Lifestyle, Hobi, and Story

Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Pengalaman Lebaran Saat Pandemi Covid-19

Sunday, May 31, 2020

 


Assalamu’alaikum semuanya..

Karena masih dalam suasana lebaran, saya mau ngucapin selamat hari raya Iedul Fitri mohon maaf lahir dan bathin semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini diterima Allah SWT dan kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Suasana lebaran yang tidak biasa, karena harus melewatinya tanpa seluruh anggota keluarga berkumpul, bersilaturahmi, berziarah ke makam orang – orang tersayang yang telah mendahului kita. Kayak bukan lebaran gak sih.. kadang masih sempet mikir gitu. Makanya pas malam takbiran saya sama sekali gak bisa tidur. Udah siapin koper dan bikin list apa saja yang harus dibawa saat mudik, siapa tahu kan di detik – detik terakhir suami akhirnya berubah pikiran dan membandel kemudian kita mudik diam - diam.


Baca juga : Dilema mudik ditengah pandemi


Tapi, pada kenyataannya sampai menjelang subuh kami masih dirumah ini, diperantauan. Ya udah mau gimana lagi, keadaan yang menghruskan demikian. Bukan karena takut sama covid-19 kemudian jadi tidak percaya sama perlindungan Allah SWT, lebih takut sama peraturan perusahaan dan pemerintah, tidak percaya sama takdir, dan lain sebagainya. Seriusan kita dikata-in gitu sama seseorang, dengan kesombongannya.

Padahal, kita tidak mudik adalah sebagian dari ikhtiar maksimal yang dapat dilakukan bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain disekeliling kita juga keluarga besar kita nantinya dikampung halaman. 

Saya percaya mudik atau tidak mudik bukanlah masalah yang besar, yang penting komunikasi masih tetap lancar dan hati kita saling memaafkan serta mendoakan yang terbaik. Jadi buat seseorang ataupun banyak orang yang pada akhirnya tetap mudik, maka berbahagialah kalian karena bisa berkumpul dengan keluarga dan merayakan lebaran dengan sempurna.


Baca juga : Merayakan lebaran dimana?


Saya tidak bikin ketupat, tapi pesen beberapa bungkus lontong sama tetangga yang kebetulan menerima pesanan. Rencananya saya akan bikin sayurnya seseudah sholat Ied. Selain itu beberapa hari sebelum lebaran saya sudah bikin banyak cemilan untuk hidangan lebaran walaupun tidak yakin bakalan ada tamu jadi memang buat sendiri aja, dan sedikit hantaran untuk tetangga.


Baca juga : Bikin kacang bawang renyah untuk sajian lebaran


Ternyata karena memang hampir 99% persen warga diperumahan tempat saya tinggal tidak mudik, jadi lumayan ramai. Kita saling mengunjungi untuk maaf-maafan dengan protokol kesehatan tentunya, yaitu pakai masker dan selalu bawa handsanitizer kemanapun. Makanan berlimpah karena saya juga dikirim ketupat dan kawan – kawannya seperti opor ayam, rendang, kentang balado, dan lainnya. jadi rencana bikin sayur ketupatnya gagal, dan sampai sore pun kami cukup makanan gak masak lagi.





MasyaAllah Tabarokalloh, yang tadinya kebayang bakalan ngerasa sepi banget lebaran cuma berdua aja sama suami, ternyata tidak. Kami disini baik – baik saja dan saling menguatkan. InsyaAllah akan ada masanya berkumpul lagi dengan keluarga besar tercinta. Yang penting pada sehat dulu aja ya kan?

Alhamdulillah, bagaimana hari lebaran kalian?



Wassalam,

pertiwi


Baca juga : Yang dirindu saat setiap lebaran

 

DOA SEBELUM RAMADHAN BERAKHIR

Sunday, May 17, 2020

Assalamu'alaikum,

Tidak terasa Ramadhan sudah hampir mendekati akhir. Sudahkan kita beribadah dengan maksimal? jika jawabannya belum ayo terus berusaha meningkatkannya. Manfaatkan waktu sebaik - baiknya karena belum tentu kita akan bisa menjumpai Ramadhan tahun depan. *hiks*

Sedih ya kalau udah kepikiran kaya gitu. Karena memang usia tidak ada yang tahu, jarak antara hidup dan mati sangatlah dekat. Kehidupan kita beberapa menit kedepan pun masih jadi misteri. tidak tau akan seperti apa.

Jadi, di bulan yang suci ini saya berharap Allah SWT menerima segala amal ibadah saya, dan mengampuni segala dosa - dosa saya. Semoga masih diberi kesehatan dan umur panjang agar bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan dalam situasi dan kondisi yang lebih baik.

Semoga Pandemi Covid-19 ini segera musnah dari muka bumi. Agar kita bisa beraktivitas, bersilaturahmi seperti sediakala tanpa takut tertular maupun menularkan virus. Semoga kita semua segera bangkit dari keterpurukan akibat terdampak covid-19 dan perekenomian kembali stabil.

Yuk, mari berdoa bersama dan Aamiinkan.. semakin banyak yang mendoakan semoga semakin cepat Allah mengabulkan. Aamiin ya Robbal alamin.

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-28 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

KELOLA THR SAAT PANDEMI

Saturday, May 16, 2020


Assalamu'alaikum,

Sudah hampir dua tahun saya sudah tidak lagi menerima THR, ya karena sudah tidak lagi bekerja. Tapi, alhamdulillah masih ada THR dari suami yang boleh saya habiskan tentunya.

Habiskan disini bukan berarti saya secara impulsif membelanjakan semuanya tanpa sisa. Walaupun untuk hal - hal yang bermanfaat sekalipun tetap harus selalu bersikap hati -hati.

Apakah saya benar - benar butuh? apakah ini sangat penting? jika tidak terlalu penting mungkin bisa tunda sampai benar - benar punya dana lebih.

Beberapa hal yang biasa saya lakukan saat mengelola uang THR :

Dahulukan untuk membayar kewajiban, dalam hal ini adalah hutang (jika ada)
THR memang tunjangan pendapatan yang peruntukannya untuk membantu keperluan hari raya. biaya mudik, beli baju lebaram, zakat, sedekag, dan dan segala sesuatu yang biasanya keluarkan saat hari raya. Tapi seandainya kita masih punya beban hutang maka tidak ada salahnya untuk membayarnya dengan dana THR ini.

Diskusikan Rencana - rencana keuangan keluarga
biasanya kami selalu membicarakan banyak hal tentang rencana keuangan ini. tujuan apa yang ingin di capai. misal pengen beli ini itu. harga sekian dan seberapa penting.

Catat Kebutuhan selama hari raya.
Catatlah semua hal yang dibutuhkan untuk hari raya. Dari urutan yang paling penting sampai tidak terlalu penting juga beserta besaran nominal yang akan dikeluarkan.

Dengan catatan ini kita akan mendapat gambaran berapa total biaya yang dibutuhkan. Kemudian saya akan menyampaikan catatan ini pada paksu untuk disetujui. atau jika mungkin akan dikoreksi. entah di tambah atau dikurangi sesuai kebutuhan.

Siapkan uang cash dan langsung pisahkan sesuai post.
Hal ini saya lakukan untuk meminimalisir keluarnya uang tanpa kendali. Tentu kita tetap menyediakan dana cadangan untuk hal - hal yang tak terduga tapi tetap setelah point - point yang pokok terpenuhi.

Dengan beberapa tips terebut alhamdulillah pengeluaran yang tak terduga jadi lebih terorganisir. Apalagi saat ada pandemi seperti ini jangan sampai besar pasak daripada tiang. Kita tidak tahu sampai kapan kondisi ekonomi akan kembali stabil. Jadi, ayo bijak mengelola keuangan.

Wassalam,

pertiwi

baca juga : Merayakan Lebaran dimana?

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-27 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

MERAYAKAN LEBARAN DIMANA?

Friday, May 15, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Sebenernya dalam hati kecil ingin mudik tapi melihat situasi dan kondisi saat ini jadi saya harus bersikap bijak untuk tidak mudik sementara waktu. Bukan karena takut sama razia di jalan toll, disuruh puter balik atau apapun.

Saya tidak mudik semata - mata karena saya sadar bahwa ini semua demi kebaikan bersama. Anggaplah ini suatu bentuk perjuangan saya dalam rangka mencegah penyebaran covid-19.

Saya tidak bisa bantu dengan tenaga, pun bantu biaya buat penanganan covid-19. Tapi saya sadar kita bisa turut andil dengan mematuhi untuk social distancing sementara waktu.

Biarlah lebaran kali ini hanya saya rayakan berdua saja dengan paksu. Kita masih bisa kok bersilaturahmi dengan cara telepon atau video call. Tentu saja rasanya memang tidak akan sama dibanding dengan kebersamaan saat bertatap muka langsung dengan keluarga tercinta di kampung halaman.

Tapi dalam situasi seperti sekarang, saya cukup bisa bersabar dan terus berikhtiar dengan apa yang  bisa saya lakukan. Terserah jika semua orang mau memilih mudik atau bahkan liburan sekalipun. Atau bahkan jika ada yang menganggap saya terlalu phobia dan berlebihan dalam hal ini, karena toh sudah tidak ada larangan untuk mudik ataupun pulang kampung.

jadi kenapa gak mudik?

Jawabannya terserah kalian, mau mudik atau tidak itu terserah. Karena meski larangan itu masih berlaku bagi yang maksa mudik pun akan tetap mudik kok, dengan menghalalkan segala cara. Dengan menjadi pemudik gelap. Seperti yang sudah banyak terjadi dan diberitakan. Banyak yang terjaring razia saat ada pemeriksaan oleh polisi di jalan raya.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun karena kesadaran itu bersumber dari diri sendiri. kalau masih menganggap semua ini gak penting ya sudah.. Terserah.

Karena setiap orang punya alasannya sendiri. Seperti halnya pemerintah yang nyatanya tidak bisa konsisten membuat keputusan. Demikian juga banyak diantara kita yang jadi berubah pikiran. Awalnya udah rencana gak mudik, jadi memutuskan untuk mudik.

Saya tidak mudik, dan lebaran di rumah saja. Di perantauan.

Tapi entah.. mungkin besok berubah pikiran. Hahaha..

Wassalam,

pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-26 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

DILEMA MUDIK LEBARAN TAHUN INI

Thursday, May 14, 2020

Assalamu'alaikum semuanya..

Kita berada pada suatu masa, dimana mau mudik tapi galau, bukan karena gak punya ongkos, gak dapet tiket apalagi gak kebagian bus. Iya sekarang mau mudik takut bawa oleh - oleh virus yang sedang mewabah, yaitu covid-19.

Beberapa waktu lalu, pemerintah mengumumkan larangan mudik yang awalnya khusus untuk PNS(pegawai negeri sipil ) dan kemudian berlaku juga buat seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah zona merah covid-19.

Hari libur nasionalpun dirubah. Himbauan agar tidak mudik ada dimana - mana baik di televisi juga di media sosial. Saya dan paksu yang mudiknya cuma butuh waktu tiga jam sebenarnya tidak terlalu risau. Kita bisa mudik atau pulang kampung  kapan saja gak perlu tunggu lebaran. Jadi kalau seandainya tidak mudikpun ya tidak apa - apa. Mau tidak mau harus berpikir bijak.

Sedih? iya.  Karena untuk pertama kalinya lebaran iedul fitri tanpa keluarga. Tapi saya berusaha tidak ngeyel apalagi masa bodoh. Saya merasa punya beban moral untuk patuh pada peraturan dan juga demi kemanusiaan. Supaya pandemi ini segera berlalu.

Jadi, kalau ditanya mudik atau tidak, ya jawabannya Tidak.

Tapi.. 

Saat kemudian pemerintah membatalkan peraturan larangan mudik, kok mendadak jadi bingung. Bingung kenapa peraturannya berubah - ubah. Bingung kenapa harus diperbolehkan jika jadwal hari libur sudah terlanjur dirubah.

'Tidak ada larangan mudik, tapi sebaiknya jangan mudik'. Sungguh terkesan mencle - mencle, tidak konsisten, labil, dan membingungkan. Jadi, intinya semua dikembalikan kepada diri kita sendiri mau tetap mudik atau tidak.

Kita memang harus optimis bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Apalagi melihat jumlah jumlah pasien yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Tapi bukan berati kita lepas kendali. Justru kita harus lebih ketat lagi karena dengan penurunan jumlah ini harusnya kita makin semangst bahwa perjuangan kita untuk #dirumahaja tidak sia - sia dan akan segera mencapai garis finish.

Semoga sebentar lagi kita akan memenangkan pertarungan melawan covid-19 dan berhasil membuatnya musnah untuk selamanya. Jangan lelah berdoa, dan terus berikhtiar.

Kalau kali ini tidak mudik tidak apa - apa, demi kebaikan bersama. Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan baik dan sehat. Aamiin..

Wassalam

Pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-25 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

YANG DIRINDU SAAT LEBARAN

Wednesday, May 13, 2020
yang dirindu saat lebaran


Assalamu'alaikum semunya..

Tiap lebaran hampir tiba hati selalu diliputi perasaan antara sedih dan bahagia, sedih karena bulan Ramadhan akan segera berakhir, bahagia karena hari raya akan segera tiba. Tapi pada akhirnya rasa kebahagianlah yang membuncah karena telah berhasil melewati Ramadhan dengan baik.

Ya, lebaran selalu punya makna di hati setiap umat mushlim. Hampir seluruhnya berbahagia menyambut lebaran. Berbagai persiapan mulai dari kue, baju dan banyak hal lain, nabung buat bagi - bagi THR ponakan misalnya. Atau berburu tiket untuk mudik.

Banyak hal yang kita persiapan untuk merayakan hari lebaran. Dan semua itu dilakukan semata - mata agar kita bisa merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga.

Tak peduli jauh atau dekat tradisi mudik telah mendarah daging bagi kami para perantau yang harus mengadu nasib di tempat yang jauh dari kampung halaman dan terpisah dari orang tua.

Kebersamaan inilah yang paling berkesan dan paling dirindukan saat hari raya lebaran. Sungkeman, makan ketupat, bertemu dengan sanak family, atau hanya sekedar ngobrol sambil makan setoples rempeyek kacang. Sungguh moment langka yang sangat berharga.


pertiwiutomo.com
moment lebaran tahun lalu


Maka tak heran jika kebanyakan orang rela melakukan banyak hal untuk menyambut datangnya lebaran.  Tentu kami melakukannya dengan kesadaran tanpa paksaan dari siapapun.

Rasanya segala lelah terbayar saat melihat senyum orang tua dan saudara - suadara. Apa ada harta yang lebih indah dari kehangatan kasih sayang dalam keluarga?

Wassalam,

pertiwi

baca juga : Baju Baru, Alhamdulillah.

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-24 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

LIMA CHANNEL FAVORIT UNTUK BELAJAR MEMASAK

Saturday, May 2, 2020
lima channel favorit untuk belajar masak



Assalamu'alaikum semuanya..

Setiap saya buka sosial media banyak sekali teman yang share hasil kreasi dari dapur, berupa masakan yang terlihat sangat menggiurkan ditambah lagi dengan photo yang cantik. Baik itu menu harian, kue, dessert bahkan minuman.


Sayapun sedikit banyak jadi terpengaruh, selain karena penasaran sama rasa dari makanan tersebut, juga tertantang untuk bisa membuatnya sendiri. Saya cukup puas jika berhasil mencoba suatu resep dan hasilnya cocok dengan selera saya sendiri juga selera suami.


berikut ini adalah 5 (lima) channel youtube yang belakangan ini sering sara recook resep - resepnya :


The Hasan Video

Channel ini secara konsisten menampilkan konten resep berbagai makanan, juga tips dan trik saat proses pembuatan.  si pemilik konten juga secara terkadang menjelaskan harga bahan baku dan perincian total biaya pembuatan sendainya ingin  memjadikan makanan tersebut untuk dijual. 

CR Cook

Channel yang kedua adalah CR Cook. Channel ini menyajikan resep - resep dengan simple dan cukup jelas dan mudah diikuti. Dari mulai menu harian sampai aneka kue kering.  

Puguh Kristanto Kitchen

Ini youtuber asal mojokerto yang narasi dalam videonya kadang kocak. Saya pertama kali subscribe saat sedang mencari resep kue kering yang tanpa oven. Karena kebetulan saya belum punya oven. Dari mulai subscribernya ribuan sapai sekarang sudah sampai satu juta lebih. Tak heran sih soalnya resep - resep yang di share terbilang praktis dengan alat dan bahan seadanya.

Cooking with hell

Baru - baru ini saja sih, channel ini saya tonton karena resepnya banyak berseliweran di beranda facebook. Dan ternyata memang rekomended sih..

Atha Naufal

Sama halnya dengan channel Cooking with hell, saya mulai subscribe channel ini karena sering lihat video resepnya di beranda facebook.


Sebenarnya masih banyak lagi channel yang sering saya tonton, jarena terkadang saya juga membandingkan beberapa cara masak untuk satu resep yang sama, kemudian saya akan pilih resep mana yang saya anggap paling pas dan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan saya. Tapi sementara ini lima channel di ataslah yang sering saya kunjungi.

Jadi, sudah makin jago masak dong? hemm.. lumayan, hehe.. 


Wassalam,


pertiwi

Baca juga : Yang perlu dipersiapkan saat di rumah
Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-13 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

SEMANGAT ASAH KETERAMPILAN MESKI DI RUMAH SAJA

Thursday, April 30, 2020
semangat asah keterampilan meski di rumah saja


Assalamu'alaikum,

Kita Selayaknya merasa beruntung dapat merasakan hidup di era digital seperti saat ini, terlepas dari pro dan kontra tentang manfaat dan mudhorotnya. Memang dengan adanya smartphone, segala aplikasinya dan internet kadang membuat kita lalai, kadang juga bisa menjadikan yang dekat terasa jauh yang jauh terasa dekat karena kita lebih disibukkan dengan smartphone, dan masih banyak lagi ke mudhorotannya jika tidak dimanfaatkan secara bijak.

Namun saat teknologi digital dimanfaatkan dengan bijak, kita akan menyadari bahwa manfaatnya sangat besar dalam kehidupan sehari – hari. Apalagi saat situasi seperti sekarang dimana kita harus 'stay at home'. Terasa sekali besar manfaatnya. Selain sebagai alat komunikasi yang memudahkan kita terhubung dengan orang lain, silaturami dengan kelurga yang jauh di luar kota jadi terjembatani. Juga bisa menjadi sarana hiburan, sarana berbagi informasi, sarana mencari rejeki,  dan sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Keterampilan apa saja yang tetap bisa saya pelajari meski hanya dirumah saja?

Memasak
Saya pribadi menganggap memasak bukanlah hobi.  Tapi saya tetap terus berusaha menambah skill memasak saya supaya dapur tetap ngebul dan menunya lebih variatif. Soal teknik memasak sejujurnya tidak terlalu saya pikirkan. Saya hanya menambah koleksi perbendaharaan resep dan mempraktekannya. 

Walaupun hasil recook resepnya kadang masih belum maksimal tapi saya cukup bahagia. Jika recook resepnya berhasil sesekali dibuat video untuk channel youtube saya buat arsip pribadi sekaliagus juga berbagi siapa tahu bermanfaat buat oang lain yang membutuhkan. 

Menjahit
Jadi, dulu kala itu saya memang pernah kursus menjahit pola dasar. Iya masih pola dasar dan itu pun gak sampai selesai karena udah terlanjur sibuk ini itu dan males. Sekarang kalau sedang coba jahit baju sendiri tentu saja dong buka tuturial di youtube, hehe.

Merajut
Yang punya keinginan bisa merajut, sekarang sudah dimudahkan sekali. Tinggal kuatkan niat, dan cari tutorialnya saja. Ada banyak banget channel dengan konten tutorial rajut  dari yang lokal sampe yang internasional.

Hasil karya saat ikutan BLIND CAL pertama kalinya 

Beneran tinggal kitanya mau atau tidak, sabar atau tidak, telaten atau tidak. dan mau meluangkan waktu untuk berpusing ria sejenak atau tidak. 

Vlogging / Ngeyoutube
Nah, baru - baru ini saya juga mulai belajar shooting dan editing video untuk youyube channel saya meskipun hanya menggunakan Smartphone saja.

Berkebun
Berkebun itu gampang - gampang susah, dan memang harus berusaha memahami beberapa tips dan trik dalam merawat tanaman tertentu. Karena saat mengurus makhluk hidup kita tidak bisa sesuka  hati kita dalam memberikan treatment. sama halnya seperti manusia tanaman yang banyak sekali jenisnya juga memiliki karater masing - masing. 

Baca juga : Lima alasan saya suka berkebun

Saya mempelajari banyak hal bukan berarti saya hebat atau multitasking atau gimana sih, saya belajar karena saya ingin bisa. Dengan segala keterbatasan saya sesekali memang pada akhirnya ada yang mesti dikorbankan. Misal saat saya sedang serius nyari pola rajutan dan bikin produk rajut biasanya saya gak punya waktu untuk coba pola jahitan. Atau saat saya praktek masak yang niatnya bikin konten akhirnya tidak bisa record video karena ya keterbatasan saya itu. Banyak hal yang diurusin. 

Jadi saat kita belajar banyak hal ya jangan jadi bikin stress juga, sesuaikan keadaan dan kemampuan, jangan terlalu dipaksakan. Point yang terpenting adalah kita mau belajar dan mengasah keterampilan kita supaya tidak stagnan. apalagi saat sudah jadi IRT yang kesehariannya cuma 'uplek' sama dapur dan cucian. Bisa - bisa otak kita beku karena jarang di asah. Jadi, semoga kita tidak pernah lelah mengasah keterampilan kita.

Kira - kira itulah beberapa keterampilan yang saja pelajari. Mungkin ada beberapa orang yang suka belajar make-up, crafting, hand lettering, design interior, public speaking, dan masih banyak keterampilan lain. Tetap samangat ya apapun hobi atau passion kalian.

Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Tujuh aplikasi penting saat di rumah saja

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-11 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge