Lifestyle, Hobi, and Story

Kenangan Masa Kecil : Piknik ke Pulau Seribu

Monday, November 12, 2018
Assalamu'alaikum,

Masih suka melow gak sama kenangan - kenangan masa kecil? kalau aku iya.
Adakalanya pengen kembali menjadi anak - anak supaya bisa kumpul terus sama Mama dan Ayah. Suatu hal yang terasa begitu istimewa sekarang.

Hari ini sengaja meluangkan waktu agak untuk mengingat kembali kepingan kenangan masa kecilku di sela - sela rutinitas senin pagi yang sibuk. 

Pagi itu, entah berapa tahun lalu. Seperti biasa aku bangun pagi karena tidak ingin melewatkan moment minta gendong sebelum Ayah berangkat kerja. Biasanya setelah itu dapet uang jajan yang akan kumasukkan kedalam dompet plastik dengan gambar kartun doraemon kemudian disimpan pada sebuah kardus besar diatas lemari yang menjadi tempat rahasia. Tentu saja aku bisa melakukannya dengan cara naik ke ranjang tingkat kami kemudian menyelipkan dompet itu diantara barang- barang lainnya. Terkadang juga uang ini kuberikan pada Mama untuk membeli bubur kacang hijau, bubur sumsum, es cendol, nyam nyam colek., beng - beng dan bolu manis legit.Semua itu jajanan favoritku. 

Tapi pagi itu berbeda, Mama terlihat lebih sibuk karena menyiapkan beberapa kotak makanan yang dulunya kotak es krim. Ku lihat ada satu kotak berisi nasi, satu kotak berisi telur balado favorit ku. Dan satu kotak lagi di isi kering tempe. Ada juga sebungkus lalapan dan sambel kesukaan Ayah. Buat apa ya?

"Ayo, kaka sama dede mandi ya kalo mau ikut ayah ke pulau seribu" Kata mama membunuh rasa penasaranku menjadi sorak bahagia. Sudah di sounding beberapa hari sebelumnya bahwa Ayah akan mengajak piknik ke pulau seribu saat sekolah Kaka libur. Dan ternyata sekaranglah waktunya. Yeayyyy...

Aku dan Kakaku, iya saat itu hanya ada kami berdua yang menjadi kesayangan Mama dan Ayah. Belum ada si dia, dia dan dia. Sering ribut? Tentu tidak, Kakaku baik. Dan aku penurut. Kami akur hampir di setiap waktu.

Tibalah kami pada suatu tempat yang saat itu aku tidak tau. Tapi sekarang aku tahu mungkin itu daerah muara angke. Bau anyir dan amis menyeruak disela kesibukan transaksi para nelayan dan pedagang ikan. Berjejer - jejer aneka macama ikan, ada yang besar, ada yang lebar, ada pula yang kecil - kecil, itu namanya ikan teri. Selain itu ada udang, cumi - cumi, kerang bahkan kepiting. Sedikit mual tapi aku bertahan karena tidak ingin membuat Mama repot jika aku sampai muntah, bisa - bisa Mama kuatir dan akhirnya piknik yang sudah kutunggu sejak lama akan berantakan.

Setelah melewati jalanan becek, sempit, dan bau  karena begitu banyak kios penjual ikan. Sampailah disebuah dermaga. Ada banyak kapal disana. Kami pun  segera manaiki salah satu kapal yang ternyata telah menunggu kami. Banyak teman Ayah beserta keluarga mereka juga. Well, mungkin acara ini di sebut Family Gathering, tentulah saat itu aku belum mengerti.

Kakaku yang supel segera mendapat teman baru. Seorang anak perempuan sebaya dengannya, hitam manis dengan rambut panjang di kuncir dua. Mereka segera menjadi akrab. Aku hanya melihat saja sambil terus memegang ujung baju mama. Se - introvert itu aku sedari kecil. Tidak terlalu suka keramaian juga tidak cepat akrab pada suatu lingkungan baru.

Parahu pun melaju, semakin jauh meninggalkan dermaga. Sejauh mata memandang hanyalah lautan. terkadang ombak besar menghantam membuat kapa ini oleng. Sedikit gemetar aku saat itu. Entah kenapa tiba - tiba merasa takut. Aku takut kejebur karena tidak bisa berenang. Ingin menangis tapi tentu saja kutahan karena tidak ingin merepotkan Mama.

Beberapa orang dewasa dan anak - anak ada yang muntah. Kalo aku fokus melihat mereka bisa jadi ikutan muntah juga. Iya sejujurnya perjalanan ini memang bikin pusing dan mual tapi aku masih bisa mengatasinya, justru aku akan muntah karena melihat meraka muntah, itu sangat menjijikan.

Akhirnya aku hanya memandang ke laut luas. Angin mengacak rambut tebalku yang tidak pernah di biarkan panjang oleh Mama. Kata Mama ribet kalau anak kecil rambutnya panjang. Bahkan Mama tak peduli meski Ayah melarang Mama memotong ramputku dengan super pendek yang lebih mirip seperti mangkok terbalik. Sebelas dua belas lah sama Dora the explorer. Aku pernah se - gemes itu dulu. hehe

Angin sepoi - sepoi  dan perahu yang berayun membuatku tertidur. Entah berapa lama aku terlelap karena ketika terbangun aku sudah di berada di atas tikar pandan dikelilingi hamparan pasir putih yang belum pernah kulihat sebelumnya. Sontak saja rasa kantukku langsung lenyap melihat kaka berlarian dangan anak perempuan kuncir dua itu dipinggir pantai. Heuh sebel kenapa aku tidak diajak main juga.

Aku pun merengek minta ke pinggir pantai,  menghampiri kaka yang sudah basah kuyup. Ditangannya ada segenggam fosil kerang yang beraneka ragam, cantik sekali. Aku pun ikut berlarian mencari fosil kerang diantara pasir putih. Kata Ayah aku harus hati - hati karena banyak pecahan fosil kerang maupun batu karang yang tajam dan lagi disini banyak bulu babi, padahal aku tidak melihat seekor babi pun. 

Panas semakin terik, aku sudah basah kuyup, pliket dan menghitam. Kulit kaki dan tanganku mengeriput. Mama memanggil kami untuk mandi sebelum makan siang dengan menu favoritku, telor balado. Iya aku memang sudah lapar.

Setelah makan siang dan sedikit acara orang dewasa yang membosankan itu kami berkeliling melihat sauvenir yang terbuat dari kerang. Aku tidak tertarik toh ditanganku sudah ada fosil kerang aneka ragam serta batu karang yang cantik juga pasir putih kusimpan dalam botol bekas air mineral Hahaha.. Akan ku tunjukan pada temanku Ita, dan Nia.

Aku jadi teringat Ita, yang rumahnya disamping kanan rumah kami waktu di jakarta dulu. Rambutnya tipis dan warnanya seperti rambut jagung, kulit putih dengan gigi yang coklat keropos. Kata Mama itu karena Ita malas gosok gigi. Dia baik dan sering meminjamiku mainannya. Apakabar ya dia sekarang?

Sebenarnya disamping kiri rumah ada juga temanku, dia laki - laki  namanya Novri kalau tidak salah. Kakanya bernama Esih dia teman kakaku. Tapi aku jarang bermain dengan Novri karena dia nakal dan suka menangis.

Kalau Nia rumahnya di sebrang jalan. Berbeda dengan aku, Ita dan Novri yang rumah adalah rumah petak, rumahnya besar dan halamannya luas. Tapi Nia cengeng  dan ingusan terus sepanjang aku mengenalnya. Mungkin dia mudah sekali sakit karena itu dia jarang ikut kami bermain.

Kembali pada acara piknik ke pulau seribu. Kami pulang menjelang sore dan sampai rumah tengah malam karena jalanan macet. Aku senang bukan main meski badanku terasa lelah. Itu adalah salah satu kenangan masa kecil paling berkesan sampai sekarang.

Btw, Selamat Hari Ayah buat Ayah dan Calon Ayah.

Salam,

dari anak kesayangan Ayah dan Mama

Baca ini : Ketika kita harus merasa cukup







Ketika Kita Harus Merasa Cukup, because 'you are enough'

Sunday, November 11, 2018
Kemaren baca postingan blog nya mba Annisast, judulnya "your are enough" yang membahas tentang kepercayaan diri. Menceritakan sekilas tentang salah seorang beauty vlogger yang cukup membuat geger dunia per you tube-an karena kepercayaan diri yang luar biasa. Jadilah aku kepo-in channel youtube nya Dek Kekeyi, terus aku jadi berdecak kagum.

Terus jadi mikir dan malu sendiri karena pernah sempet gak Pe-De waktu punya niat upload video memasak cuma karena takut dinyinyirin netizen yang maha benar itu. Kok Bisa? ya bisalah namanya juga manusia. Gegara pernah liat video masak di Instgram yang hand talentnya itu gak kamereble dan gak instagrameble dibully netizen. Padahal ya biasa aja itu handtalentnya gak ada yang salah cuma emang gak lentik aja. Terus Apa kabar aku yang gak penah meni - pedi, kesehariannya sibuk di dapur, akrabnya sama cucian piring. Seketika itu aku minder gaess. Padahal manusia itu diciptakan dengan sebaik - baiknya penciptaan lho, kok pada jahat sih bully kekurangan orang lain. Yang artinya menghina Ciptaan yang Maha Kuasa. Sungguh Kejaammmm,hiks.

Semakin dewasa, standar untuk menjadi confidence semakin tinggi. Kalo dulu kita masih bisa tuh lenggang kangkung aja jalan cuma pake kaos oblong sama celana tiga perempat atau jeans belel trus cuma bawa duit yang cukup buat beli es klapa sama mi ayam doang. Ya sekarang mah pasti beda. Mana Pe-De dangan style begitu. Itu baru soal style doang. 

Padahal kepercayan diri tidak melulu soal keberanian untuk go public, keberanian untuk berbicara di depan umum, keberanian untuk mengungkapkan argumen. Atau sekedar keberanian untuk unjuk gigi (pastikan sudah sikat gigi ya) *LOL*

Lebih dari itu ketika kita merasa cukup pada diri sendiri itu artinya kita punya rasa kepercayan diri yang tinggi untuk menjalani hidup dan mensyukurinya. Tak peduli seperti apa keadaan kita saat ini. Tak peduli seberapa seringnya kita gagal.

Tapi yang namanya manusia, kadar keimanan aja bisa mengalami up and down, apalagi rasa percaya diri yang banyak banget faktor penunjangnya. Mulai dari penampilan, karir, status sosial, financial, jabatan, dan lain sebagainya. Ya pastilah dalam kondisi tertentu kita pernah merasa, 

"Kok aku gini ya"
"Kenapa aku gak bisa seperti dia?"
"Apa aku bisa melewati semua ini?"
"Andai aku punya ini itu kayak punya dia, pasti aku bisa begini begitu"

Tiba - tiba aja rasanya pengen sendirian, mengurung diri dikamar, gak pengen ketemu orang. Gak pengen apa - apa. Cuma pengen sendiri. Hanya karena sebuah kegagalan, iya gagal melampaui target yang kita buat sendiri. Ternyata kita tidak sekuat itu menghadapi kegagalan. Hanya karena diotak selalu terngiang - ngiang "kenapa orang lain bisa? Sedangkan aku gak! Why?"

Terus depresi dan bunuh diri. Emang ada yang kaya gitu? Cukup mengerikan ya efeknya. Dan ternyata memang ada yang tidak kuat menghadapi sebuah kegagalan.

Kenapa saya harus seperti dia?

Sedangkan kita manusia yang berbeda. Lahir dari keluarga dan latar belakang yang berbeda. Dengan support sistem yang berbeda juga. Bahkan yang yang lahir dari ibu yang sama juga bisa aja punya pencapaian yang berbeda. Karena setiap manusia yang lahir di dunia itu istimewa. Kita lahir dengan takdir dan garis tangan yang berbeda. Jadi, kalau orang lain bisa, ya saya gak wajib bisa mendapat pencapaian yang sama dong.

Fix ya itu cuma perkara yang sepele, may be ada yang berpikir. 'Ya ampun gitu doang aja ribet.' Mungkin anda belum pernah merasa seterpuruk itu. Bersyukurlah karena anda cukup beruntung.

Entah beruntung karena memang selalu bisa mencapai impian atau cukup beruntung karena anda punya kepercayaan diri yang tidak pernah lekang oleh waktu dan cuaca.

Kadang kita terlalu kejam melecutkan diri tentang perkara dunia. Kondrat manusia yang tidak mudah untuk merasa puas. Selalu ingin lebih, lebih, dan lebih.  Wajar banget, dan itu bagus. Selama tidak membuat kita takabur, lupa diri terus jadi kelewat ngoyo.

Beberapa hal yang mungkin bisa menjaga kewarasan :

1. Banyak bersyukur
Karena harus ada titik dimana kita merasa cukup. Iya saya cukup. Alhamdulillah ya Allah atas segala nikmat dan karuniaMu. Nikmat sehat, iman, dan Islam.

Sering - seringlah melihat kebawah. Kepada orang - orang yang tidak seberuntung kita. Supaya apa? Supaya bertambah lagi rasa syukur kita, supaya makin ditambah nikmat kita, supaya meningkat rasa empati kita pada orang lain. Kemudian berbagilah. Berbagi rejeki, berbagi kebahagian, berbagi cerita, berbagi senyum pun bisa. 

2. Jadilah Diri Sendiri dan Bersikaplah Sewajarnya
Yang suka berlebihan itu temennya setan lho, makanya jangan berlebihan. Bersikap sewajarnya aja menanggapi segala sesuatunya. Tidak lantas menjadi over confident juga sih.Intinya Be your self  nggak usah pengen kaya anu, itu, inu. Kalau aku pribadi malah gak Pe-De kalau harus pura - pura keren dengan pencitraan yang super duper lebay. Maluuu aku tuh. BTW, kok aku jadi kepikiran pengen sharing tentang pencitraan ya, tapi gak sekarang sih, next time ya. *hehe*

Belajar dari kesuksesan orang lain tentu saja baik. Tapi tidak lantas menjadikan ambisi untuk mengalahkan atau menjadikan standar hidup orang lain sebagai tolak ukur kebahagian kita. Nanti kamu cape lho ngejar pencapaian orang lain sementara kamu sendiri sadar kapasitas kamu itu seperti apa. mungkin menyederhanakan standart kesuksesan dipikiran kita menjadi perlu ya. Supaya pikiran menjadi tenang dan hati menjadi lapang, tidur nyenyak makanpun enak..

3. Nikmati Hari ini
Terbangun di pagi hari yang cerah dan damai, dalam keadaan sehat tidak kurang suatu apapun. Nikmat mana lagi yang kamu dustakan?.
Jadi nikmati dan isi hari ini dengan baik. Sama halnya ketika kita ingin memberikan yang terbaik untuk orang - orang disekeliling kita. Maka Sayangilah diri sendiri dulu. Mulai dengan menjalani hidup sehat dan kebiasaan yang baik. Kata - kata yang baik, attitude yang baik. ketika kita sudah bisa berpikir positif dan hidup lebih bersahaja, otomatis aura cantik yang bukan hanya sekedar cantik kita makin terpancar deh, yang pada akhirnya makin menambah rasa percaya diri kita.

Jadi begitu kira -kira gaes, semoga tercerahkan.

Salim eh Salam,

Dari orang agak sukses yang kadar Pe-Denya pas-pasan. 


Baca Juga cerita Tentang Pemusik Legendaris




Tentang Pemusik Legendaris

Thursday, November 8, 2018
Jadi lapangan di depan rumahku  lagi ada tenda besar kombinasi putih sama pink gitu. Kayak tenda - tenda yang suka di acara nikahan itu lho. Dan ternyata bener ada tetangga yang mau hajatan. Tapi gak tau tetangga dari blok mana yang numpang disitu secara aku gak dapet undangan. Padahal kan pengen ikutan prasmanannya *ups*

Mungkin karena kita ( aku dan suami) anak bawang banget di komplek ini. Jadi orang mau ngundang juga segen kali ya, tapi aku gak berkecil hati lah, kalo di undang juga emang bakalan kondangan berapa heh?.

Jadi ceritanya dua hari belakangan itu di lapangan rame terus orang wara wiri, biasanya rame juga sih sama anak - anak main voli atau main sepak bola tapi kan itu pas sore aja biasanya. Lha ini sampai tengah malem cuy, masih ada aja gitu orang ngobrol kenceng bingit. Tapi ya udah gak apa - apa  juga sih aku seneng aja jadi gak sepi. Dan pagi ini, pagi - pagi banget udah ada musik bergema seantero negeri *hah*

Sedikit terganggu sih, sebanyaknya aku ikutan bersenandung, haha.. Musiknya variatif banget deh, dari mulai musik dangdut, tarling, campursari, qosidahan, sampai gambus. Btw, gambus sama qosidahan itu sama gak sih?

Beda dong, kalo qosidahan itu yang kaya iklan 'Ramayana owh Ramayana' yang kerja keras bagai quda, tapi udahannya di valaq preman. *ngenes*

Tapi kalau gambus itu contohnya group musik yang vokalisnya cewek imut, suaranya lembut dan adem banget didenger. gak heran kan kalo lagunya jadi happening banget, dimana - mana disetel itu lagu. Yang gini "Hem.. Hem.. Hem.. Hem.." *gitu aja terus sampai indonesia turun salju* 

Serius ini ngaco gaesss, karena aku cukup ngasal mengenai perbedaan gambus dan qosidahan. Mungkin ada yang tahu dan bisa menjawab silakan tulis di komentar ya, terima kasih.

Berhubung kegiatanku cuma dirumah aja, jadi daripada pening sama suara - suara diluar sana aku pasrah dan menikmatinya saja, berharap nanti lagu - lagu favoritku yang di putar. Misal lagunya Jikustik, sheila On seven, Dewa 19, Gigi, Slank, atau lagu pop era 90-an yang lain. Atau seadainya lagu pop yang terbaru juga tidak masalah.  Berharap kaya lagi dengerin radio yang bisa request lagu sama titip salam buat listener semuanya.  Kan asik ya sambil masak dan bersih - bersih rumah diiringi lagu - lagu kesukaan.

Tapi  zonk yang kudapat, sampai siang tadi tidak ada satu pun lagu yang kuharapkan itu. Lelah dan kecewa berat akhirnya ketiduran juga, baru bangun menjelang ashar dong, dan langsung ditodong pak suami, "kok belum ganti baju?"

"Hah?" aku yang masih kriyep - kriyep dan belum seutuhnya sadar jadi bingung, ini siapa yang ngelindur sih?

"Ayo ganti baju terus kita ikut antrian prasmanan, hahaha." Aku melongo dan speechless. sebelum akhirnya ngakak. *Wow banget pak suami ngelawak walaupun gak sepecah itu juga sampe dapet kompor gas*

Setelah dipikir - pikir aku tuh gak punya musik favorit banget gitu. Ya biasa aja tergantung lagu nya. Jadi bingung apa yang mau di ceritain mengenai musik favorit. Tapi aku gak kehabisan akal, muncul lah ide untuk melakukan wawancara singkat dengan pak suami, karena setahu aku beliau cukup lumayan suka mendengarkan musik ketimbang mendengarkan aku ngomel. *ya iyalah*

Aku : Ka, musik favoritnya apa?
Pak Suami : kenapa emangnya?
Aku : pengen tahu aja.
Pak Suami : pengen tahu aja apa pengen tahu banget?
Aku : gak jadi! Aku pengennya tempe ajah.

Bhayyy! wawancara gagal!

Sependek pemahaman aku tentang musik, dari sekian banyak musisi yang legendaris salah satunya Iwan Fals, salah duanya Ediet G Ade. Hampir semua lagu mereka berdua enak di denger dan long lasting. Dari tahun ke tahun tetep bisa di nikmati semua kalangan, baik tua maupun muda. Dan lirik lagunya itu lho, dalem banget maknanya.

Punya Iwan Fals salah satu yang aku suka berjudul "Buku ini aku pinjam". Jadi inget jaman sekolah dulu kan. nih aku copy-in liriknya nyontek dari google.

(biar tau, biar rasa)cinta ini milik kitaDikantin depan kelasku,disana kenal dirimuYang kini tersimpan dihati,Jalani kisah sembunyi
Dihalte itu ku tunggu,senyum manismu kekasihUsai dentang bel sekolah,Kita nikmati yang ada
Seperti hari yang lain,Kau senyum tersipu maluKetika ku sapa engkau..
Genggamlah jari,Genggamlah hati ini
Memang usia kita muda,Namun cinta soal hatiBiar mereka bicara,Telinga kita terkunci
(Biar tau, biar rasa)Maka tersenyumlah kasihtetap langkah, jangan hentikancinta ini milik kita
Buku ini aku pinjam,‘kan ku tulis sajak indahHanya untukmu seorang,Tentang mimpi-mimpi malam

Dari Ebiet G Ade paling suka yang judulnya "Titip Rindu untuk Ayah" yang sukses bikin aku beneran rindu sama Ayah. Sebelum aku makin baper mari kita sudahi saja cerita hari ini. cekidott...


Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwaBenturan dan hempasan terpahat di keningmuKau nampak tua dan lelah, keringat mengucur derasnamun kau tetap tabah hm...Meski nafasmu kadang tersengalmemikul beban yang makin saratkau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurinduuntuk menuai padi milik kitaTapi kerinduan tinggal hanya kerinduanAnakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan iniKeriput tulang pipimu gambaran perjuanganBahumu yang dulu kekar, legam terbakar mataharikini kurus dan terbungkuk hm...Namun semangat tak pernah pudarmeski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia

Salam Rindu Untuk Ayah Tercinta, Alfatihah.




Tempat Jogging di Bekasi

Tuesday, November 6, 2018

Rutinitas tiap weekend yang menyenangkan sekaligus menyehatkan adalah Jogging alias jalan pagi. Biasanya saya dan suami janjian dengan adik - adik sekalian sebagai ajang silaturahmi juga karena emang sudah pisah tempat tinggal.

Nah, saya punya lokasi favorit buat jogging nih. Yang udah pasti banget orang - orang bekasi mah pada ngerti deh...

Yuk di absen satu persatu top five lokasi jogging pilihan saya:

1. GOR Bekasi

Lokasi yang biasa buat jogging dan terbuka untuk umum itu yang di luarnya ya bukan yang di dalem stadion. Disana juga ada hutan kota yang asyik banget buat jalan - jalan santai.

Di dukung dengan adanya car free day tiap hari minggu. Bener - bener oase banget buat kita yang butuh refreshing sambil olah raga. Tukang jualan yang tumpah ruah segala rupa dari penjual jajanan seperti somay, cilok, sosis bakar, batagor, sempolan, gorengan, jasuka, aneka kue kering, kue basah. Penjual sarapan seperti Bubur ayam, lontong sayur, ketoprak, nasi pecel, nasi kuning, nasi uduk, dan masih banyak lagi. Dijamin gak bakalan kelaperan yang penting bawa uang cash sih,hehe.

Tapi yang sangat disayangkan adalah karena sebegitu besarnya antusias masyarakat untuk meramaikan GOR jadilah tempat olahraga yang penuh sesak. Terutama sesak sama lapak - lapak penjual. Jadi agak mirip sama pasar malem deh lkarena banyak juga penjual baju, hijab,sendal,sepatu, perabot rumah tangga dan berbagai aksesoris bahkan sayuran juga ada.

Meski lumayan mengganggu orang yang mau olah raga beneran, tapi ya gimana namanya juga nyari rejeki, kita sih seneng - seneng aja selama mereka tetep tertib dan jaga kebersihan. sempet kepikirajuga lho pengen ikutan jualan apa gitu disana buat tes mental. Hayoo berani buka lapak gak?
Siapa takut!

2. Summarecon Mall Bekasi

Biasanya fly over dari GOR menuju Summarecon mall Bekasi akan menjadi tempat jogging yang menyenangkan juga karena ya Car Free Day Itu. Disini juga bisa jadi spot untuk photo - photo lho. kalau jogging di kawasan Summarecon Mall Bekasi sejujurnya belum pernah. jadi kurang tahu juga apakah memang boleh atau tidak. seharusnya sih boleh ya selama tidak mengganggu ketertiban jalan raya dan tetep menjaga kebersihan.

3. Kota Harapan Indah

Katanya disini juga asyik buat Jogging tapi saya lebih suka ke perumahan Harapan indah ini kalo sore hari, muter - muter aja gitu sambil ngobrolin banyak hal sama suami. Naik Motor keliling - keliling aja. sesederhana itu lho definisi Hang Out ala saya 

4. Perumahan Grandwisata

Bukan tempat olahraga sebenernya, cuma karena perumahan ini jalanannya lebar ditambah dengan banyaknya pepohonan menjadikannya lokasi yang cukup menyenangkan untuk jalan pagi sambil menghirup udara yang masih berasa sejuk. 

Apalagi di Grandwisata ini penjual jajanan tidak diijinin mangkal secara bebas. Jadi buat yang lagi ngirit dan gampang tergoda untuk nyemil, bisa lumayan aman.

Yang akhirnya disinilah lokasi paling Favorit.

5. Depsos

Ini sih baru saya coba belakangan aja karena sempet sering nginep di Bulakkapal. Lumayan juga komplek Depsos bisa dijadikan Alternatif untuk yang mau jogging di sekitaran Bulakkapal. Meskipun tidak terlalu luas tapi kalo 3 sampai 5 kali bolak balik berkeliling kompleknya pasti ya lumayan keringetan juga. Seperti hal nya GOR Bekasi disini juga dijadikan pasar dadakan, dari mulai penjual makanan, sayuran sampai pakaian dan perabot juga ada disini.


Selain ke 5 (lima) lokasi tersebut diatas sebenernya bisa juga ke lapangan serbaguna yang ada di depan Kantor Pos Bekasi. cuma gak enaknya disana rame sama anak - anak futsal, jadi ngeri ke sundul bola deh. Well, setelah hampir seminggu hijrah dari kota Bekasi ke Cikampek ternyata saya rindu juga.

Belum nemu lokasi buat Hang Out Sehat disini, selain jalan pagi ke pasar kaget komplek atau lapangan depan rumah. Yang penting gerak sih, gak mager aja gitu seharian.

Salam hangat dari Calon Ibu, ibu pertiwi.

Histereskopi Operatif di RS Hermina Bekasi Barat

Monday, September 24, 2018

Bulan Mei 2018, pikiran lagi semrawut. Jadwal Haid berantakan padahal udah membulatkan tekad untuk ikutin saran dokter Rizki melakukan tindakan Histeroskopi.

Ketika si tamu bulanan datang, meski masih ada sedikit keraguan  tapi tetep sih akhirnya bikin janji untuk konsul juga, dan ternyataaaaa.... Dokternya lagi umroh sis, ya sudah memang harus fokus renovasi rumah dulu kali ya, karena memang sedang renovasi rumah per tanggal 7 mei 2018 kemaren.

Satu siklus menstruasi pun berlalu. Mulai mengumpulkan keberanian lagi untuk bikin janji di siklus bulan berikutnya. Setelah menuntaskan 6 hari puasa sunah syawal dan 7 hari bayar hutang puasa, jeda beberapa hari kemudian tamu yang lumayan tidak ditunggu ini pun datang. Langsung bikin janji temu dengan dokter Rizky dengan semangat 45!

Lebih dari setahun belakangan ini memang tiap kali konsul ke dokter jarang ditemani suami. Tidak 'Baper' kok, kan paham situasinya suami lagi kerja. Yang tidak bisa tiap saat ijin datang terlambat, atau pulang cepat demi mengantar istrinya yang kalau bikin jadwal di hari kerja dan jam kerja pula. Ya sudah nikmatin aja wara wiri nge'grab' atau kalau sedang beruntung bisa minta di temani atau di anter adik bungsu. Udah bahagia lhoo hati saya ini.

Hari jumat siang, saya ijin saat jam makan siang karena memang jadwal dokternya pukul 11.00 s.d 14.00 WIB. Masih memungkinkanlah dalam bayangan saya. Saya jalan dari kantor sekitar 13.30 siang. Kelarin sedikit kerjaan yang urgent supaya tenang saat ijin ke keluar. Tapi untuk kesekian kalinya jadwal dokter pun ngaret.

Jam 15.00 WIB Ibu dokter tercinta baru mendarat, dikarenakan ada meeting dengan manager rumah sakit. Alasan yang sedikit membuat tensi darah meroket ya gak sih.. ?
Sepenting apa sih meeting itu sampai harus menelantarkan pasien. Yang mungkin datang kesana dengan penuh harapan, kecemasan dan segala tetek bengek urusan yang sementara ditinggalkan. 

Mana hari itu gak sarapan karena ngebut kerjaan ditambah sedikit kurang nafsu makan, tenggorokan kering, sedang mens, badan meriang dan flu berat. Sungguh kondisi yang rasa - rasanya pengen di traktir sop janda dengan taburan cabe rawit yang melimpah, di temani dengan nasi hangat bertabur bawang goreng krispi. Minumnya cukup dengan air jeruk peras yang masih panas. Mantap!

Sayangnya itu semua cuma halusinasi, sore itu saya masih duduk ngelamun sambil menunggu antrian, ke sebelas!
Sekitar pukul 16.15 menit baru di panggil itu pun setelah pasien sebelum saya menghilang entah kemana, mungkin ke toilet, mungkin sedang mengisi perut karena terlalu lama menunggu atau bahkan pulang karena lelah. Menurut kalian dia kemana? *meneketehe

Terlepas dari teka teki pasien nomor 10 yang menghilang, akhirnya saya terpaksa menggantikannya dengan senang hati. Lumayankan..

"Bagaimana Bu? Ada apa?" Kata Bu Dokter dan saya bilang, 
"saya blm hamil dok, saya sedang haid hari ke-3" kata saya waktu itu.
Setelah sebelumnya dokter sempat menilai prograss diet saya, dari angka hasil timbangan tadi yang menunjukkan angka yang menggembirakan. wajarlah ya secra kan baru aja selesai puasa di bulan Ramadhan, bayar hutang puasa dan puasa syawal.  

Akhirnya saya pun menduduki kursi singgasana itu. Untuk pengecekan apakah polip masih ada atau tidak. Dan faktanya itu polip masih ada. Dengan tegas saya bilang ke dokter jadwalin saja untuk waktu tindakan HO nya.

Setelah urus ini itu kebagian administrasi dibuatlah surat rujukan untuk rawat inap satu malam sebelum tindakan ditambah resep obat yang harus diminum 2 hari sebelum tindakan. Katanya sih itu obat untuk membuka jalan lahir.

obat yang harus diminum 2 hari sebelum tindakan HO


Hari rabu, tanggal 25 Juli 2018 sepulang kantor saya buru - buru pulang untuk mandi dan bawa sedikit keperluan untuk menginap antara lain : Kain sarung kesayangan warisan dari nenek, 1 stel pakaian dalam, satu stel baju tidur, sikat gigi, odol, facial foam, sabun cair dan cairan antiseptic. Selain itu bawa sebungkus biskuit malkis dan sebutir mangga yang sudah di potong - potong serta beberapa butir jeruk yang tersisa di kulkas.

Toiletries


Drama pertama adalah saat muter - muter cari parkiran, karena RS. Hermina Bekasi Barat memang segitu kecilnya deh parkirannya. Yang kalau di lihat udah pasti penuh terus, atau pas kebeneran aja ya.
Drama selanjutnya adalah antri di pendaftaran. Padahal ya udah ada surat pengantar juga yang di buat saat konsultasi terakhir kali. Entah karena memang saya lagi laper, panik atau apa semua terasa berjalan lambat.

Akhirnya bisa masuk ruang perawatan juga sekitar pukul 20.00 WIB. Sejak awal saya memilih kelas III selain karena memang cari yang ramai biar gak serem, juga karena alesan budget. ya kalo cuma tidur dirumah sakit ngapain yang mahal - mahal sih. Kalo mau liburan oke deh ya cari penginapan yang bagusan. Karena diruang kebidanan bahkan suami aja gak boleh nungguin lewat dari jam 22.00 WIB. Alhamdulillah banget ada Mama yang bersedia nungguin.

Pukul 22.30 diambil darah untuk test laboratorium persiapan operasi besok. Di cek tensi darah juga, dan disuruh makan malam untuk persiapan puasa besok pagi.  Dikirimlah nasi goreng rumah sakit dengan telor ceplok yang rasanya ya "B -ajah", tapi ya Alhamdulillah,hehe.

Kemudian sekitar jam 2 malem minum banyak air putih karena setelahnya harus puasa makan minum. Lanjut tidur lagi sampai pagi. Saat itu saya masih nge-flek gitu mens nya belum bener - bener bersih. Sempet galau tapi pas tanya sama suster katanya gak masalah.

Setelah mandi dan ganti piyama biar nyaman. Akhirnya jam 7 datanglah perawat yang akan membawa saya keruang eksekusi. Sebelumnya di tusuk jarum infus buat masukin obat gitu. Berasa jadi orang sakit karena mesti di dorong - dorong dalam keadaan terbaring. Melewati lorong - lorong rumah sakit dalam kondisi pikiran dan hati yang sulit untuk di deskripsikan lagi.

Berada di ruang peralihan, terakhir diantar sama Suami dan Mama kemudian diminta berdoa supaya di lancarkan segala sesuatunya,merekapun diminta keluar ruangan.Kemudian saya ganti seragam operasi yang jahitannya jaya orang kehabisan benang dengan melepas semua atribut pakaian yang melekat. Tiba - tiba aja merinding karena hawa dingin ruangan terasa menusuk kulit.

Selesai cek ini dan itu yang sebenarnya cuma sekedar wawancara ringan, nama, tanggal lahir, ya gitu - gitu aja sih tiap akan dilaksanakan  tindakan. Mungkin takut ketuker pasien kali ya, baguslah dari pada asal suntik kan bahayaaaaaa!

Diantarlah saya menuju sebuah ruangan yang  berisi segala tetek bengek peralatan menyeramkan. Ada semacam alat deteksi detak jantung di sebelah kanan, dan semacam monitor gitu di sebelah kiri. Ada meja yang berisi berbagai macam tools yang nantinya bakalan di pake.

Menatap langit - langit ruang operasi yang dingin. Cuma bisa istighfar, memohon ampun atas segala dosa - dosa yang pernah di perbuat. Bagaimana jika disinilah saat terakhir kalinya saya bisa membuka mata? Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Semua saya pasrahkan kepada Allah SWT. Sekali lagi, manusia cuma bisa berusaha tapi cuma di tangan Allah takdir kita di genggam.

Dokter Rizki yang akan mengeksekusi sudah ada di posisi, begitu juga dengan dokter anastesi. Tepat hitungan ketiga setelah selang terpasang dihidung dan saya menghirup udara yang begitu dingin ditambah dengan suntikan dibagian tangan. Terus saya di minta berhitung 1 - 3 kali dan tarik nafas dalam - dalam. Disitulah kesadaran saya berakhir. Saya tidak merasakan apapun selain beberapa kali tepukan di bahu dan beberapa kali nama saya di sebut, yang mungkin oleh suster yang mendampingi dokter operasi. dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar. 

Ketika saya mulai bisa membuka mata hal pertama yang saya lihat adalah lampu yang ada di langit -langin ruang operasi, ruangan dingin tempat terakhir kali terpejam. Yups saya masih diruang operasi. Sadar, tapi  tak sepenuhnya sadar karena masih dalam kondisi lemes selemesnya.

Sekitar jam 10 saat saya kembali melewati lorong - lorong menuju ruang perawatan. di iringi suami  dan mama tercinta.

Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.

BTW,  baca juga cerita Sebelum HO disininya.

Wassalam,

Yang Masih Berjuang Untuk Menjadi Ibu



Cerita (sebelum) Histereskopi Operatif

Friday, August 17, 2018





Assalamu'alaikum pembaca yang budiman, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.


Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman saya menjalani Hysterescopy Operatif atau Histeroskopi Operatif yang baru dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Sebelum saya lupa.. Haha

Semoga masih pada inget dong resolusi, harapan, doa, dan cita - cita terbesar saya ditahun 2018 ini tentang keinginan menjadi Ibu. Bukan karena sudah ditanyain terus sama Ortu,mertua, saudara, teman, tetangga apalagi netizen, LOL. Ya saya merasa sudah sangat siap lahir dan bathin untuk menerima amanah anak. Tapi sepertinya belum ada tanda2nya sampai dengan saat ini. Karena siap versi kita sebagai manusia belum tentu siap bagi-Nya.

Pasrah dan Tawakal penuh kepada Allah SWT itu wajib, tapi ikhtiar dan doa maksimal juga harus dong. Iya, jadi untuk menuju ke arah sana saya harus mulai lagi program hamil dengan serius. Kemaren - kemaren gak serius dong? Serius juga kok.. Tapi kali ini lebih super duper serius!

Pernah urut, bekam, minum ramuan ini dan itu, kurma muda, buah zuriat, dari segi medis tentu saja check up keseluruhan untuk istri : USG Transvaginal, HSG, Test Hormon, dan terakhir sempet terapi juga dengan obat Hormonal yang ketika di konsumsi membuat tubuh gak nyaman, ya meriang, pusing, begah juga perutnya.
Intinya secara keseluruhan baik.

Sedangkan untuk suami Analisa Sperma, sampai dengan Rongsten untuk memastikan ada varikokel atau tidak. Btw, kenapa diminta Rongsten? Karena hasil AS pertama kurang bagus. Setelah Rongsten Tapi semua oke kok bahkan hasil Analisa Sperma hasil yang baik. Pernah cerita disini tentang Analisa Sperma yang terburu - buru.

Sekitar bulan februari 2018 saya direkomendasikan untuk urut sama kaka ipar yang kebetulan cocok dan berhasil hamil berkat pertolongan tukang urut tersebut. Ya tidak ada salahnya di dicoba, pikir saya waktu itu.

Tidak disangka rasanya sungguh nyeri- nyeri sedap, nyaris kapok tapi saya masih berpikir ya Allah ini belum seberapa sakitnya di bandingkan saat akan melahirkan. Jadi saya berusaha kuat saat itu, karena malu juga kalau sampai menangis apalagi menjerit. Sungguh pengalaman yang traumatik.

Singkat cerita kunjungan kedua sudah di jadwalkan. Tapi qodarullah ditengah jalan di info si Ibu Tukang urut ini berhalangan. Akhirnya kami putar balik lagi untuk pulang dan istirahat saja dirumah.

Beberapa bulan vacum dari dunia per-promil-an karena ingin mengumpulkan kekuatan hati lagi untuk serius ke dokter aja. Iya niat hati untuk inseminasi semakin kuat. Walaupun kata dokter prosentase dari inseminasi hanya sekitar 15 - 20% saja di banding bayi tabung yang mencapai angka 40% peluang keberhasilan.

Kenapa harus Inseminasi? Karena kami sudah mencoba secara Alami belum berhasil. Jadi apa salahnya dicoba. Sekali lagi kami cuma bisa berdoa dan berusaha selebihnya adalah hak Allah untuk mengabulkan atau tidak.

Sekitar bulan Mei saya mulai cari informasi lebih mendetail terkait prosedur dan biaya inseminasi. Dan kami memutuskan untuk tetap dengan dr. Rizki Isnaeni SpOg yang biasa kami kunjungi.

Setelah kurang lebih 6 bulan tidak promil ke Dokter akhirnya saya memberanikan diri karena kebetulan dapet voucher konsultasi gratis setelah mengikuti seminar di RS. Hermina Bekasi yang kebetulan pembicaranya adalah dr. Rizki, As Always sendirian ya karena jadwal suami super padat dan ya udah cuma check up saja kan gak masalah kok sendirian juga.

Masuk ke ruang praktek dengan santai tapi mantap langsung tembak ke dokternya, "Dok sepertinya saya sudah mantap mau Insem aja"
Dokter Rizki pun menyambut baik keinginan saya karena rekam medis saya baliaupun sudah paham kan, jadi beliau bilang, oke. Akhirnya harus ke kursi 'singgasana' untuk transV lagi demi melihat kondisi rahim dan sel telur.
"Bu, kok sepertinya ada polip ya ini, kecil sih tapi kalo di biarin bisa menghalangi perlekatan embrio"

Kaget dong saya, beberapa bulan yang lalu belum ada apa-apa kok, bersih dan baik semua kondisinya. Antara kaget, sedih, takut, kecewa bercampur menjadi satu. Tapi reaksi saya cuma bengong.

Dokterpun menyarankan saya untuk Histeroskopi secepatnya sebelum inseminasi. Dan menjelaskan secara singkat, bahwa Histereskopi adalah tindakan teropong rahim dengan memasukan kamera kecil untuk melihat kondisi rahim secara lebih jelas, sekaligus dapat dilakukan tindakan apabila ditemukan polip. Tentunya tindakan ini dilakukan supaya memperbesar peluang keberhasilan program kehamilan. Tindakan ini dilakukan bisa dengan bius umum atau dengan memberikan obat penghilang nyeri.

Masih dalam kondisi syok saat itu, saat dokter bilang sesegera mungkin, bila perlu besok. Saya makin terbengong - bengong saat diinfokan biayanya. Setelah coba kasih info suami melalui whattsap saya memutuskan untuk menunda dulu demi menyiapkan diri dan tentunya biaya.

Untuk meyakinkan diri saya dan suami memutuskan membuat jadwal konsul dengan  Dokter lain. Jatuhlah pilihan ke Dr. Antony di RS. Mitra Keluarga Bekasi Barat.
Dr. Antony sangat ramah dan komunikatif, awalnya kami cuma bilang mau promil. Beliau membaca kembali resum hasil test ini dan itu yang segambreng itu. Dan beliau menyimpulkan bahwa pada kasus kami termasuk pada Infertil unExplained yang dalam hal ini tindakan paling memungkinkan adalah mamperbaiki pola hidup dengan olahraga dan makan - makanan sehat. Rajin konsumsi asam folat setiap hari, serta banyak - banyaklah berdoa.
Untuk tindakan medis yang mungkin bisa di lakukan baliau malah bilang, dari pada buang-buang uang untuk cek ini dan itu coba dikumpulkan saja buat Bayi Tabung. Beliau tidak menyarankan Inseminasi karena peluangnya kecil.

Reaksi kami datar sedatar - datarnya. Sambil menghela nafas panjang tentunya supaya otak kami dialiri oksigen yang cukup agar tidak pingsan saat itu juga.

Sebelum memulai USG transV akhirnya saya menjelaskan bahwa, informasi dari dokter sebelumnya ada polip, saya katakan supaya dapat second opinion mengenai permasalahan ini. Dan ternyata benar memang ada polip, tapi reaksi dari Dr. Antony santai aja, beliau malah bilang "Sebelumnya gak ada polip tapi belum hamil juga kan? Jadi penyebab utamanya bukan polip dong.."

Disitu saya merasa galau, disatu sisi apa yang di katakan Dr. Antony mungkin ada benarnya. Tapi kalo udah kejadian begini ya udah mau gak mau kudu diilangin dong polipnya. Sebenernya di minta balik lagi pas mens hari kedua atau ketiga buat melihat kondisi terkini si polip ini yang kata dokter bakal terlihat jelas saat mens hari kedua atau ketiga. Tapi saya gak dateng. Buat apa lagi cari banyak bukti ini itu, yang ada buang waktu dan biaya.

Akhirnya saya mantap untuk histeroskopi operatif pada periode menstruasi bulan berikutnya. Semoga saja ini adalah keputusan terbaik untuk masalah kami.
Mencoba mengisi hati dan pikiran dengan harapan dan doa yang baik, agar tidak ada ruang untuk keputus asa-an. Semangattttt!

" Allah Senantiasa Bersama Orang - Orang Yang Sabar "


Jerawatan (Lagi)

Sunday, April 8, 2018
Assalamu'alaikum, 

Jerawatan? Itulah yang sedang aku alami. Setelah sekian tahun lamanya berhasil mengusir jerawat.
Akhirnya saya ketemu lagi sama si bulet kecil yang bikin wajah berantakan, LOL. Macam anak gadis yang baru aja ngalamin masa puber. Btw Sepertinya jerawat bukan masalah para remaja saja ya.

Salahku juga sih kelewat cuek dalam merawat kulit wajah. Boro - boro ngejalanin  double cleansing seperti yang sering disaranin para beauty blogger, yang ada aku sering kelupaan bersihin wajah dan merasa cukup dengan cuci muka dengan facial wash.

Kesalahan kedua yang cukup aku sesali adalah, sering gonta ganti produk perawatan wajah. Yakin banget inilah yang jadi penyebab jerawatan aku sekarang.

Berikut ini adalah beberapa produk yang menjadi tersangka muncul nya jerawat di wajahku beberapa minggu sebelum aku mengalami breakout parah sejak pertengahan februari kemarin.

1. Minum Vit. E Wellnes 400ui dan Blackmores Breasfeeding

Sebenernya mengkonsumsi Vitamin E tujuan utamanya adalah untuk menjegah radikal bebas yang dapat mengganggu proses pembentukan sel telur aku, karena kebetulan sedang promil.
Gak niat banget buat perawatan kulit tapi apa dosisnya kebanyakan jadi gini efeknya?
Padahal dulu pernah juga minum Vit. E 400ui punya Ever E.

Blackmores Breasfeeding di rekomendasikan buat yang sedang program hamil, tujuannya adalah untuk menabung asam folat buat perkembang janin nantinya.

Dan sejak februari kemarin udah stop semua vitamin penunjang program hamilku. Bukan karena masalah jerawat juga sih, Lebih tepatnya aku mau melakukan semacam detox dulu ke tubuh supaya metabolisme tubuh kembali normal dan nantinya bisa fokus promil lagi.

2. Facial wash Cetaphil

Kalo ini akibat korban review temen dan beberapa beauty blogger. Yang katanya cetaphil itu baik untuk kulit sensitif.
Entahlah aku sendiri belum merasakan efek yang signifikan. Nyatanya aku jadi jerawatan. Padahal setelah sekian tahun lamanya aku biasa gonta ganti facial wash sih, dan semuanya yang murah meriah dan bisa di dapat dengan mudah.
Misal. Citra facial wash, wardah creamy foam, produk oriflame juga pernah, tapi dikulit aku aman - aman aja.

Cetaphil Teksturnya lembut dan tidak berbusa saat diaplikasikan. Mungkin itu pengebabnya, karena biasanya aku pakai facil wash yang berbusa. Sekali lagi ini baru kemungkinan, belum tentu juga sih Cetaphil ini pelaku utamanya.

3. Moisturizer Sebamed

Dapet tester saat mengikuti seminar kesehatan di RS. Mitra Keluarga Bekasi Timur. Yang pertama produk pembersih kewanitaan, yang menurut aku bagus. Karena aku pake pas lagi ngalamin semacam anyang- anyangan, cuma sekali dan langsung ngefek. Anyang - anyanganku pergi tanpa pamit. Emang ngaruh? Iya karena kata dokter anyang-anyangan itu akibat pertumbuhan bakteri yang berlebihan.

Nah kalo produk Moisturizernya ternyata untuk kulit kering gaess... padahal kulit aku kan berminyak cenderung sensitif. 

Sayangnya aku juga gak sempet baca kandungan bahan nya apa aja karena box pembungkusnya udah di buang. Betapa konyolnya diriku ini.

4. BB Cream Garnier

Ini adalah BB Cream ketiga yang pernah kumiliki,
pertama punya merk Maybelline. Sejauh yang aku inget teksturnya ringan dan gak bikin aku breakout parah.
Kedua, BB Cream punya oriflame juga sama,  enak banget di pakenya tipis- tipis aja tapi hasilnya bagus kok dan yang jelas gak bikin breakout.

Nah di garnier ini gak cocok apa gimana ya di kulit wajahku.


Dalam Box cuma diinformasikan bahwa produk BB Cream ini di perkaya dengan sari lemon. kandungan bahan lain tidak disebutkan.




5. Micelar Water Garnier

Lagi - lagi ketika berniat untuk lebih rajin membersihkan wajah salah satunya dengan membeli micelar water karena katanya, ya sekali lagi katanya kandungannya itu mendekati air biasa yang dapat di pastikan aman dong ya namanya juga air. Teksturnya yang ringan air diperkaya dengan micelles dan formula ysng tidak lengket diwajah, tidak berminyak dan tanpa parfum, cocok untuk semua jenis kulit termasuk kulit sensitif. 

Tapi mengapa oh mengapa semua ini terjadi?


Tau kan rasanya udah percayakan diri kita pada sesuatu kemudian sesuatu itu malah berbuat sebaliknya. Aku sungguh kecewa. 

Meskipun ya aku sendiri berharap bukan mereka tersangkanya. Karena masih curiga sama kondisi hormonku yang seperti roller coaster, naik turun sesuka hati.

Sekarang aku stop dulu penggunaan produk kecantikan di atas. Dan menggantinya dengan beberapa produk yang di anggap bisa menjadi healing untuk kulit yang stress.

Ya anggap saja kulit wajahku sedang shock dan butuh penenang.

Dan akhirnya pilihanku jatuh pada :
1. Milk Cleanser Cucumber  & Toner Cucumber kepunyaan Viva Cosmetik
2. Nature Republik Aloevera Gel
3. Moisturize witch Hazel punya wardah
4. Lighting Creamy punya wardah
5. White Secret PTE puny Wardah.

Nanti aku review ya.. InsyaAllah

Wassalam,

Korban Jerawat,
Pertiwi