkutan umum menjadi pilihan yang tepat. karena saya yang belum bisa mengendarai motor dengan baik. Lagi pula kami hanya memiliki motor yang usianyapun terbilang sudah tidak muda lagi, tentu saja performanya tidak dapat diandalkan secara berlebihan.

  1. 3. Lingkungan
Menjadi salah satu pertimbangan karena, lingkungan yang baik akan baik buat perkembangan anak nantinya. Bagaimana nanti bergaul, memilih teman bermain dan lain sebagainya. tentunya dalam hal ini masih terlalu dini untuk menilai baik buruk lingkungan jika hanya melihat sepintas saja. jadilah prioritas kami dalam hal lingkungan ini terkait kebersihan dan sanitasi. Selokan pembuangan air, pembuangan sampah, lokasi taman, banyak tidaknya tanaman di sekitar, lokasi masjid terdekat, 

  1. 4. Ketersedian Air Bersih
karena ada beberapa wilayah bekasi jam saya masih nge-kost sendirian, airnya yang bau besi, banyak pasir dan lain - lain, Saat itulah saya berpikir tiap kali pindah kontrakan, apalagi kelak punya rumah sendiri ketersedian air jadi sangat penting. "siapa yang bisa hidup tanpa air?" yang jelas bukan saya.

  1. 5. Biaya = Harga
Dari sekian banyak pertimbangan, sesungguhnya pertimbangan harga jadi kunci penentu, Kami memilih rumah yang sesuai dengan budget, supaya nantinya tidak besar pasak daripada tiang.
apalagi saat itu, wara - wiri tanya di setiap perumahan sebenernya kami belum punya dana yang cukup bahkan untuk membayar DP nya.. hufffftt.

Demikianlah pertimbangan kami dalam memilih rumah, yang pastinya kurang lebih sama ya.. dengan orang - orang kebanyakan.

Nanti insyaAllah akan dilanjut lagi ceritanya, tentang perumahan mana aja sih yang udah kami datangi, mau diinget - inget lagi.. udah lumayan lama soalnya.