Lifestyle, Hobi, and Story

Mari Perjelas Prioritas dalam Keseharian Kita

Sunday, November 18, 2018
Assalamu'alaikum,

Family is priority by me
Pernah ngerasa gak kalau waktu berjalan begitu cepat? Baru juga hari senin, sekarang udah weekend aja. Saat weekend apalagi cepet banget rasanya. Dari tadi ngapain aja ya? Pertanyaan yang lumayan bikin aku tertohok. 

Seriusan ya pekerjaan ibu rumah tangga itu segambreng banget dari yang tampak dan penting semacam bikin sarapan, siapin makan siang, makan malam, ngurusin cucian piring, cucian baju, bersihin lantai, endebra endebre yang gak ada habisnya. Awalnya sempet mikir timbang ngerjain gitu doang ya kan gak perlu drama.

Karena sebelumnya cuma ngerasain pas weekend  dan itupun banyak pekerjaan yang di skip, misal nyetrika sebanyak itu ya udah berarti gak masak. Makannya beli aja entah nasi padang, nasi bebek, pecel ayam, gado-gado atau ketoprak.

Pernah juga sih dengan setrongnya semua di kerjain dari pagi sampai menjelang malam ada aja cuy pekerjaan. Dan saya menjadi lelah selelah - lelahnya. Efeknya ya saya jadi gampang emosi, uring - uringan mulu. Senggol dikit perang baratayuda.
Apalagi kalau pada akhirnya suami yang pas weekend kadang masih kerja terus pulangnya telat. Wassalam!

'Bersiaplah ki sanak menerima bom bardir  tanpa jeda'

Padahal, paksu pun sama lelahnya. Berangkat pagi buta bahkan saya aja kadang bangun dengan kemalasan yang luar biasa. Sepagi itu sudah berkutat di perjalanan yang tentu tidak kalah drama. Terus di tempat kerja yang sudah pasti ya menguras energi, pikiran dan emosi juga.

Seakan itu semua belum cukup, setelah melewati kemacetan disaat badan udah dalam kondisi lelah, lapar juga mungkin mengantuk. Dirumah masih di ajak perang sama istri.

Kita lihat siapa  pemenangnya : Suami lelah vs istri lelah. Keduanya ingin menang dan tidak ada yang mau disalahkan. Suami yang merasa benar dan istri merasa lelah dan tidak dihargai. keduanya merasa sudah memberi banyak, mengorbankan banyak tapi akhirnya mereka sama - sama terluka. 

Ini gak mungkin dibiarin terus menerus. Gila deh, bertikai dengan pasangan itu lebih melelahkan daripada pekerjaan yang segambreng tadi. Double lelah dan pasti kalian bakalan cepat menjadi tua dan penyakitan sebelum waktunya kalau setiap hari harus cekcok. Berjuang tapi gak jelas tujuannya apa. Percuma aja gitu rasa lelah yang betubi- tubi ini, bukanna jadi ladang pahala malah dosa yang ada.

Karena keinginan kami adalah membentuk keluarga bahagia, sakinah mawaddah warahmah. maka saya harus sadar prioritas saya apa. Ternyata  prioritas utama bagi kami adalah menjaga komitmen dan saling membahagiakan. Terserah bagaimanapun caranya. 

Dan ternyata kunci utamanya adalah saling menerima ketidaksempurnaan. Ini lho pasangan saya dengan segala yang ada padanya mau menerima saya apa adanya juga. Jadi berusahalah se-selow mungkin jika :
  • Rumah kotor dan Bentakan
Solusinya : Rumah berantakan sebenernya bisa dihindari dengan bersikap disiplin dan meletakkan kembali barang - barang setelah digunaka ketempatnya semula. Tapi kalau soal kebersihan ini mungkin kita bisa membuat jadwal piket rutin. yang penting nyapu dan ngepel serta buang sampah pada tempatnya. Kalau bebersih yang sifatnya tidak urgent bisa dilakukan tiap weekend aja.
  • Cucian Numpuk
Ini dilema sih sebenernya karena kalau dicuekin itu cucian lama- lama jadi banyak, bau dan tentunya merusak pemandangan.
Solusinya : Cuci sebelum mereka beranak pinak jadi banyak. kalu masih tidak memungkin juga ya bungkus aja terus kirim ke jasa Loundry kiloan terdekat.
  • Setrikaan segunung
Kalo setrikaan numpuk sementara badan kok rasanya udah lelah. Ya udah abaikan aja toh mereka ini 'para pakaian kusut' tidak akan teriak untuk di sentuh. Mereka pasrah aja kok di keranjang.  Palingan nanti kalo mau pake kita yang kelimpungan sendiri, hahaha.
Solusinya : Nyetrika jangan tunggu banyak, dikit - dikit aja biar ringan. solusi terakhir adalah mengupah orang lain untuk melakukannya.

  • Kehilangan mood untuk memasak
Solusinya : Kalo lapar ya tinggal beli, kalo males beli juga? ya tinggal delivery order. atau kita juga bisa mensiasatinya dengan memperbanyak stok makanan yang bisa disimpan. Misal seminggu sekali bikin ungkep ayam, kering tempe, sambal goreng atau rendang. Atau kalo udah . mepet ya nyeduh indomie aja asal tidak kelewat sering ini, bahaya cuy buat kesehatan. Sesederhana melakukan food preparation untuk menu seminggu mungkin cukup membantu biar kegiatan masak tidak terlalu menyita waktu.


Saya pribadi belum pernah kepikiran untuk memperkerjaakan seorang asisten rumah tangga. karena merasa belum terlalu butuh dan tidak terbiasa juga dengan kehadiran orang asing. Aneh aja gitu. 

Dengan bersikap selow dan sedikit bodo amat ini mungkin rumah takkan sekinclong itu. Makanan juga kadang beli yang artinya harus ada budget extra. Belum lagi kalau cuci dan setrika sudah dipindah tangankan ke jasa Loundry, mau gak mau harus dianggarkan. Tapi ketika konflik bisa dihindari dan komunikasi membaik, itu sudah lebih dari cukup. 

Selain itu, ketika suasana rumah lebih kondusif kita jadi bisa saling instrospeksi diri juga lebih memahami keinginan pasangan. kita hanya perlu saling pengertian dan bahu membahu 

Ketika mulai lelah dengan segala aktivitas dan tuntutan mulailah evaluasi lagi tujuan kita. agar lebh mudah menetukan apa yang seharusnya menjadi prioritas dan apa yang sesungguhnya hanya pelengkap saja. dengan begitu kita akan paham dengan sendiri hal apa yang kita dahulukan dan utamakan. Aktifitas apa yang paling menyita waktu dan energi kita, apakah sudah sesuai  atau perlu ada perubahan.

Misalnya, durasi waktu bermain sosmed. seberapa banyak menyita waktu? padahal ada banyak hal lain yang seharusnya di dahulukan. 

Itu baru soal waktu belum lagi banyak hal lain yang perlu kita pertimbangkan skala prioritasnya. terkait manajemen keuangan. Wah ini berat sya belum kuat. hehehe.. 


Salam,

delima merah







Menyambut Tahun Politik dengan Sikap Netral

Friday, November 16, 2018
Assalamu'alaikum  Indonesia,
Setujukah dengan anggapan Politik itu kejam?
Ada berapa banyak perpecahan dan permusuhan karena  politik?
Pernah ada yang bilang politik itu bisa membuat orang baik menjadi jahat, saudara menjadi musuh, dan itu sangat mengerikan.

Sejujurnya saya tidak terlalu suka membahas masalah yang nyerempet ke ranah politik. bukan apa - apa saya cuma tidak ingin menjadi sok tahu terhadap apa yang tidak saya pahami dengan baik. Bukan hanya takut berbicara dan beropini bahkan untuk sekedar share berita yang ada muatan politiknya saya mikir berkali - kali. 

Saat ini Indonesia sedang ada dalam tahun politik yang cukup panjang dan panas. Menjelang berlangsungnya pilpres untuk menentukan siapa Presiden yang akan memimpin Indonesia 5 (lima) tahun kedepan. 

Pemilihan umum (pemilu) pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan , yaitu DPR,DPRD Provinsi, DPRD kabupaten / kota. Setelah Amandemen keempat UUD 1945 tahun 2002, pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres), yang semula dilakukan MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat dan dari rakyat sehingga pilpres pun dimasukkan ke dalam rangkaian pemilu. Pilpres sebagai bagian dari pemilu diadakan pertama kali pada tahun 2004.(Wikipedia)

Semenjak diumumkan paslon capres dan cawapres, suasana makin carut marut. Seperti ada perang dingin yang tidak berkesudahan. Masing - masing pendukung sibuk berkampanye dengan berbagai macam cara. Dari mulai yang terbuka sampai yang terlubung. Dari mulai cara yang cantik sampai cara - cara kotor dengan mengorek kesalahan, fitnah sana - sini, juga menebar hoax. Tanpa bermaksud menghakimi pihak manapun. Karena saya yakin kebenaran pasti akan menang kok. banyak - banyak berdoa saja.

Karena selemah - lemahnya usaha itu dengan berdoa yang sejatinya adalah sekuat - kuatnya senjata. Tapi Indonesia tidak hanya butuh doa, tapi butuh kerja nyata juga. Salah satu caranya mungkin dengan bersikap netral. Netral disini adalah tidak terpancing emosi dan memperkeruh suasana. Karena kita tidak benar - benar paham kenyataan sebenarnya dan tidak ada satu orangpun didunia ini yang seratus persen baik atau seratus persen jahat.

Kita semua berpotensi menjadi baik atau menjadi jahat, begitu pula Presiden. Karena President is a Human. Dia manusia biasa, bukan malaikat apalagi Tuhan. Yang tidak serta merta bisa mengubah Indonesia menjadi seindah Nirwana. Sungainya jernih, rindang, tak ada satupun orang kelaparan karena dinirwana semuanya serba kecukupan. Tidak ada orang jahat apalagi koruptor. hidup damai yang tidak ada kata usai. 

Sayangnya presiden kita masih saja manusia. Masih makan nasi, masih butuh hiburan dan liburan, masih juga suka khilaf dan kadang memihak. Singkatnya sama saja dengan kita masih banyak kekurangannya. Tapi wajar dong kalau kita merindukan sosok pemimpin yang bijaksana, jujur, baik akhlaknya, cerdas, merakyat, yang munkin seacra dengan sifat malaikat Rasanya itu bukan cuma impian rakyat indonesi tapi impian seluruh rakyat di belahan bumi manapun. Tapi realita yang kita hadapi adalah President kita masih manusia, jasi cenderung boleh, mendukung dianjurkan tapi fanatik buta terhadap kubu tertentu, sampai menjadi saling hujat dan bermusuhan, buat apa?

Kasarnya, mo siapapun presidennya kalo kita duduk manis doang dirumah, apa ujug-ujug dapet tunjangan hidup. Kita tetep kudu kerja keras, tetep kudu rajin menabung, kudu banting tulang supaya anak - anak bisa sekolah. 

Netral disini adalah tidak memihak namun tidak lantas menjadi masa bodoh. kemudian mengabaikan segala informasi. Terima informasi dan jadikan bahan pertimbangan dalam menetukan pilihan. Manan yang lebih banyak kebaikannya daripada keburukannya. Tentu dengan tetap menghargai pilihan orang lain. 

Kalau ingin Indonesia maju ya ayo  berjuang bersama, berkontribusi apapun profesi kita, dari segenap lapisan masyarakat. Indonesia butuh kita, karena kitalah sesungguhnya kekuatan itu. iya KITA, itu aku, kamu, kamu, kamu dan kamu semuanya adalah kita. Rakyat Indonesia pemegang kedaulatan tertinggi negara ini. 

Jangan mau dijadikan boneka politik apalagi di adu domba karena ketidak pahaman kita. Saya rasa dalam situasi seperti ini, Diam lebih baik.

Mari kita sukseskan Pilpres nanti supaya berjalan lancar dan kondusif. Dengan Luber Jurdil : Langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Siapapun nanti yang terpilih sebagai presiden semoga amanah dan jujur dalam menjalankan tugas negara. Pro rakyat dan tidak memihak golongan tertentu, cerdas, bijaksana  dan berakhlak mulia.

Bagi yang pasangan calonnya menang dipemilu nanti, selamat berbahagia. Bagi yang kalah kudu legowo menerima kekalahan. Toh, kita kudu tetep menjalani rutinitas seperti biasa. Ngantor bagi yang kerja kantoran, Nyawah bagi para petani, ngajar bagi para guru, dagang bagi para pedagang, kerja pagi para pekerja, ngojek para tukang ojek, belajarlah para pelajar, dan multitasking para ibu rumah tangga. Yang semoga rutinitas dan perjuangan kita sehari hari diberi kemudahan dengan kenaikan gaji, turunnya harga sembako, BBM, tarif listrik, juga biaya pendidikan. Semakin tenang karena suasana damai, aman dan kondusif. Mari  tetap bersatu membangun bumi indonesia tercinta ini semoga Allah SWT memudahkan langkah kita semua. Aamiin.

Terus kalau pemimpin kita nanti ingkar janji dan zalim pada rakyat? Biarlah itu menjadi urusan dia dengan Rabbnya. Mengingatkan boleh anarkis jangan.

Jadi, apakah poltik itu kejam? saya rasa yang kejam itu para tokoh politik yang mendewakan politik demi kepentingan pribadinya.

Meski begitu keberadaannya harus kita terima karena politik bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan mulai dari ruang sidang wakil rakyat sampai warung kopi. Apalagi di era digital seperti sekarang dimana informasi cepat sekali menjadi viral. Jadi sudah waktunya kita sadar politik. 

Jangan tanya saya pilih siapa karena itu rahasia. Yang penting tidak golput. Gunakan hak pilih kita karena satu suara dari kita menentukan masa depan bangsa. Jayalah selalu Indonesiaku. Di jauhkan dari segala musibah, aman dan damai, sejahtera seluruh rakyatnya. Aamiin.

Salam,

dari Ibu Pertiwi yang tidak ingin bersusah hati mikirin politik


Kenangan Masa Kecil : Piknik ke Pulau Seribu

Monday, November 12, 2018
Assalamu'alaikum,

Masih suka melow gak sama kenangan - kenangan masa kecil? kalau aku iya.
Adakalanya pengen kembali menjadi anak - anak supaya bisa kumpul terus sama Mama dan Ayah. Suatu hal yang terasa begitu istimewa sekarang.

Hari ini sengaja meluangkan waktu agak untuk mengingat kembali kepingan kenangan masa kecilku di sela - sela rutinitas senin pagi yang sibuk. 

Pagi itu, entah berapa tahun lalu. Seperti biasa aku bangun pagi karena tidak ingin melewatkan moment minta gendong sebelum Ayah berangkat kerja. Biasanya setelah itu dapet uang jajan yang akan kumasukkan kedalam dompet plastik dengan gambar kartun doraemon kemudian disimpan pada sebuah kardus besar diatas lemari yang menjadi tempat rahasia. Tentu saja aku bisa melakukannya dengan cara naik ke ranjang tingkat kami kemudian menyelipkan dompet itu diantara barang- barang lainnya. Terkadang juga uang ini kuberikan pada Mama untuk membeli bubur kacang hijau, bubur sumsum, es cendol, nyam nyam colek., beng - beng dan bolu manis legit.Semua itu jajanan favoritku. 

Tapi pagi itu berbeda, Mama terlihat lebih sibuk karena menyiapkan beberapa kotak makanan yang dulunya kotak es krim. Ku lihat ada satu kotak berisi nasi, satu kotak berisi telur balado favorit ku. Dan satu kotak lagi di isi kering tempe. Ada juga sebungkus lalapan dan sambel kesukaan Ayah. Buat apa ya?

"Ayo, kaka sama dede mandi ya kalo mau ikut ayah ke pulau seribu" Kata mama membunuh rasa penasaranku menjadi sorak bahagia. Sudah di sounding beberapa hari sebelumnya bahwa Ayah akan mengajak piknik ke pulau seribu saat sekolah Kaka libur. Dan ternyata sekaranglah waktunya. Yeayyyy...

Aku dan Kakaku, iya saat itu hanya ada kami berdua yang menjadi kesayangan Mama dan Ayah. Belum ada si dia, dia dan dia. Sering ribut? Tentu tidak, Kakaku baik. Dan aku penurut. Kami akur hampir di setiap waktu.

Tibalah kami pada suatu tempat yang saat itu aku tidak tau. Tapi sekarang aku tahu mungkin itu daerah muara angke. Bau anyir dan amis menyeruak disela kesibukan transaksi para nelayan dan pedagang ikan. Berjejer - jejer aneka macama ikan, ada yang besar, ada yang lebar, ada pula yang kecil - kecil, itu namanya ikan teri. Selain itu ada udang, cumi - cumi, kerang bahkan kepiting. Sedikit mual tapi aku bertahan karena tidak ingin membuat Mama repot jika aku sampai muntah, bisa - bisa Mama kuatir dan akhirnya piknik yang sudah kutunggu sejak lama akan berantakan.

Setelah melewati jalanan becek, sempit, dan bau  karena begitu banyak kios penjual ikan. Sampailah disebuah dermaga. Ada banyak kapal disana. Kami pun  segera manaiki salah satu kapal yang ternyata telah menunggu kami. Banyak teman Ayah beserta keluarga mereka juga. Well, mungkin acara ini di sebut Family Gathering, tentulah saat itu aku belum mengerti.

Kakaku yang supel segera mendapat teman baru. Seorang anak perempuan sebaya dengannya, hitam manis dengan rambut panjang di kuncir dua. Mereka segera menjadi akrab. Aku hanya melihat saja sambil terus memegang ujung baju mama. Se - introvert itu aku sedari kecil. Tidak terlalu suka keramaian juga tidak cepat akrab pada suatu lingkungan baru.

Parahu pun melaju, semakin jauh meninggalkan dermaga. Sejauh mata memandang hanyalah lautan. terkadang ombak besar menghantam membuat kapa ini oleng. Sedikit gemetar aku saat itu. Entah kenapa tiba - tiba merasa takut. Aku takut kejebur karena tidak bisa berenang. Ingin menangis tapi tentu saja kutahan karena tidak ingin merepotkan Mama.

Beberapa orang dewasa dan anak - anak ada yang muntah. Kalo aku fokus melihat mereka bisa jadi ikutan muntah juga. Iya sejujurnya perjalanan ini memang bikin pusing dan mual tapi aku masih bisa mengatasinya, justru aku akan muntah karena melihat meraka muntah, itu sangat menjijikan.

Akhirnya aku hanya memandang ke laut luas. Angin mengacak rambut tebalku yang tidak pernah di biarkan panjang oleh Mama. Kata Mama ribet kalau anak kecil rambutnya panjang. Bahkan Mama tak peduli meski Ayah melarang Mama memotong ramputku dengan super pendek yang lebih mirip seperti mangkok terbalik. Sebelas dua belas lah sama Dora the explorer. Aku pernah se - gemes itu dulu. hehe

Angin sepoi - sepoi  dan perahu yang berayun membuatku tertidur. Entah berapa lama aku terlelap karena ketika terbangun aku sudah di berada di atas tikar pandan dikelilingi hamparan pasir putih yang belum pernah kulihat sebelumnya. Sontak saja rasa kantukku langsung lenyap melihat kaka berlarian dangan anak perempuan kuncir dua itu dipinggir pantai. Heuh sebel kenapa aku tidak diajak main juga.

Aku pun merengek minta ke pinggir pantai,  menghampiri kaka yang sudah basah kuyup. Ditangannya ada segenggam fosil kerang yang beraneka ragam, cantik sekali. Aku pun ikut berlarian mencari fosil kerang diantara pasir putih. Kata Ayah aku harus hati - hati karena banyak pecahan fosil kerang maupun batu karang yang tajam dan lagi disini banyak bulu babi, padahal aku tidak melihat seekor babi pun. 

Panas semakin terik, aku sudah basah kuyup, pliket dan menghitam. Kulit kaki dan tanganku mengeriput. Mama memanggil kami untuk mandi sebelum makan siang dengan menu favoritku, telor balado. Iya aku memang sudah lapar.

Setelah makan siang dan sedikit acara orang dewasa yang membosankan itu kami berkeliling melihat sauvenir yang terbuat dari kerang. Aku tidak tertarik toh ditanganku sudah ada fosil kerang aneka ragam serta batu karang yang cantik juga pasir putih kusimpan dalam botol bekas air mineral Hahaha.. Akan ku tunjukan pada temanku Ita, dan Nia.

Aku jadi teringat Ita, yang rumahnya disamping kanan rumah kami waktu di jakarta dulu. Rambutnya tipis dan warnanya seperti rambut jagung, kulit putih dengan gigi yang coklat keropos. Kata Mama itu karena Ita malas gosok gigi. Dia baik dan sering meminjamiku mainannya. Apakabar ya dia sekarang?

Sebenarnya disamping kiri rumah ada juga temanku, dia laki - laki  namanya Novri kalau tidak salah. Kakanya bernama Esih dia teman kakaku. Tapi aku jarang bermain dengan Novri karena dia nakal dan suka menangis.

Kalau Nia rumahnya di sebrang jalan. Berbeda dengan aku, Ita dan Novri yang rumah adalah rumah petak, rumahnya besar dan halamannya luas. Tapi Nia cengeng  dan ingusan terus sepanjang aku mengenalnya. Mungkin dia mudah sekali sakit karena itu dia jarang ikut kami bermain.

Kembali pada acara piknik ke pulau seribu. Kami pulang menjelang sore dan sampai rumah tengah malam karena jalanan macet. Aku senang bukan main meski badanku terasa lelah. Itu adalah salah satu kenangan masa kecil paling berkesan sampai sekarang.

Btw, Selamat Hari Ayah buat Ayah dan Calon Ayah.

Salam,

dari anak kesayangan Ayah dan Mama

Baca ini : Ketika kita harus merasa cukup







Ketika Kita Harus Merasa Cukup, because 'you are enough'

Sunday, November 11, 2018
Kemaren baca postingan blog nya mba Annisast, judulnya "your are enough" yang membahas tentang kepercayaan diri. Menceritakan sekilas tentang salah seorang beauty vlogger yang cukup membuat geger dunia per you tube-an karena kepercayaan diri yang luar biasa. Jadilah aku kepo-in channel youtube nya Dek Kekeyi, terus aku jadi berdecak kagum.

Terus jadi mikir dan malu sendiri karena pernah sempet gak Pe-De waktu punya niat upload video memasak cuma karena takut dinyinyirin netizen yang maha benar itu. Kok Bisa? ya bisalah namanya juga manusia. Gegara pernah liat video masak di Instgram yang hand talentnya itu gak kamereble dan gak instagrameble dibully netizen. Padahal ya biasa aja itu handtalentnya gak ada yang salah cuma emang gak lentik aja. Terus Apa kabar aku yang gak penah meni - pedi, kesehariannya sibuk di dapur, akrabnya sama cucian piring. Seketika itu aku minder gaess. Padahal manusia itu diciptakan dengan sebaik - baiknya penciptaan lho, kok pada jahat sih bully kekurangan orang lain. Yang artinya menghina Ciptaan yang Maha Kuasa. Sungguh Kejaammmm,hiks.

Semakin dewasa, standar untuk menjadi confidence semakin tinggi. Kalo dulu kita masih bisa tuh lenggang kangkung aja jalan cuma pake kaos oblong sama celana tiga perempat atau jeans belel trus cuma bawa duit yang cukup buat beli es klapa sama mi ayam doang. Ya sekarang mah pasti beda. Mana Pe-De dangan style begitu. Itu baru soal style doang. 

Padahal kepercayan diri tidak melulu soal keberanian untuk go public, keberanian untuk berbicara di depan umum, keberanian untuk mengungkapkan argumen. Atau sekedar keberanian untuk unjuk gigi (pastikan sudah sikat gigi ya) *LOL*

Lebih dari itu ketika kita merasa cukup pada diri sendiri itu artinya kita punya rasa kepercayan diri yang tinggi untuk menjalani hidup dan mensyukurinya. Tak peduli seperti apa keadaan kita saat ini. Tak peduli seberapa seringnya kita gagal.

Tapi yang namanya manusia, kadar keimanan aja bisa mengalami up and down, apalagi rasa percaya diri yang banyak banget faktor penunjangnya. Mulai dari penampilan, karir, status sosial, financial, jabatan, dan lain sebagainya. Ya pastilah dalam kondisi tertentu kita pernah merasa, 

"Kok aku gini ya"
"Kenapa aku gak bisa seperti dia?"
"Apa aku bisa melewati semua ini?"
"Andai aku punya ini itu kayak punya dia, pasti aku bisa begini begitu"

Tiba - tiba aja rasanya pengen sendirian, mengurung diri dikamar, gak pengen ketemu orang. Gak pengen apa - apa. Cuma pengen sendiri. Hanya karena sebuah kegagalan, iya gagal melampaui target yang kita buat sendiri. Ternyata kita tidak sekuat itu menghadapi kegagalan. Hanya karena diotak selalu terngiang - ngiang "kenapa orang lain bisa? Sedangkan aku gak! Why?"

Terus depresi dan bunuh diri. Emang ada yang kaya gitu? Cukup mengerikan ya efeknya. Dan ternyata memang ada yang tidak kuat menghadapi sebuah kegagalan.

Kenapa saya harus seperti dia?

Sedangkan kita manusia yang berbeda. Lahir dari keluarga dan latar belakang yang berbeda. Dengan support sistem yang berbeda juga. Bahkan yang yang lahir dari ibu yang sama juga bisa aja punya pencapaian yang berbeda. Karena setiap manusia yang lahir di dunia itu istimewa. Kita lahir dengan takdir dan garis tangan yang berbeda. Jadi, kalau orang lain bisa, ya saya gak wajib bisa mendapat pencapaian yang sama dong.

Fix ya itu cuma perkara yang sepele, may be ada yang berpikir. 'Ya ampun gitu doang aja ribet.' Mungkin anda belum pernah merasa seterpuruk itu. Bersyukurlah karena anda cukup beruntung.

Entah beruntung karena memang selalu bisa mencapai impian atau cukup beruntung karena anda punya kepercayaan diri yang tidak pernah lekang oleh waktu dan cuaca.

Kadang kita terlalu kejam melecutkan diri tentang perkara dunia. Kondrat manusia yang tidak mudah untuk merasa puas. Selalu ingin lebih, lebih, dan lebih.  Wajar banget, dan itu bagus. Selama tidak membuat kita takabur, lupa diri terus jadi kelewat ngoyo.

Beberapa hal yang mungkin bisa menjaga kewarasan :

1. Banyak bersyukur
Karena harus ada titik dimana kita merasa cukup. Iya saya cukup. Alhamdulillah ya Allah atas segala nikmat dan karuniaMu. Nikmat sehat, iman, dan Islam.

Sering - seringlah melihat kebawah. Kepada orang - orang yang tidak seberuntung kita. Supaya apa? Supaya bertambah lagi rasa syukur kita, supaya makin ditambah nikmat kita, supaya meningkat rasa empati kita pada orang lain. Kemudian berbagilah. Berbagi rejeki, berbagi kebahagian, berbagi cerita, berbagi senyum pun bisa. 

2. Jadilah Diri Sendiri dan Bersikaplah Sewajarnya
Yang suka berlebihan itu temennya setan lho, makanya jangan berlebihan. Bersikap sewajarnya aja menanggapi segala sesuatunya. Tidak lantas menjadi over confident juga sih.Intinya Be your self  nggak usah pengen kaya anu, itu, inu. Kalau aku pribadi malah gak Pe-De kalau harus pura - pura keren dengan pencitraan yang super duper lebay. Maluuu aku tuh. BTW, kok aku jadi kepikiran pengen sharing tentang pencitraan ya, tapi gak sekarang sih, next time ya. *hehe*

Belajar dari kesuksesan orang lain tentu saja baik. Tapi tidak lantas menjadikan ambisi untuk mengalahkan atau menjadikan standar hidup orang lain sebagai tolak ukur kebahagian kita. Nanti kamu cape lho ngejar pencapaian orang lain sementara kamu sendiri sadar kapasitas kamu itu seperti apa. mungkin menyederhanakan standart kesuksesan dipikiran kita menjadi perlu ya. Supaya pikiran menjadi tenang dan hati menjadi lapang, tidur nyenyak makanpun enak..

3. Nikmati Hari ini
Terbangun di pagi hari yang cerah dan damai, dalam keadaan sehat tidak kurang suatu apapun. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?.
Jadi nikmati dan isi hari ini dengan baik. Sama halnya ketika kita ingin memberikan yang terbaik untuk orang - orang disekeliling kita. Maka Sayangilah diri sendiri dulu. Mulai dengan menjalani hidup sehat dan kebiasaan yang baik. Kata - kata yang baik, attitude yang baik. ketika kita sudah bisa berpikir positif dan hidup lebih bersahaja, otomatis aura cantik yang bukan hanya sekedar cantik kita makin terpancar deh, yang pada akhirnya makin menambah rasa percaya diri kita.

Jadi begitu kira -kira gaes, semoga tercerahkan.

Salim eh Salam,

Dari orang agak sukses yang kadar Pe-Denya pas-pasan. 


Baca Juga cerita Tentang Pemusik Legendaris




Tentang Pemusik Legendaris

Thursday, November 8, 2018
Jadi lapangan di depan rumahku  lagi ada tenda besar kombinasi putih sama pink gitu. Kayak tenda - tenda yang suka di acara nikahan itu lho. Dan ternyata bener ada tetangga yang mau hajatan. Tapi gak tau tetangga dari blok mana yang numpang disitu secara aku gak dapet undangan. Padahal kan pengen ikutan prasmanannya *ups*

Mungkin karena kita ( aku dan suami) anak bawang banget di komplek ini. Jadi orang mau ngundang juga segen kali ya, tapi aku gak berkecil hati lah, kalo di undang juga emang bakalan kondangan berapa heh?.

Jadi ceritanya dua hari belakangan itu di lapangan rame terus orang wara wiri, biasanya rame juga sih sama anak - anak main voli atau main sepak bola tapi kan itu pas sore aja biasanya. Lha ini sampai tengah malem cuy, masih ada aja gitu orang ngobrol kenceng bingit. Tapi ya udah gak apa - apa  juga sih aku seneng aja jadi gak sepi. Dan pagi ini, pagi - pagi banget udah ada musik bergema seantero negeri *hah*

Sedikit terganggu sih, sebanyaknya aku ikutan bersenandung, haha.. Musiknya variatif banget deh, dari mulai musik dangdut, tarling, campursari, qosidahan, sampai gambus. Btw, gambus sama qosidahan itu sama gak sih?

Beda dong, kalo qosidahan itu yang kaya iklan 'Ramayana owh Ramayana' yang kerja keras bagai quda, tapi udahannya di valaq preman. *ngenes*

Tapi kalau gambus itu contohnya group musik yang vokalisnya cewek imut, suaranya lembut dan adem banget didenger. gak heran kan kalo lagunya jadi happening banget, dimana - mana disetel itu lagu. Yang gini "Hem.. Hem.. Hem.. Hem.." *gitu aja terus sampai indonesia turun salju* 

Serius ini ngaco gaesss, karena aku cukup ngasal mengenai perbedaan gambus dan qosidahan. Mungkin ada yang tahu dan bisa menjawab silakan tulis di komentar ya, terima kasih.

Berhubung kegiatanku cuma dirumah aja, jadi daripada pening sama suara - suara diluar sana aku pasrah dan menikmatinya saja, berharap nanti lagu - lagu favoritku yang di putar. Misal lagunya Jikustik, sheila On seven, Dewa 19, Gigi, Slank, atau lagu pop era 90-an yang lain. Atau seadainya lagu pop yang terbaru juga tidak masalah.  Berharap kaya lagi dengerin radio yang bisa request lagu sama titip salam buat listener semuanya.  Kan asik ya sambil masak dan bersih - bersih rumah diiringi lagu - lagu kesukaan.

Tapi  zonk yang kudapat, sampai siang tadi tidak ada satu pun lagu yang kuharapkan itu. Lelah dan kecewa berat akhirnya ketiduran juga, baru bangun menjelang ashar dong, dan langsung ditodong pak suami, "kok belum ganti baju?"

"Hah?" aku yang masih kriyep - kriyep dan belum seutuhnya sadar jadi bingung, ini siapa yang ngelindur sih?

"Ayo ganti baju terus kita ikut antrian prasmanan, hahaha." Aku melongo dan speechless. sebelum akhirnya ngakak. *Wow banget pak suami ngelawak walaupun gak sepecah itu juga sampe dapet kompor gas*

Setelah dipikir - pikir aku tuh gak punya musik favorit banget gitu. Ya biasa aja tergantung lagu nya. Jadi bingung apa yang mau di ceritain mengenai musik favorit. Tapi aku gak kehabisan akal, muncul lah ide untuk melakukan wawancara singkat dengan pak suami, karena setahu aku beliau cukup lumayan suka mendengarkan musik ketimbang mendengarkan aku ngomel. *ya iyalah*

Aku : Ka, musik favoritnya apa?
Pak Suami : kenapa emangnya?
Aku : pengen tahu aja.
Pak Suami : pengen tahu aja apa pengen tahu banget?
Aku : gak jadi! Aku pengennya tempe ajah.

Bhayyy! wawancara gagal!

Sependek pemahaman aku tentang musik, dari sekian banyak musisi yang legendaris salah satunya Iwan Fals, salah duanya Ediet G Ade. Hampir semua lagu mereka berdua enak di denger dan long lasting. Dari tahun ke tahun tetep bisa di nikmati semua kalangan, baik tua maupun muda. Dan lirik lagunya itu lho, dalem banget maknanya.

Punya Iwan Fals salah satu yang aku suka berjudul "Buku ini aku pinjam". Jadi inget jaman sekolah dulu kan. nih aku copy-in liriknya nyontek dari google.

(biar tau, biar rasa)cinta ini milik kitaDikantin depan kelasku,disana kenal dirimuYang kini tersimpan dihati,Jalani kisah sembunyi
Dihalte itu ku tunggu,senyum manismu kekasihUsai dentang bel sekolah,Kita nikmati yang ada
Seperti hari yang lain,Kau senyum tersipu maluKetika ku sapa engkau..
Genggamlah jari,Genggamlah hati ini
Memang usia kita muda,Namun cinta soal hatiBiar mereka bicara,Telinga kita terkunci
(Biar tau, biar rasa)Maka tersenyumlah kasihtetap langkah, jangan hentikancinta ini milik kita
Buku ini aku pinjam,‘kan ku tulis sajak indahHanya untukmu seorang,Tentang mimpi-mimpi malam

Dari Ebiet G Ade paling suka yang judulnya "Titip Rindu untuk Ayah" yang sukses bikin aku beneran rindu sama Ayah. Sebelum aku makin baper mari kita sudahi saja cerita hari ini. cekidott...


Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwaBenturan dan hempasan terpahat di keningmuKau nampak tua dan lelah, keringat mengucur derasnamun kau tetap tabah hm...Meski nafasmu kadang tersengalmemikul beban yang makin saratkau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurinduuntuk menuai padi milik kitaTapi kerinduan tinggal hanya kerinduanAnakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia

Salam Rindu Untuk Ayah Tercinta, Alfatihah.




Tempat Jogging di Bekasi

Tuesday, November 6, 2018

Rutinitas tiap weekend yang menyenangkan sekaligus menyehatkan adalah Jogging alias jalan pagi. Biasanya saya dan suami janjian dengan adik - adik sekalian sebagai ajang silaturahmi juga karena emang sudah pisah tempat tinggal.

Nah, saya punya lokasi favorit buat jogging nih. Yang udah pasti banget orang - orang bekasi mah pada ngerti deh...

Yuk di absen satu persatu top five lokasi jogging pilihan saya:

1. GOR Bekasi

Lokasi yang biasa buat jogging dan terbuka untuk umum itu yang di luarnya ya bukan yang di dalem stadion. Disana juga ada hutan kota yang asyik banget buat jalan - jalan santai.

Di dukung dengan adanya car free day tiap hari minggu. Bener - bener oase banget buat kita yang butuh refreshing sambil olah raga. Tukang jualan yang tumpah ruah segala rupa dari penjual jajanan seperti somay, cilok, sosis bakar, batagor, sempolan, gorengan, jasuka, aneka kue kering, kue basah. Penjual sarapan seperti Bubur ayam, lontong sayur, ketoprak, nasi pecel, nasi kuning, nasi uduk, dan masih banyak lagi. Dijamin gak bakalan kelaperan yang penting bawa uang cash sih,hehe.

Tapi yang sangat disayangkan adalah karena sebegitu besarnya antusias masyarakat untuk meramaikan GOR jadilah tempat olahraga yang penuh sesak. Terutama sesak sama lapak - lapak penjual. Jadi agak mirip sama pasar malem deh lkarena banyak juga penjual baju, hijab,sendal,sepatu, perabot rumah tangga dan berbagai aksesoris bahkan sayuran juga ada.

Meski lumayan mengganggu orang yang mau olah raga beneran, tapi ya gimana namanya juga nyari rejeki, kita sih seneng - seneng aja selama mereka tetep tertib dan jaga kebersihan. sempet kepikirajuga lho pengen ikutan jualan apa gitu disana buat tes mental. Hayoo berani buka lapak gak?
Siapa takut!

2. Summarecon Mall Bekasi

Biasanya fly over dari GOR menuju Summarecon mall Bekasi akan menjadi tempat jogging yang menyenangkan juga karena ya Car Free Day Itu. Disini juga bisa jadi spot untuk photo - photo lho. kalau jogging di kawasan Summarecon Mall Bekasi sejujurnya belum pernah. jadi kurang tahu juga apakah memang boleh atau tidak. seharusnya sih boleh ya selama tidak mengganggu ketertiban jalan raya dan tetep menjaga kebersihan.

3. Kota Harapan Indah

Katanya disini juga asyik buat Jogging tapi saya lebih suka ke perumahan Harapan indah ini kalo sore hari, muter - muter aja gitu sambil ngobrolin banyak hal sama suami. Naik Motor keliling - keliling aja. sesederhana itu lho definisi Hang Out ala saya 

4. Perumahan Grandwisata

Bukan tempat olahraga sebenernya, cuma karena perumahan ini jalanannya lebar ditambah dengan banyaknya pepohonan menjadikannya lokasi yang cukup menyenangkan untuk jalan pagi sambil menghirup udara yang masih berasa sejuk. 

Apalagi di Grandwisata ini penjual jajanan tidak diijinin mangkal secara bebas. Jadi buat yang lagi ngirit dan gampang tergoda untuk nyemil, bisa lumayan aman.

Yang akhirnya disinilah lokasi paling Favorit.

5. Depsos

Ini sih baru saya coba belakangan aja karena sempet sering nginep di Bulakkapal. Lumayan juga komplek Depsos bisa dijadikan Alternatif untuk yang mau jogging di sekitaran Bulakkapal. Meskipun tidak terlalu luas tapi kalo 3 sampai 5 kali bolak balik berkeliling kompleknya pasti ya lumayan keringetan juga. Seperti hal nya GOR Bekasi disini juga dijadikan pasar dadakan, dari mulai penjual makanan, sayuran sampai pakaian dan perabot juga ada disini.


Selain ke 5 (lima) lokasi tersebut diatas sebenernya bisa juga ke lapangan serbaguna yang ada di depan Kantor Pos Bekasi. cuma gak enaknya disana rame sama anak - anak futsal, jadi ngeri ke sundul bola deh. Well, setelah hampir seminggu hijrah dari kota Bekasi ke Cikampek ternyata saya rindu juga.

Belum nemu lokasi buat Hang Out Sehat disini, selain jalan pagi ke pasar kaget komplek atau lapangan depan rumah. Yang penting gerak sih, gak mager aja gitu seharian.

Salam hangat dari Calon Ibu, ibu pertiwi.

Histereskopi Operatif di RS Hermina Bekasi Barat

Monday, September 24, 2018

Bulan Mei 2018, pikiran lagi semrawut. Jadwal Haid berantakan padahal udah membulatkan tekad untuk ikutin saran dokter Rizki melakukan tindakan Histeroskopi.

Ketika si tamu bulanan datang, meski masih ada sedikit keraguan  tapi tetep sih akhirnya bikin janji untuk konsul juga, dan ternyataaaaa.... Dokternya lagi umroh sis, ya sudah memang harus fokus renovasi rumah dulu kali ya, karena memang sedang renovasi rumah per tanggal 7 mei 2018 kemaren.

Satu siklus menstruasi pun berlalu. Mulai mengumpulkan keberanian lagi untuk bikin janji di siklus bulan berikutnya. Setelah menuntaskan 6 hari puasa sunah syawal dan 7 hari bayar hutang puasa, jeda beberapa hari kemudian tamu yang lumayan tidak ditunggu ini pun datang. Langsung bikin janji temu dengan dokter Rizky dengan semangat 45!

Lebih dari setahun belakangan ini memang tiap kali konsul ke dokter jarang ditemani suami. Tidak 'Baper' kok, kan paham situasinya suami lagi kerja. Yang tidak bisa tiap saat ijin datang terlambat, atau pulang cepat demi mengantar istrinya yang kalau bikin jadwal di hari kerja dan jam kerja pula. Ya sudah nikmatin aja wara wiri nge'grab' atau kalau sedang beruntung bisa minta di temani atau di anter adik bungsu. Udah bahagia lhoo hati saya ini.

Hari jumat siang, saya ijin saat jam makan siang karena memang jadwal dokternya pukul 11.00 s.d 14.00 WIB. Masih memungkinkanlah dalam bayangan saya. Saya jalan dari kantor sekitar 13.30 siang. Kelarin sedikit kerjaan yang urgent supaya tenang saat ijin ke keluar. Tapi untuk kesekian kalinya jadwal dokter pun ngaret.

Jam 15.00 WIB Ibu dokter tercinta baru mendarat, dikarenakan ada meeting dengan manager rumah sakit. Alasan yang sedikit membuat tensi darah meroket ya gak sih.. ?
Sepenting apa sih meeting itu sampai harus menelantarkan pasien. Yang mungkin datang kesana dengan penuh harapan, kecemasan dan segala tetek bengek urusan yang sementara ditinggalkan. 

Mana hari itu gak sarapan karena ngebut kerjaan ditambah sedikit kurang nafsu makan, tenggorokan kering, sedang mens, badan meriang dan flu berat. Sungguh kondisi yang rasa - rasanya pengen di traktir sop janda dengan taburan cabe rawit yang melimpah, di temani dengan nasi hangat bertabur bawang goreng krispi. Minumnya cukup dengan air jeruk peras yang masih panas. Mantap!

Sayangnya itu semua cuma halusinasi, sore itu saya masih duduk ngelamun sambil menunggu antrian, ke sebelas!
Sekitar pukul 16.15 menit baru di panggil itu pun setelah pasien sebelum saya menghilang entah kemana, mungkin ke toilet, mungkin sedang mengisi perut karena terlalu lama menunggu atau bahkan pulang karena lelah. Menurut kalian dia kemana? *meneketehe

Terlepas dari teka teki pasien nomor 10 yang menghilang, akhirnya saya terpaksa menggantikannya dengan senang hati. Lumayankan..

"Bagaimana Bu? Ada apa?" Kata Bu Dokter dan saya bilang, 
"saya blm hamil dok, saya sedang haid hari ke-3" kata saya waktu itu.
Setelah sebelumnya dokter sempat menilai prograss diet saya, dari angka hasil timbangan tadi yang menunjukkan angka yang menggembirakan. wajarlah ya secra kan baru aja selesai puasa di bulan Ramadhan, bayar hutang puasa dan puasa syawal.  

Akhirnya saya pun menduduki kursi singgasana itu. Untuk pengecekan apakah polip masih ada atau tidak. Dan faktanya itu polip masih ada. Dengan tegas saya bilang ke dokter jadwalin saja untuk waktu tindakan HO nya.

Setelah urus ini itu kebagian administrasi dibuatlah surat rujukan untuk rawat inap satu malam sebelum tindakan ditambah resep obat yang harus diminum 2 hari sebelum tindakan. Katanya sih itu obat untuk membuka jalan lahir.

obat yang harus diminum 2 hari sebelum tindakan HO


Hari rabu, tanggal 25 Juli 2018 sepulang kantor saya buru - buru pulang untuk mandi dan bawa sedikit keperluan untuk menginap antara lain : Kain sarung kesayangan warisan dari nenek, 1 stel pakaian dalam, satu stel baju tidur, sikat gigi, odol, facial foam, sabun cair dan cairan antiseptic. Selain itu bawa sebungkus biskuit malkis dan sebutir mangga yang sudah di potong - potong serta beberapa butir jeruk yang tersisa di kulkas.

Toiletries


Drama pertama adalah saat muter - muter cari parkiran, karena RS. Hermina Bekasi Barat memang segitu kecilnya deh parkirannya. Yang kalau di lihat udah pasti penuh terus, atau pas kebeneran aja ya.
Drama selanjutnya adalah antri di pendaftaran. Padahal ya udah ada surat pengantar juga yang di buat saat konsultasi terakhir kali. Entah karena memang saya lagi laper, panik atau apa semua terasa berjalan lambat.

Akhirnya bisa masuk ruang perawatan juga sekitar pukul 20.00 WIB. Sejak awal saya memilih kelas III selain karena memang cari yang ramai biar gak serem, juga karena alesan budget. ya kalo cuma tidur dirumah sakit ngapain yang mahal - mahal sih. Kalo mau liburan oke deh ya cari penginapan yang bagusan. Karena diruang kebidanan bahkan suami aja gak boleh nungguin lewat dari jam 22.00 WIB. Alhamdulillah banget ada Mama yang bersedia nungguin.

Pukul 22.30 diambil darah untuk test laboratorium persiapan operasi besok. Di cek tensi darah juga, dan disuruh makan malam untuk persiapan puasa besok pagi.  Dikirimlah nasi goreng rumah sakit dengan telor ceplok yang rasanya ya "B -ajah", tapi ya Alhamdulillah,hehe.

Kemudian sekitar jam 2 malem minum banyak air putih karena setelahnya harus puasa makan minum. Lanjut tidur lagi sampai pagi. Saat itu saya masih nge-flek gitu mens nya belum bener - bener bersih. Sempet galau tapi pas tanya sama suster katanya gak masalah.

Setelah mandi dan ganti piyama biar nyaman. Akhirnya jam 7 datanglah perawat yang akan membawa saya keruang eksekusi. Sebelumnya di tusuk jarum infus buat masukin obat gitu. Berasa jadi orang sakit karena mesti di dorong - dorong dalam keadaan terbaring. Melewati lorong - lorong rumah sakit dalam kondisi pikiran dan hati yang sulit untuk di deskripsikan lagi.

Berada di ruang peralihan, terakhir diantar sama Suami dan Mama kemudian diminta berdoa supaya di lancarkan segala sesuatunya,merekapun diminta keluar ruangan.Kemudian saya ganti seragam operasi yang jahitannya jaya orang kehabisan benang dengan melepas semua atribut pakaian yang melekat. Tiba - tiba aja merinding karena hawa dingin ruangan terasa menusuk kulit.

Selesai cek ini dan itu yang sebenarnya cuma sekedar wawancara ringan, nama, tanggal lahir, ya gitu - gitu aja sih tiap akan dilaksanakan  tindakan. Mungkin takut ketuker pasien kali ya, baguslah dari pada asal suntik kan bahayaaaaaa!

Diantarlah saya menuju sebuah ruangan yang  berisi segala tetek bengek peralatan menyeramkan. Ada semacam alat deteksi detak jantung di sebelah kanan, dan semacam monitor gitu di sebelah kiri. Ada meja yang berisi berbagai macam tools yang nantinya bakalan di pake.

Menatap langit - langit ruang operasi yang dingin. Cuma bisa istighfar, memohon ampun atas segala dosa - dosa yang pernah di perbuat. Bagaimana jika disinilah saat terakhir kalinya saya bisa membuka mata? Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Semua saya pasrahkan kepada Allah SWT. Sekali lagi, manusia cuma bisa berusaha tapi cuma di tangan Allah takdir kita di genggam.

Dokter Rizki yang akan mengeksekusi sudah ada di posisi, begitu juga dengan dokter anastesi. Tepat hitungan ketiga setelah selang terpasang dihidung dan saya menghirup udara yang begitu dingin ditambah dengan suntikan dibagian tangan. Terus saya di minta berhitung 1 - 3 kali dan tarik nafas dalam - dalam. Disitulah kesadaran saya berakhir. Saya tidak merasakan apapun selain beberapa kali tepukan di bahu dan beberapa kali nama saya di sebut, yang mungkin oleh suster yang mendampingi dokter operasi. dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar. 

Ketika saya mulai bisa membuka mata hal pertama yang saya lihat adalah lampu yang ada di langit -langin ruang operasi, ruangan dingin tempat terakhir kali terpejam. Yups saya masih diruang operasi. Sadar, tapi  tak sepenuhnya sadar karena masih dalam kondisi lemes selemesnya.

Sekitar jam 10 saat saya kembali melewati lorong - lorong menuju ruang perawatan. di iringi suami  dan mama tercinta.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.

BTW,  baca juga cerita Sebelum HO disininya.

Wassalam,

Yang Masih Berjuang Untuk Menjadi Ibu