Lifestyle, Hobi, and Story

DILEMA MUDIK LEBARAN TAHUN INI

Thursday, May 14, 2020

Assalamu'alaikum semuanya..

Kita berada pada suatu masa, dimana mau mudik tapi galau, bukan karena gak punya ongkos, gak dapet tiket apalagi gak kebagian bus. Iya sekarang mau mudik takut bawa oleh - oleh virus yang sedang mewabah, yaitu covid-19.

Beberapa waktu lalu, pemerintah mengumumkan larangan mudik yang awalnya khusus untuk PNS(pegawai negeri sipil ) dan kemudian berlaku juga buat seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah zona merah covid-19.

Hari libur nasionalpun dirubah. Himbauan agar tidak mudik ada dimana - mana baik di televisi juga di media sosial. Saya dan paksu yang mudiknya cuma butuh waktu tiga jam sebenarnya tidak terlalu risau. Kita bisa mudik atau pulang kampung  kapan saja gak perlu tunggu lebaran. Jadi kalau seandainya tidak mudikpun ya tidak apa - apa. Mau tidak mau harus berpikir bijak.

Sedih? iya.  Karena untuk pertama kalinya lebaran iedul fitri tanpa keluarga. Tapi saya berusaha tidak ngeyel apalagi masa bodoh. Saya merasa punya beban moral untuk patuh pada peraturan dan juga demi kemanusiaan. Supaya pandemi ini segera berlalu.

Jadi, kalau ditanya mudik atau tidak, ya jawabannya Tidak.

Tapi.. 

Saat kemudian pemerintah membatalkan peraturan larangan mudik, kok mendadak jadi bingung. Bingung kenapa peraturannya berubah - ubah. Bingung kenapa harus diperbolehkan jika jadwal hari libur sudah terlanjur dirubah.

'Tidak ada larangan mudik, tapi sebaiknya jangan mudik'. Sungguh terkesan mencle - mencle, tidak konsisten, labil, dan membingungkan. Jadi, intinya semua dikembalikan kepada diri kita sendiri mau tetap mudik atau tidak.

Kita memang harus optimis bahwa pandemi ini akan segera berakhir. Apalagi melihat jumlah jumlah pasien yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Tapi bukan berati kita lepas kendali. Justru kita harus lebih ketat lagi karena dengan penurunan jumlah ini harusnya kita makin semangst bahwa perjuangan kita untuk #dirumahaja tidak sia - sia dan akan segera mencapai garis finish.

Semoga sebentar lagi kita akan memenangkan pertarungan melawan covid-19 dan berhasil membuatnya musnah untuk selamanya. Jangan lelah berdoa, dan terus berikhtiar.

Kalau kali ini tidak mudik tidak apa - apa, demi kebaikan bersama. Semoga kita dipertemukan lagi dalam keadaan baik dan sehat. Aamiin..

Wassalam

Pertiwi


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-25 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

YANG DIRINDU SAAT LEBARAN

Wednesday, May 13, 2020
yang dirindu saat lebaran


Assalamu'alaikum semunya..

Tiap lebaran hampir tiba hati selalu diliputi perasaan antara sedih dan bahagia, sedih karena bulan Ramadhan akan segera berakhir, bahagia karena hari raya akan segera tiba. Tapi pada akhirnya rasa kebahagianlah yang membuncah karena telah berhasil melewati Ramadhan dengan baik.

Ya, lebaran selalu punya makna di hati setiap umat mushlim. Hampir seluruhnya berbahagia menyambut lebaran. Berbagai persiapan mulai dari kue, baju dan banyak hal lain, nabung buat bagi - bagi THR ponakan misalnya. Atau berburu tiket untuk mudik.

Banyak hal yang kita persiapan untuk merayakan hari lebaran. Dan semua itu dilakukan semata - mata agar kita bisa merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga.

Tak peduli jauh atau dekat tradisi mudik telah mendarah daging bagi kami para perantau yang harus mengadu nasib di tempat yang jauh dari kampung halaman dan terpisah dari orang tua.

Kebersamaan inilah yang paling berkesan dan paling dirindukan saat hari raya lebaran. Sungkeman, makan ketupat, bertemu dengan sanak family, atau hanya sekedar ngobrol sambil makan setoples rempeyek kacang. Sungguh moment langka yang sangat berharga.


pertiwiutomo.com
moment lebaran tahun lalu


Maka tak heran jika kebanyakan orang rela melakukan banyak hal untuk menyambut datangnya lebaran.  Tentu kami melakukannya dengan kesadaran tanpa paksaan dari siapapun.

Rasanya segala lelah terbayar saat melihat senyum orang tua dan saudara - suadara. Apa ada harta yang lebih indah dari kehangatan kasih sayang dalam keluarga?

Wassalam,

pertiwi

baca juga : Baju Baru, Alhamdulillah.

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-24 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

BIKIN KACANG BAWANG RENYAH

Tuesday, May 12, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Setiap daerah pasti punya tradisi lebaran yang masing - masing. Yang terkadang unik dan berbeda dengan tradisi lebaran daerah lain. Begitupun menu khas saat lebaran tiap daerah juga kadang punya menu yang khas.

Yang biasa saya temui di rumah sendiri dan juga saat berkunjung ke rumah saudara adalah Ketupat sayur, terus rempeyek kacang, kacang bawang, rengginang, bebeapa kue kering seperti nastar, kastengel, semprit, telur gabus dan aneka macam cemilan lainnya.


Dan saat ini saya mau berbagi resep bikin kacang bawang yang gurih dan renyah. Dijamin anti gagal, soalnya buat pemula seperti saya aja berhasil hehe...

Kacang Bawang Renyah

Bahan :
2 kg Kacang tanah yang sudah dikupas
1 bungkus santan instan ukuran 65ml
20 siung bawang putih, bisa ditambah jika ada
10 lembar daun jeruk purut
2 sdt gula pasir
2 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk
1500ml air
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

  • Cuci bersih kacang tanah yang telah dikupas, lakukan dengan hati - hati agar butirannya tidak pecah, kemudian tiriskan.
  • Iris bawang putih, bagi rata menjadi 2 bagian, satu bagian irisan bawang putih untuk merendam kacang, satu bagian lagi nanti akan digoreng untuk taburan.
  • Masukkan 1500ml air kedalam wajan, tambahkan santan instan, gula, garam, kaldu bubuk dan satu bagian bawang putih juga daun jeruk, tunggu hingga mendidih.
  • Jika sudah mendidih tuang ke dalam wadah yang berisi kacang tanah, pastikan seluruh kacang tenggelam dalam rebusan air bumbu dengan sempurna, tunggu 1 - 2 jam.
  • Jika sudah 1 - 2 jam tiriskan kacang, dan siap untuk digoreng dalam minyak panas dan api sedang. Perhatikan tingkat kematangan, angkat setelah warna kuning keemasan jangan tunggu terlalu matang, supaya tidak gosong.
  • Setelah diangkat, tambah dengan sedikit garam apabila kurang asin, juga taburan bawang putih goreng. simpan ke dalam toples saat hawa panasnya hilang.
Kacang bawang renyah, siap dihidangkan untuk menemani hari raya.

Kaiian bisa juga liat cara masakanya di Channel youtube saya ya 




wassalam, 

pertiwi

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-23 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

ALHAMDULILLAH, BAJU BARU..

Monday, May 11, 2020
Alhamdulillah, Baju Baru


Assalamu'alaikum Semuanya..

Lebaran indentik dengan baju baru, dulu saya pikir begitu. Rasanya kurang afdol kalo lebaran gak pake baju baru, kaya ada yang kurang aja. Dan jadi minder juga karena lihat temen - temen pakai baju baru semua. Bahkan tak hanya baju, sandal, jam tangan, mukena terkadang maunya ikutan baru.

Ada rasa penasaran dan 'deg-deg' nanti dibeliin baju apa ya buat lebaran. Semoga yang bagus kayak model begini, model begitu. Maklum dulu saya mah terima aja mau dibeliin baju apa juga, tidak pernah ditanya maunya kayak apa. Sudah dibeliin aja alhamdulillah, jadi sebisa mungkin gak protes. 

Tapi semakin dewasa pola pikir seperti itu makin tergeser. Padahal udah punya pendapatan sendiri dan mengelola uang sendiri jadi bisa dong puas - puasin diri buat belanja baju biar terlihat fashionable. Kenyataannya entah kenapa rasanya tidak se-excited itu untuk beli baju baru buat lebaran. 

Mungkin karena sudah semakin sadar bahwa hakikat lebaran adalah jiwa yang kembali firah. Setelah berpuasa sebulan lamanya dengan harapan Allah SWT menerima segala amal ibadah kita di bulan Suci Ramadhan, puasanya, sholatnya, tadarusnya, zakatnya, dan segala amal ibadah lainnya. Aamiin.

Selain memohon ampunan pada Allah SWT, kita juga diharapankan bisa saling memaafkan satu sama lain atas kesalahan -kesalahan kita terhadap sesama manusia.

Jadi, beli baju baru apa tidak? 
Hemm.. gak pengen beli, tapi dibeliin paksu, gimana dong? 

Ya udah, Alhamdulillah.. 

Wassalam, 


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-22 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

HARAPAN UNTUK RAMADHAN TAHUN DEPAN

Sunday, May 10, 2020


Assalamu'alaikum semuanya..

Jika kalian merasa Ramadhan kali ini tak seperti biasanya, kita sama. ya kita semua merasakan hal yang sama. So, jangan sedih berlarut fokus saja pada apa yang bisa kita lakukan sekarang.

Tidak bisa sholat taraweh berjamaah dimasjid, kita masih bisa tarawih berjamaah di rumah. Jika tidak ada agenda buka puasa bersama dengan handai taulan, dan teman - teman, kitaasih bisa buka puasa bersama dirumah dengan keluarga.

Jadi keingetan dengan moment Ramadhan seetiap tahunnya sebelum ada pandemi ini. Dimana kita sudah mempersiapkan ini itu buat mudik nanti. Tapi, kali ini jadi serba bingung. Mau siap - siap mudik takut kecewa gak jadi mudik, tapi kalau gak siap - siap mudik kok kayak ada yang kurang lebaran tanpa sungkem ke orang tua di kampung.

Dalam situasi yang rumit seperti sekarang ini harapan saya adalah semoga masih selalu diberi kesehatan dan tetapnya iman supaya bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan. Dalam suasana yang lebih baik, lebih khusyu, leih bahagia.

Kabulkan ya Allah..

wassalam,


Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-21 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

TETAP BERSYUKUR WALAU PUASA DI TENGAH PANDEMI

Saturday, May 9, 2020

tetap bersyukur ramadhan di tengah pandemi
cheese cake


Assalamu'alaikum semuanya..

Hari ini, sudah hari ke-16 Ramadhan, itu artinya kita sudah menjalankan puasa selama 16 hari lamanya, lebih dari setengah perjalanan kita lalui. 


sudahkah kita bersungguh - sungguh menjalankannya?
sudahkah kita isi dengan ibadah yang maksimal?
sudah berapa juz tadarus kita?
sudahkah kita menang melawan hawa nafsu kita?

Belum terlambat gais, untuk berbenah dan meningkatkan ibadah kita, masih ada separuh perjalanan lagi. Semoga kita semua tidak termasuk orang - orang yang merugi. Aamiin.

Berhenti merutuki keadaan yang sedang tidak baik - baik saja ini, apalagi terus menerus mengasihani diri. Kita tidak sendirian, hampir seluruh umat manusia merasakan dampak pandemi ini. bukan hanya, saya atau kamu. Mungkin dibelahan bumi yang lain masih ada yang bahkan tidak bisa sekedar untuk menyiapkan makan sahur dan berbuka. Bahkan untuk sekedar menghirup udara kebebasan.

Mengeluh tidak dilarang, sesekali bolehlah untuk melepaskan segala beban. Tidak ada yang salah dalam mengeluh. Yang salah adalah jika kita habiskan seluruh waktu kita untuk mengeluh dan mengeluh tanpa upaya untuk bangkit. dan berusaha mencari hikmat dari permasalahan yang ada.

Ingat, tak ada satupun kejadian dimuka bumi ini baik kebahagiaan ataupun musibah sekalipun atas izin Allah. semua itu semata - mata untuk menguji setiap hambanya supaya senantiasa bersabar.

Saya, patut bersyukur masih diberi kesehatan yang tentunya tidak bisa ditukar dengan harta benda seberapapun banyaknya. Jangan pernah lupa bersyukur gais, bersyukrlah insyaAllah nikmatu akan di tambah. 

Alhamdulillah wa syukurillah..

Wassalam,

pertiwi

Baca juga : Kegiatan selama bulan ramadhan

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-20 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge

RESEP MEMBUAT PASTEL RENYAH SEDERHANA

Friday, May 8, 2020

Assalamu’alaikum,

Pada kesempatan kali ini saya akan menuliskan resep membuat pastel renyah sederhana. Kenapa sederhana karena tentu saja bahan yang digunakan mudah didapat serta murah meriah. Tapi soal rasa lumayan lah untuk cemilan keluarga atau menu berbuka yang cepat dan praktis.


Resep membuat pastel renyah sederhana


Resep aslinya yang versi lengkap bahan isinya ditambah ayam suir, telor rebus bahkan adapula yang menambahkan keju cheddar. Tapi, demi menyesuaikan budget serta ketersediaan bahan yang ada di rumah semua itu saya skip. Memang jadi mirip dengan pastel yang dijual abang – abang gorengan, tapi rasa dan renyahnya lebih mantul juga lebih terjamin kebersihannya dong.

Bahan Isi :
  • 500gr Wortel potong dadu, kemudian rebus sebentar.
  • 500gr kentang,potong dadu, bisa rebus atau goreng hingga setengah matang.
  • Daun Bawang & seledri secukupnya, iris tipis.
  • Bihun jagung, lunakkan sebentar dengan air panas dan tiriskan.
  • 3 siung bawang putih
  • 8 siung bawang merah
  • Garam
  • Merica/lada
  • Bubuk Kaldu ayam


Bahan Kulit :
  • 500gr Tepung terigu protein sedang ( segitigabiru)
  • 200gr Butter (saya Pakai Bluband serbaguna)
  • 2 butir telur (ambil putih telurnya saja)
  • Air es secukupnya


Cara memasak  isi pastel:
  • Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum, setelah itu masukkan wortel  dan kentang yang telah direbus setengah matang, tambahkan sedikit air. 
  • Saat kentang dan wortel sudah matang, masukkan bihun jagung yang telah lunak tadi, juga daun bawang & seledri. Tambahkan garam, lada, dan bubuk kaldu ayam, koreksi rasa.
  • Setelah dirasa sudah pas, kecilkan api dan tunggu hingga dingin.
Resep membuat pastel renyah sederhana


Cara membuat kulit pastel:
  • Masukkan terigu kedalam wadah, tambahkan butter/bluband, aduk hingga rata. 
  • Setelah terigu dan bluband tercampur rata masukkan dua butir putih telur, aduk lagi sekaligus tambahkan air dingin sedikit demi sedikit hingga adonan dirasa kalis dan cukup pas untuk dibentuk. 
  • Bagi adonan dalam beberapa bagian kecil untuk mempermudah dalam pembuatan kulitnya. Gunakan roller pin untuk menggulung dan menipiskan adonan, atau bisa juga menggunakan alat pembuat pasta supaya ketebalannya bisa sama dan bagus.
  • Jika sudah mendapat ketebalan yang pas, cetak menggunakan apapun sesuai diameter yang kita inginkan, tujuannya supaya nanti besar pastelnya sama. kebetulan saya menggunakan tutup gelas untuk mencetaknya, lakukan hingga semua adonan selesai.
  • Masukan bahan isi secukupnya sekitar 1 - 2 sendok makan kemudian lipat hingg berbentuk setengah lingkaran, pipihkan pinggirannya agar melekat sempurna, kemudian pilin. Atau bisa juga menggunakan cetakan pastel. Lakukan hal yang sampai selesai.
  • Goreng dengan minyak panas, dan api sedang, angkat setelah warnanya kuning keemasan.
  • Satu resep ini bisa jadi 25 - 35 buah pastel tergantung ketebalan dan diameter kulit pastel yang kita buat. Goreng seperlunya dan sisanya bisa disimpan di freexer untuk stock cemilan dirumah.

Selamat mencobanya ya..


Wassalam,

Pertiwi

Disclaimer : tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadhan Blog Challenge 2020 #BPN30dayRamadhanchallenge2020-19 #bloggerperempuan #bpnramadan2020 #30dayblogchallenge