Lifestyle, Hobi, and Story

Tentang Niat

Wednesday, January 24, 2018
Assalamu'alaikum,

Dengan adanya tulisan ini saya tidak sedang menggurui siapapun. Karena siapalah saya? Saya bukan siapa - siapa sehingga berhak merasa paling baik diantara yang lain. Tapi, semoga dengan tulisan singkat ini menjadi pengingat diri saya bahwa saya hanya manusia biasa yang juga pernah khilaf.

Pernikahan adalah ibadah. Dengan menikah sempurnalah separuh agama kita. Dengan menikah berarti kita juga telah menjalankan sunah dari Rosululloh.

Jadi niat kita saat menikah haruslah untuk beribadah kepada Allah SWT. Throw back saat saya berada dalam situasi menjelang pernikahan. Saya ingat - ingat lagi, apa sih yang membuat saya begitu yakin untuk melangkah ke gerbang pernikahan saat itu.

Saya ingin menghindari fitnah. Fitnah Pacaran. Pernah melalui masa jahiliyah dalam hidup. Bukan tentang saat itu belum paham akan hukum Allah. Tapi menjalankan prinsip amar ma'ruf nahi mungkar sungguh tidaklah mudah.

Apalagi di tengah lingkungan masyarakat yang seolah menganggap lumrah pacaran. Saya malu dan sangat menyesal pernah dengan kesadaran penuh bermaksiat kepada Allah.

'Ya Allah berilah petunjuk, saya ingin bertaubat,mohon berikan kekuatan. Agar saya mampu menghindari godaan syetan yang terkutuk.' 

Sampai dengan saat ini saya masih saja bergetar dan marah pada kekhilafan saya di masa lalu. Pergi berdua dengan yang bukan muhrim, gandengan tangan, merindu, mencinta pada seseorang yang bukan haq nya.

Saya merasa jijik menghalalkan semua atas nama cinta. Tapi saya sepatutnya bersyukur karena Allah SWT masih mau menyentil saya, Allah masih berkenan meluruskan hati saya sebelum melangkah lebih jauh dalam kemaksiatan.

Pada akhirnya saya sadar tidak ada yang namanya pacar soleh, karena lelaki soleh tidak akan pernah mengajak pacaran.
Tidak ada yang namanya pacaran islami, karena dalam islam tidak ada yang namanya pacaran.

Suka heran kenapa status 'jomblo' banyak di bully. Salah dimana? Bahkan ada beberapa yang uring - uringan kalo sehari saja putus dari pacarnya, udah kaya dunia mau kiamat aja.

Apa dikira hebat yang bisa pacaran, apalagi yang bisa gonta ganti pacar?
Saya tidak sedang menghakimi atau sok suci. Demi Allah.

Saya mengatakan ini sebagai orang yang pernah salah dan mencoba untuk memperbaiki diri.

Jodoh adalah cerminan diri. Siapapun yang berusaha memperbaiki diri sama artinya dia sedang memperbaiki jodohnya.

Yang perlu di ingat menikah kemudian punya anak bukanlah sebuah ajang perlombaan siapa yang paling cepat dia yang bakal mendapat penilaian terbaik. Jangan menikah karena deadline, jangan menikah karena disuruh, jangan menikah karena terpaksa, jangan menikah karena latah dan ikut-ikutan, jangan menikah cuma karena usia, jangan menikah saat kamu sama sekali tidak yakin dengan pernikahanmu itu.

Ya, menikahlah saat hati merasa yakin! Mintalah petunjuk pada Allah, agar diberi kemantapan hati. Jika ternyata tidak ada keyakinan itu, belum terlambat untuk mundur. Jangan korbankan sepanjang sisa usiamu dalam penyesalan.

Pernikahan adalah ibadah sepanjang sisa usia, karenanya niatkan semua untuk ibadah. Niatkan dan bertawakal pada Allah sepenuhnya. Supaya apa? Supaya gak gampang dikomporin, supaya gak gampang menyerah, supaya gak se-te-res saat mendapat jodoh di luar ekpektasi, supaya tahan banting dalam segala medan pertempuran, supaya gak gampang ngeluh - ngeluh. Supaya gak makan ati tiap hari, kan bosen yakkkk!


Karena setiap pasangan menikah punya ujiannya masing - masing. Bersiaplah untuk segala kemungkinan, yang terburuk sekalipun. Karena sesungguhnya menghadapi komentar netizen tentang rumah tanggamu, tidaklah mudah.

Wassalam,
pertiwi

Resolusi Besar Kami di Tahun 2018

Tuesday, January 2, 2018

Assalamu'alaikum,

Kita sudah berada di awal th 2018, Alhamdulillah tahun 2017 kemarin aman dan terkendali kan ya..

Syukuri untuk apa - apa yang sudah dicapai, dan tetep semangat untuk beberapa hal ya yang masih tersimpan rapi dalam konsep.
Itu artinya kudu berusaha lebih keras lagi tahun 2018 buat melanjutkan beberapa goals yang belum tercapai.

Udah siap dengan resolusi 2018?

Siap gak siap kudu siap, yang pasti tahun 2018 ini bakalan jadi tahun yang seru dan penuh tantangan banget buat saya.

Karena saya punya Resolusi besar banget nih, sedang mempersiapkan memulai investasi dunia akhirat buat saya dan suami. Mohon doa nya semua buat #menjadiIbu2018. InsyaAllah semoga diijabah, Aamiin.

Karena perihal kelahiran bayi adalah hak mutlaknya Allah SWT. Dan kita sebagai manusia cuma bisa berdoa dan berusaha sebaik - baiknya. Di tambah dengan sabar dan hati yang ikhlas tanpa batas.

Nah, untuk mewujudkan #menjadiIbu2018 hal pertama yang harus saya persiapkan adalah Kesiapan mental.

Kehamilan harus menjadi saat yang membahagiakan. Jauhkan dari pikiran negatif dan segala ketakutan - ketakutan. Karena kondisi psikis Ibu hamil akan berpengaruh juga pada janin.

Lebih mendekatkan diri kepada Maha Pencipta Allah SWT. Banyak - banyaklah berdoa memohon di beri keturunan yang baik lahir bathin, sholeh, berakhlak mulia dan berbakti pada orang tua, agama, dan negara.

Berdoa memohon di jauhkan dari marabahaya dan segala kesulitan. Semoga di lancarkan segala sesuatunya. Aamiin.

Selain kesiapan mental yang tak kalah penting adalah kesiapan fisik. Itu artinya wajib banget jaga kesehatan.

Calon ibu kudu sehat supaya kehamilannya sehat , janin sehat, dan persalinan pun lancar. Jangan jadi ibu yang egois ya.. Yuk mulai lagi olahraga rutinnya, makanan sehatnya, perbanyak air putih dan buah. Buat tambahan bisa konsumsi vitamin juga ya.. Misal Asam Folat dan Vit. E.

Stop jajanan yang kebanyakan pengawet, micin apalagi menu -menu junkfood.

Last but not least, kesiapan materi juga ya papi mami.. Udah mulai nabung - nabung dari sekarang kan buat baby? Udah dong..!

Selalu percaya setiap bayi lahir membawa takdirnya sendiri. Pun rejeki mereka sudah di atur yang Maha Kuasa, papi mami gak perlu panik - panik amatan lah, hehehe.

Tapi tetep kudu di pikirin juga masa depannya. Minimal kita udah cicil buat biaya sekolahnya nanti, sambil jalan aja serius tapu santai.. InsyaAllah selalu di kasih jalan keluar.

Akhirul kata, semoga apa yang menjadi doa - doa kita mengangkasa, di dengar yang kuasa hingga mendapat dukungan penuh dari semesta. Yakin dan berbaik sangkalah selalu pada-Nya.











Terbawa Perasaan

Thursday, December 21, 2017
Baca cerbung di facebook dalam Komunitas Bisa Menulis, judulnya : Anak Untuk Suamiku. Dari judulnya aja udah bikin saya dag dig dug.

Cerita ini tentang pasangan suami istri yang sudah delapan tahun menikah belum di kasih keturunan. Karena tekanan dari pihak keluarga yaitu ayah sang suami yang sakit - sakitan dan sangat mengharap kehadiran cucu dari anak tunggal nya, membuat sang istri merasa serba salah. Segala cara telah di coba, kondisi mereka baik. Tapi mungkin Allah punya rencana lain.

Dalam kondisi psikis yang demikian, sang istri menyarankan suami untuk menikah lagi. Ikhlas? Mungkin. Tapi wanita mana yang rela berbagi suami?
Tentu saja sang istri tidak sungguh - sungguh dengan ucapannya.

Singkat cerita suami menikah diam - diam tanpa sepengetahuan istri pertama dan istri kedua langsung hamil. Sampai dengan lahirnya anak itu istri pertama belum tahu bahwa suami telah menikah lagi.

Sumpah rasanya nyesek banget! Cerita nya belum tamat dan aku sendiri belum tahu endingnya seperti apa.

Tapi membayangkan hal itu entah kenapa kok sakit banget ya..

Kenapa ada orang tua yang egois dan ada suami yang tega kayak gitu. Bukankah perkara keturunan adalah kuasanya Allah?

Apakah ketika istri marah dan kecewa saat di khianati itu artinya dia egois juga?

Terkadang cinta memang egois kan?

Beruntung itu hanya di cerita saja, dan aku berdoa semoga tak ada kejadian seperti itu dalam dunia nyata. Pernikahan adalah ibadah, sebagai sarana kita mendekatkan diri pada Allah, melahirkan keturunan itu adalah bonusnya karena sesungguhnya hanya Allah lah yang Maha Pencipta.

Hey kita bisa apa tanpa DIA? Istri, anak, jabatan, rumah, harta benda yang menurutmu itu adalah milikmu, semuanya cuma titipan,right?

Sekuat apa manusia berusaha, apapun jika Allah belum berkehendak maka semua itu takkan terjadi. Begitupun sebaliknya sekuat apa menolak jika memang anak itu harus lahir maka dia akan lahir kedunia atas izin-Nya.

Kalo mau di bilang Baper, saya jawab, Iya!. Tak perlu bertanya seperti apa rasanya. Mengerti rasanya di nyinyirin karena belum bisa kasih keturunan? Sulit untuk dilukiskan dengan kata - kata, biarlah airmata yang bicara,fiuhhh.

Kasihan ya belum punya anak? Wtf😱
Apa saya terlihat semenyedihkan itu sis? Jangan terlalu mudah menyimpulkan kehidupan orang lain.

Tak perlu terlihat bersimpati kalo pada akhirnya cuma mau mencubit hati orang lain. Alih - alih menghibur kalian malah menyebar garam di atas luka yang menganga. (haha.. Drama banget yaakk)

FYI, saya menikah 5th belum di kasih keturunan, rumah tangga harmonis, kesehatan kami baik. saya bersabar dan akan terus bersabar. Sejauh ini hidup saya bahagia.

Apa gak pengen punya anak?
Mungkin kurang sedekah?
Mungkin ibadahnya kurang?
Mungkin kebanyakan dosa?
Betul semua itu mungkin, siapakah yang layak menilai sedekah kita, amal kita, ibadah kita, kesungguhan kita, Niat kita dan seberapa besar ikhlas yang kita punya? Cuma Allah!

Ada berapa banyak pelaku maksiat yang di permudah mendapat keturunan? Ada banyak.

Ada berapa banyak orang baik yang ditunda keturunannya, ada banyak juga bahkan Nabi Ibrahim, Nabi Zakaria,

Jadi intinya, kudu banyak bersyukur. Sedikit cobaan yang kita alami harusnya tidak mengurangi rasa syukur kepada-Nya. Percaya Allah Maha Pengasih dan Penyayang. RencanaNya selalu indah, dan pasti yang terbaik buat kita.

Poligami memang di perbolehkan, silakan saja. Bagi yang mampu, bagi yang pantas, bagi yang lahir bathinnya sudah siap.
Tak ada sedikit pun niat menentang hukum Allah SWT.

Ada begitu banyak jalan menuju keridhoan Allah. Ada banyak sunah Rosululloh yang layak kita tauladani dan aplikasikan dalam kehidupan sehari - hari, bukannya memaksakan diri dan kondisi untuk berpoligami.



Wishlist Saya di Harbolnas 2017

Friday, December 8, 2017
Assalamu'alaikum,

Selalu antusias sama yang namanya DISKON, apalagi kalo denger Harbolnas yang di pelopori lazada  beberapa tahun lalu. Aku selalu punya wishlist belanja, dan dari sekian banyak hal yang ada dalam list belanja,  kudu  di pilih yang kira - kira paling memungkinkan buat aku wujudin dalam waktu dekat ini. 

Udah sejak lama pengen beli harddisk external. Karena sebagai crafter pemula aku sering banget download video tutorial, belum lagi ribuan photo yang tidak di filing dengan baik. Di laptop ada, di flashdisk ada, di hp ada. jadi ribet banget kalo harus cari - cari dokumen. Pengen banget nyimpen di satu tempat yang kapasitasnya besar. Tapi tetep mudah di bawa - bawa. Simple, aman, praktis dan effisien.

Harganya beragam tergantung merk dan besar kapasitanya. Pengennya sih merk Sandisk, Seagate, atau Toshiba, minimal 2 TB. Sampai sejauh ini tiap kali nabung dan mau beli pasti ada aja keperluan dadakan yang bikin aku mikir, "ya udah lah ya.. Belum urgent banget beli harddisk". Secara pikiran emak - emak kudu pinter banget baca skala prioritas mana yang wajib di dahulukan. Emak yang belakangan ini lebih tertarik sama diskonan sembako dari pada baju dan tas mahal.

Sabar ya Makkkkkk..... semua akan kebeli pada waktunya. cuma soal waktu lho, masalahnya kapan waktunya itu?
tanya pada rumput yang bergoyang Makkk..

Tiap kali buka Lazada, langsung check berapa sih harga harddisk external terbaru, tapi tetep aja belum masuk anggaran belanja. Ya udahlah cari yang lain aja dulu, karena selain pengen beli harddisk external, ada beberapa kebutuhan lain juga sih, kayak produk perawatan kulit. Semacam facial wash, BB Cream, dll
.
Betapa berbinarnya saya waktu harbolnas tanggal 11-11-2017, ada flash sale produk - produk impian yang rasa - rasanya kok berat banget ya kalo di lewatkan. Toh aku beli berdasarkan kebutuhan bukan sekedar keinginan. langsung eksekusi dong akhirnya, kapan lagi beli produk perawatan wajah berkualitas tapi gak bikin jebol anggaran belanja.

Pertama, facial wash cetaphil ukuran 400ml. Berkali - kali liat pas ke guardian atau watson. Lumayan banget ini Ya Allah, secara banyak review dari temen dan beberapa seleb gram yang mengatakan bahwa cetaphil oke punya. Tapi tiap ke guardian atau watson selalu urung dengan alasan  facial wash yang dirumah masih banyak.

cetaphil,bio oil dan cotton bud


Micellar water dari garnier menjadi berhasil masuk keranjang belanja dengan mulus. Penasaran juga pengen nyoba Kebetulan stok pembersih wajah udah limited juga.

micellar water 


Item ketiga adalah bio oil, yang bisa di gunakan untuk menghilangkan bekas luka, dan kulit kering. Selain  itu saya juga mebeli BB Cream dari Garnier dan Cotton Bud Selecta.

BB Cream Garnier


Pengiriman cepat dan packingnya rapih lho, sempet kepikiran itu micellar water gimana kabarnya ya, takut rembes aja itu, bisa-bisa sampe rumah udah tinggal setengah, edisi galau emak - emak gak mau rugi. Ternyata pas barangnya sampe packingnya rapih dan untuk micellar water di lakban lagi jadi tetap ama semuanya.

Keuntungan  saat kita  belanja online adalah kita tidak perlu menghabiskan waktu berjam - jam di jalan karena macet, atau mengejar waktu saat jam makan siang. Hari Libur dapat di gunakan untuk istirahat dan melakukan hal positif lainnya seperti, membersihkan rumah, mengurus cucian, atau melakukan hobi kita dengan tenang.

Dan yang terpenting adalah juga bisa menghemat pengeluaran uang transport, uang jajan, atau bahkan biaya - biaya tak terduga karena belanja tidak terkontrol. Apalagi di lazada memberikan gratis ongkir juga. Perfecto!


Gak sabar menunggu Harbolnas #diskonmengguncangsemesta berikutnya semoga saja produk impianku dapet diskon yang bener - bener mengguncang semesta. catet tanggalnya ya 12-12-2017 disini aja juga bisa langsung cuss belanja, ayoooo tinggal klik, langsung serbuuuuuu...

Disclaimer : Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk di gunakan dalam Kompetisi Blog Lazada dengan Tema Wishlist Saya di Hari Belanja Online Nasional 2017

Tiba - tiba Alergi?

Monday, December 4, 2017
Assalamu'alaikum..

Kok bisa tiba - tiba alergi?

Ini saya beneran gak menyadari alergi atau emang gak peka sih ya..

Setelah berpuluh - puluh tahun menghirup oksigen di muka bumi ini, haruskah menerima kenyataan kalau saya alergi seafood?

Wait deh, sebenernya itu juga baru diagnosis saya sendiri sih. Karena dalam sebulan ini masa kena bentol - bentol merah dan agak pegel gitu semacam kayak bekas gigitan serangga.
Hampir tiap minggu kena bentolnya dalam sebulan ini.

Tapi serangga apa? Apa iya sampe segitunya? Biasanya kulit tubuh strong lho, bahkan kalo di gigit nyamuk aja  nyamuknya langsung sakit gigi. Kecuali kalo nyamuk jaman now udah pake gigi besi. Berevolusi jadi makhluk mengerikan.

Sengaja gak saya photo, males aja gitu liat jari dan lengan sendiri bengkak - bengkak gitu. Mana pegelnya sedeppp pula rasanya.

Jadi sebulan belakangan ini emang saya lagi nyetok udang dirumah, gak banyak cuma 1 kg. Tapi karena cuma berdua jadi saya simpan di freezer. Pastinya setelah di bersihkan sebersih - bersihnya.

Anehnya nih ya itu bentol baru muncul H+1 pasca saya konsumsi seafood. Baik berupa udang atau ikan.

Sedangkan menurut hasil wawancara pada temen - temen yang telah berpengalaman dalam dunia per- ALERGIAN, reaksi alergi itu sendiri biasanya tidak memerlukan jeda yang lama setelah terkena pencetus alergi.


Apa iya ini karena serangga? Atau imunitas saya saja yang sedang menurun akibat cuaca yang extrim akhir - akhir ini?.

Itu yang masih dalam tanda tanya

Btw, minggu lalu saya sudah berobat keklinik kok, memang sih dugaan sementara di gigit serangga. Meskipun saya sendiri agak ragu.

Pasca dari klinik dan minum obat resep dari sang dokter bentol dan bengkak menghilang. Tapi karena kemaren masak udang lagi. Jeda sehari jadi bengkak lagi.

Kemaren itu saya di resepkan :
Lerzin / obat alergi / sehari 2x setelah makan
Ibu Profen / penghilang nyeri dan pegel/ 3x sehari setelah makan
Salep oles
Dan ada satu obat lagi cuma saya lupa  namanya.

Saya minta obatnya semua yang aman buat kondisi tubuh yang sedang program kehamilan.

Gak nyaman sungguh. Daya tahan di tubuh saya sedang di serang perlahan.
Mau makanpun jadi mikir - mikir, padahal biasanya apa aja masuk apalagi seafood.

Sempet kepikiran pengen makan steam boat kuah tomyang. Bahkan udah belajar dan liat resepnya di youtube, pending dulu akhirnya.

Katanya, satu - satunya cara menghindari Alergi ya dengan menghindari pencetusnya. Misal makanan tertentu, debu, dingin, dll.

Jadi untuk sementara ini saya kurangin makan seafood. Padahal udah ngebayangin pengen bikin steam boat sendiri dirumah. Pas  belanja bulanan cuma bisa mupeng aja liat baso - baso ikan dan kawan - kawan nya yang biasa buat campuran steam boat.

Alhamdulillah saat tulisan ini di share lagi gak ada bentol - bentol.

Next time mau aku coba lagi makan seafoodnya kemudian lihat reaksinya. Tapi jangan dalam waktu dekat, minimal kalo udah punya stok obat alergi aja.

Wassalam.




Evaluasi Blog Delima Merah

Friday, November 24, 2017

Assalamu'alaikum para pembaca yang budiman..

Pernah ada yang bertanya - tanya gak sih kok nama blog nya Delima Merah? kok isinya gak sesuai sama tag line nya?

Jadi, awal mula bikin blog ini pada tahun 2011 lalu, waktu itu saya lagi demen - demen nya nulis dan ikutan acara kepenulisan.

Walaupun ya belum juga pecah telor karya, karena masih betah ngendon di draft dan males edit - mengedit naskah.

Kepikiran tuh punya wadah buat saya nge-post hasil tulisan saya, yang berupa cerpen, atau puisi, syukur syukur nantinya bisa nerbitin buku.

Biasanya tiap penulis itu punya nama beken alias nama pena. Nah, Delima Merah itulah nama pena saya (pengennyaa...).

Terinspirasi dari nama batu mulia merah delima, dan kata - LIMA - ini merupakan simbol dari kami lima bersaudara.

Penulisan hurufnya juga sudah mengalami beberapa kali perubahan,
Awalnya The5merah Putih yang artinya "Lima Anak Perempuan berkelas yang punya keberanian menghadapi kerasnya kehidupan tapi tetap berpegang teguh pada kebenaran dan kesucian." Kerennnn yakkk... 😁😁😁

Kemudian dirubah lagi jadi TheLima Merah Putih, terakhir di sederhakan menjadi 'Delima Merah' tanpa mengurangi makna awal.

Yang terakhir ini terasa lebih Friendly aja baik di baca maupun di tulis. Karena saya juga menggunakan sebagai label dari produk - produk handmade saya baik jahitan maupun rajutan.

Ya begitulah.. Belum bisa konsisten di satu jenis postingan. Mohon maaf kalau akhirnya Delima Merah menjadi blog Random, gak jauh  sih dari tulis menulis dan hobi lainnya kayak baca buku, rajut, dan jahit.

Yang belum pernah saya tulis adalah resep masakan. Karena gak hobi banget masak, meskipun hampir tiap hari masak dan belum pede juga buat share resep pribadi yang gak jauh dari duo bawang sebagai bumbu andalan.

Tapi kedepannya tidak menutup kemungkinan saya akan berbagi resep masakan atau sekedar bercerita tentang masakan bahkan mengulas tentang menu MPASI mungkin, kenapa tidak?.

Mohon doanya aja sih biar segera ada yang di mpasi-in. Hahaha..

Sesekali saya juga bakalan coba review produk kecantikan biar kayak para beauty blogger yang kece - kece di luar sana.

Apalagi ya, yups semoga segera juga bisa share tulisan tentang tumbuh kembang anak atau pola asuh kids jaman now. Atau share tentang promil juga kali ya, semoga bisa berbagi kebaikan dimanapun salah satunya lewat tulisan.

Untuk tema yang terakhir butuh kekuatan extra nih kayaknya karena bakalan menguras banyak emosi dan pikiran. Kalaupun pada akhirnya saya menuliskan juga perihal program kehamilan, itu semua semata karena saya ingin menjadikannya sebagai catatan sejarah dalam kehidupan saya.

Demikianlah sekilas info, terima kasih sudah membaca.

Wassalam.






Beras Merah Yang Kaya Manfaat

Tuesday, November 21, 2017
Fix hari ini belanja beras merah. Kebetulan ada diskon beras organik di lotte mart, lupa dsri harga berapa jadi sekita 39.900 rupiah per Kg nya. Mau coba untuk perbaiki pola makan ceritanya.

Karena saya itu paling gak bisa jauh - jauh dari yang  namanya karbo dan turunannya.
Ya ciloklah, ya siomay lah, batagor, empek - empek, roti, brownies de-el-el. Banyak banget kan makanan enak dan mereka semua mengandung karbo.

Padahal segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Kalo ada bilang yang banyak karbo selama ini baik - baik aja kok, udahlah jangan di bikin rumit. Mau makan aja banyak cingcong.

Sama seperti kita sedang memegang bom waktu. Tunggu saja sampai tubuh menjerit kemudian ambruk karena penyakit.

Baru deh saat itu taubatan nasuha dari yang namanya menzolimi tubuh. Beruntung bagi yang masih di beri kesempatan sembuh.

Beberapa hanya bisa pasrah dan menyesali kenapa sih dulu gak bisa jaga mulut. Dari godaan makanan - makanan enak disekelilingmu.

Teorinya begitu, pengen sadar.. Tapi bener itu gak mudah. Konsistensi itu perkara yang sungguh tak bisa dianggap sepele. Bahkan untuk urusan perut sekalipun.

Saya tak rewel perkara lauk pauk juga sayur mayur. Mau makan sehat sebenernya mudah karena cenderung lebih simple.

Misalnya, semula masak kangkung di tumis sekarang cukup di rebus, telor yang biasanya di dadar plus toping ini itu sekarang cukup di rebus. So simple!

See, sehat itu simple. Kita aja yang bikin rumit. Apa - apa jadi ribet.

Kembali perkara karbo, yang paling susah adalah bikin suami juga suka konsumsi beras merah. Ini Pe - er!

Beliau ini kayak yang udah males duluan kalo saya masak beras merah. Katanya, Seperti hidup tanpa cinta, Hambar!

Mau di masakin lauk apapun rasanya gak nampol, perkara lidah sesungguhnya hanya soal kebiasaan kok. Saya aja yang dulunya hobbi banget sambel, sekarang jadi gak tuh.. Gegara Pak Suami anti pedas.

Yah, semua butuh proses kan. Perlahan tapi pasti kita harus berubah.

Malam ini saya masak nasi campuran beras merah dan beras putih takut si bapak jet leg kalo di paksa hidup tanpa cinta, hehe.. Dengan perbandingan 2 gelas takar beras putih dan 1 gelas takar beras merah.

Sebagai temannya saya masak sayur bening bayem no MSG dan peyek udang biasa saya sebut Mirong Urang (oleh - oleh dari mamah mertua).
Dan yang pasti saya masaknya pake cinta!
Biar gak hambar, apaa sihhhh...


Masih dominan beras putihnya, tapi masih lumayan bagus hasilnya menurut saya dari pada waktu saya beli beras merah di lapak beras dekat rumah. Hasilnya kayak perbandingan 4 : 1 semacam beras merah oplosan tapi gak gitu - gitu amat ya harusnya.

Suami gak komplen alhamdulillah. Sayurnya pun di habiskan hingga tetes terakhir.

Berikut ini adalah manfaat beras merah :

1. Memberikan asupan energi karena mudah di cerna,

2. Mencegah Penyakit Diabetes, karena lebih sedikit mengandung zat gula,

3. Melancarkan pencernaaan karena banyak mengandung serat alami,

4. Menangkal senyawa radikal bebas karena mengandung Zinc,

5. Menjaga Berat Badan ideal  karena mengandung sedikit kalori,

6. Mencegah Kanker Usus karena bisa melancarkan pencernaan sehingga tidak banyak zat sisa tertimbun di usus.

Walaupun ya kalo di pikir - pikir harganya lebih mahal dari pada beras putih.
Tapi sebagai emak - emak cerdas punya prinsip, bayar lebih mahal untuk manfaat lebih baik, kenapa tidak?

Apalagi kalo manfaatnya itu langsung di rasakan oleh tubuh kita sendiri.

Jadikan makananmu sebagai obat sebelum obat menjadi makananmu.

#berasmerah