Lifestyle, Hobi, and Story

Kenangan Dilan dan Milea

Friday, March 16, 2018


Assalamu'alaikum

Review Buku lagiii kita..

Menyelesaikan 3 seri buku karya Pidi Baiq ini membuat saya tertegun cukup lama. Nyaris seminggu lebih mengendap saja apa -apa yang ingin saya tulis. Saya belum siap menerima kenyataan bahwa kisah antara mereka berdua berakhir begitu saja.

Buku pertama, Dilan, Dia adalah Dilanku ,1990. Merupakan kisah yang diambil dari sudut pandang Milea. Tentang siapa Milea, bagaimana Dilan pertama kali berkenalan dengannya di tulis dalam buku ini.

Sebagian karakater Dilan di ceritakan oleh Milea dengan detail.
Dilan yang hobi nge -gang Motor, berantem tapi juara kelas, dan hormat pada Ayah Bundanya. Seriusan saya jadi penasaran sama sosok Dilan.

Perkenalan mereka yang unik, kejutan dari Dilan yang unpredictable, lucu dan udahannya bikin meleleh.

Kebayang  sih jaman dulu itu kan kalo cowok mau kenalan agak - agak gengges gimana gitu ya, haduhhh jadi inget jaman dulu jamannya masih suka koleksi kertas surat warna - warni dan tukeran biodata sama temen sekelas hahaha ketauan deh tuirnya.
Serius ini buku narasi dan dialognya kocak abisssssss!

Di Buku ke 2 (dua) Dilan, Dia adalah Dilanku 1991, masih ada sensasi kocak di awal cerita dan kemudian saya seperti dihempas rasa yang mengharu biru.
Kesedihan Milea karena sikap Dilan yang acuh.

Serta kenangan  kekocakan mereka berdua yang tiba - tiba menjadi berbeda dan menguap begitu saja. Pembaca yang udah di bikin baper dan cekikikan terus di paksa untuk bermuram durja sungguh ku tak rela, belum ikhlas rasanya.

Sebagai generasi yang masa remajanya tanpa sosmed tanpa handphone. Dimana komunikasi begitu sangat - sangat terbatas. Ketika perasaan hanya bisa dipendam dalam diam. Dan kesalahpahaman menjadi sesuatu yang sulit untuk diuraikan. 

Kenyataan bahwa Milea masih terus mengenang kisah mereka, mengingat dan lebih parahnya masih begitu dalam mencintai Dilan meski Milea telah menikah dan punya anak dengan orang lain.
Membuat hati saya ikut merasakan perih, sungguh saya turut prihatin pada Milea. 

Kemudian saya merasa beruntung tidak di hantui kenangan - kenangan indah macam itu. 

Buku ke- 3 , Milea, suara dari Dilan.
Adalah semacam klarifikasi dari apa yang di ceritakan oleh Milea pada 2(dua) buku sebelumnya, atau menceritakan apa yang mungkin belum ada diceritakan.

Seperti alasan - alasan menjauhnya Dilan, bagaimana perasaan Dilan pada Milea. Bahwa sebenarnya Dilan masih mencintai Milea. Dikenalkan juga pacar Dilan yang bernama Cika. 
Ah.. Jodoh memang misteri, betapa mudahnya Allah memisahkan dua orang yang saling mencinta sekalipun. Jika memang mereka bukanlah jodoh.

Fakta bahwa Dilan lebih siap dan tegar menghadapi perpisahan ini. Ada semacam kecewa sekaligus bahagia. Bahagia karena memang seharusnya pria lebih kuat hatinya. 
Kecewa karena ya Allah kasihan Milea merasakan kesedihannya sendiri.

Dalam segi bahasa, jujur saja baru kali ini membaca novel yang gaya bahasa nya seperti ke - 3 novel ini. Tidak terikat dengan gaya bahasa ataupun struktur yang baku, bahkan kosakatanya pun cenderung suka - suka. Gaya menulis yang unik.

Beberapa review yg saya baca di goodreads, ada yg pro ada pula yang kontra. Itu sih terserah ya tergantung taste masing - masing pembaca. Kalo saya sih yes banget kalo ada buku seri ke - 4 nya hahahahaha. Pokoknya bersambung terus sampe happy ending.

Pesan moralnya adalah Menjaga komunikasi yang baik dalam segala aspek kehidupan. Biasakan untuk mengklarifikasi langsung pada pihak terkait supaya kesalahpahaman tidak berlarut -larut dalam suatu hubungan. Jangan telan mentah - mentah gosip yg beredar. Saran saya di rebus dulu kemudian tambahkan bumbu, sayuran, dan telor biar sedapp, mi rebusss kalii ah..

Kapan hari pernah bertukar cerita sama Pak Suami tentang kisah kasih jaman dia sekolah dulu, di denger - denger kayak ada manis- manisnya gitu deh. Kok seru ya, sayangnya gak ada saya nya disitu. 

Pas saya cerita balik, dia bilang "hambar sekali hidupmu" gubrak deh... Sebegitu gak seru pun saya menyesal kok ya jaman antah berantah gitu udah kenal cinta - cintaan, rada jijay juga kalo di inget -inget.

Ya Allah maafkan aku yang dulu. Pernah galau, baper, terluka, patah hati halah... Bye semua yakkk 

Satu hal yang ingin saya sampaikan pada Milea, atau siapapun yang pernah punya masa lalu, apalagi mantan yang kayak Dilan, eh!

"Kalo kita tidak bisa memiliki apa yg kita cintai, maka cintailah apa yang kita miliki,"
Semoga kita bisa bersikap bijak, untuk menempatkan siapa yang layak dan berhak di simpan dalam hati dan doa kita.

Mengutip quaote-nya eyang B.J. Habibie untuk  istri tercinta,
"Masa lalu ku adalah milikku, masa lalumu adalah milikmu tapi masa depan adalah Milik Kita"

Pliss, Move on Dong Milea..😁

BTW sebenernya tulisan ini pengen di post jauh sebelum Film Dilan 1990 Tayang. Tapi kelupaan dan akhirnya ngendep gitu aja di draft. Sebegitu booming nya film ini, dari pro dan kontra pemainnya, hingga akhirnya banyak yang baper setelah menonton. Kesimpulannya Dilan ini mendadak menjadi sosok yang di idolakan banyak kalangan dari remaja samai emak - emak. 

Semakin tinggi pohon semakin kencang angin menerjang, demikianlah.. Dilan yang banyak menuai pujian pun akhirnya harus menerima beberapa kritik juga, entah apa maksudnya.

Ada yang bilang Syiah lah.. Karena dalam diceritakan bahwa dilan mengidolakan khomaeni. Dengan pemaparan yang seolah - olah menjadi fakta. Banyak pula yang mencemooh, bahwa film Dilan memberikan pengaruh buruk pada remaja. Ada pula yang bilang gaya gombalnya lebay dan norak. 

Padahal novel, film ataupun sinetron tang lebih vulgar juga banyak sih.. Dasar mereka dengki aja tuh sama kesuksesan Dilan. Haha...

Padahal yang ngomong itu belum tentu juga bisa berkarya lebih baik.

Padahal yang bilang Dilan norak, bisa jadi kesehariannya lebih norak, lebih alay dan lebih jijay..

Heran deh hobi banget ngejelekin karya orang, karya anak negeri sendiri dan lebih herannya lebih bangga sama karya orang lain macam Drakorlah oppa korea lah.. 
Udah lah.. Bhay!

Sekian dulu dari saya, 

Wassalam.

Perjalanan Menjadi Ibu

Sunday, March 4, 2018
Assalamu'alaikum, 

Setelah hiatus beberapa lama dari sosial media dan menulis. Kurang lebih sebulan ini, meskipun sejatinya aku tidak pernah benar - benar pergi dari dunia kepenulisan dan buku - buku.

Kali ini aku mau share tentang perjalanan aku dan suami dalam menjalani program kehamilan. 

Diusia pernikahan kami yang ke -5, bukanlah waktu yang sebentar bagi kami untuk menunggu kehadiran momongan tapu bukan pula waktu yang lama bagi usia pernikahan kami, yang tentunya berharap selamanya sampai akhir usia.

Pernah putus asa? Tidak! Saya bukan orang yang mudah putus asa. Meski perasaan sedih pasti ada. Tapi kemudian aku sadar, seumur hidup Allah sudah begitu banyak memberiku nikmat, kesehatan, rejeki, keluarga, usia, waktu dan semuanya bahkan aku tak mampu lagi menghitung. 

Apa pantas aku mengeluh? 

Aku malu untuk mengeluh. Karena aku tau apa - apa yang Allah rencanakan adalah sebaik - baiknya rencana. Melebihi batas apa yang mampu di pikirkan oleh manusia.

Tentang Program kehamilan, 
sebenernya aku udah mulai datengin Spog sejak setahun pertama setelah menikah. Tepatnya sekitar bulan juni 2014.

Kok masih inget sih? 

Kebetulan beberapa waktu lalu, aku bersihin kulkas dan kotak obat, nemu deh resep pertama kali ke SpOg.

Jadi waktu itu aku terlambat haid beberapa minggu dan perut berasa begah banget. Saat itu sih perasaannya biasa aja gak terlalu exited gimana banget. 

Karena beberapa bulan pertama pasca pernikahan juga pernah telat haid lebih dari 2 minggu, saat itu antara siap gak siap nerima kenyataan kalo misalnya aku hamil beneran. 

Kok gitu? Entahlah waktu itu aku masih yang bener - bener baru beradaptasi banget sama suami. Dan peran sebagai istri yang cukup menguras waktu dan energi. Bayangkan waktu itu berat badanku malah turun dong dan makin kurus. 

Awalnya ke bidan terdekat, dan bidannya bilang untuk lebih memastikan harus di USG.

Berhubungan newbi banget dalam urusan perhamilan, dan gak ada sama sekali referensi dokter. Akhirnya aku dan suami ke RS. Juwita, secara memang disana yang terdekat dengan tempat tinggal aku yang sekarang.

Lupa nama dokternya, yang jelas saat itu doktenya Bapak - bapak dan aku udah parno, nanti di apain ya? 

Alhamdulillahnya antriannya cepet, cuma 2 atau 3 orang aja. Di ruang praktek dokter tsb, aku dan suami ditanya2 sebentar tentang keluhannya apa, berapa lama menikah dan tibalah saatnya aku naik ke atas tepat tidur prakter untuk di USG perut. 

Ternyata aku belum hamil kok, kata dokternya hanya gangguan hormon aja, jangan stress, toh baru belum lama menikah, di nikmati aja semua prosesnya. Siap Dok!
Setelah itu dokter memberi resep Primolut, dan vitamin becombion.

Sejujurnya obat itu gak aku minum sama sekali. Karena nasehat beberapa teman yang bilang sebaiknya jangan minum obat peluruh haid. Siapa tau kan kalo ternyata hamil. 

Singkat cerita akhirnya aku haid juga meskipun gak minum primolut yang di resepin dokter. 

Ya udah, saat itu sih masih santai aja kan belum hamil ya udah mungkin emang masih harus pacaran dulu, secara kami nikah tanpa proses pacaran. Dan tentu saja kami harus melalui proses adaptasi dalam berbagai hal. 

Selang beberapa bulan saya mengalami gangguan menstruasi lagi, dulu sempet telat haid sekarang malah sebulan bisa 2x. Akhirnya aku atur jadwal lagi kunjungan ke SpOg. Kali ini pilih RS. Bella karena dekat dengan kantor dan kebetulan ada jadwal dokter wanita juga. 

Saat itu dengan dokter W.S Redjeki, daftar dari jam 5 sore baru masuk ruang praktek jam 9 malem, antriannya banyak banget. Disinilah pertama kali ngalamin ngantri berjam-jam  di dokter kandungan. Mana gak dianter suami, untung ada adek yang setia nemenin, bawain makan dll. Inget juga disini aku kehilangan payung. 

Well, kembali ke permasalahan utama ya, jadi pas ke dokter Redjeki ini ditanya keluhannya apa, aku bilang aja jadwal mensku berantakan, sebulan ini 2x dan ditambah, pusing dan mual. Kemudian aku diminta usg trans V. Sempet kaget dan gak nyaman. Kata dokter rilex aja, Oke aku pun berusaha rilex.

Dokter bilang semuanya bagus. Rahimku bagus, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Ini hanya gangguan hormonal, stress dan kelelahan. Kemudian dokter memberikan resep Lanturol dan apalagi waktu itu aku lupa. 

Pulang naik angkot sendirian lewat dari jam 10 malam. Masih ada perasaan tidak nyaman pasca usg transV. Gak nyaman banget!

Setelah kunjungan kali ini. Aku menyimpulkan bahwa aku baik - baik saja. Hanya perlu banyak berdoa dan mencoba menjaga pola makan dan mungkin mengurangi aktifitas yang memicu stress yang dapat membuat kacau hormonku. 

Pernah juga aku ngalamin mual - mual yang aku pikir, ya palingan masuk angin aja atau kecapean. Tapi biasanya emang gak separah itu. Sampe muntah dikantor segala. Dirumah gak nafsu makan, badan lemes kepala pusing dan berat.

Perut laper tapi mual dan lidah terasa pahit. Dibeliin nasi padang sama suami, yang biasanya lahap, ini gak mau sama sekali. Anehnya adalah biasanya walaupun aku sakit aku tetep doyan makan lho.. Kok ini gak mau, bahkan di tawarin mi rebus pun sampe pengen muntah nyium bau nya. 

Ada apa denganku?  Entah lah jadwal mens masih beberapa hari lagi. Jadi aku gak mau Ge - er dulu. Karena aku lemes dan dehidrasi parah, yang kebayang di pikiran cuma pengen buah pisang atau jeruk. Pas di beliin pun cuma makan satu aja.

Akhirnya aku bilang ke suami, minta berobat aja karena gak berani minum obat warung. Udah super kliyengan jalan ke kamar mandi aja nyaris jatuh.

Btw sebelum ke dokter suami minta aku tespack waktu itu sekitar jam 4 sore, hasil negatif! Fix deh ini mah meriang aja. Buruan berobat minimal biar doyan makan dan gak pusing.

Akhirnya ke klinik kebidanan terdekat. Dan bidannya gak ada. Cuma ada dua orang perempuan muda yang kemungkinan adalah assistan bidan. Dan aku sedikit meragukan mereka. Tapi ya udahlah, berhubung udah gak karuan ini badan aku pasrah aja.

Setelah menjalankan serangkaian prosedur seperti cek tensi, suhu dll, mereka ngeresepin aku obat pusing, obat mual, dan demam juga. 

Sepulangnya dari klinik itu aku makan buah pisang dan minum obat. Lumayan bisa tidur pules, demamnya turun dan mual juga berkurang. Udahannya aku flek, flek lagi dan akhirnya deres. Anda belum beruntung, Silakan coba lagi! Hahaha.. 

Pelajaran banget untuk jaga kondisi dan sebisa mungkin tidak minum obat apapun. Kalo udah mual atau meriang. Tahan dulu, sugesti positif... Sehat.. Sehat.. aku sehat,  aku siap untuk hamil, melahirkan dan merawat anak - anak dengan baik!


















Tentang Niat

Wednesday, January 24, 2018
Assalamu'alaikum,

Dengan adanya tulisan ini saya tidak sedang menggurui siapapun. Karena siapalah saya? Saya bukan siapa - siapa sehingga berhak merasa paling baik diantara yang lain. Tapi, semoga dengan tulisan singkat ini menjadi pengingat diri saya bahwa saya hanya manusia biasa yang juga pernah khilaf.

Pernikahan adalah ibadah. Dengan menikah sempurnalah separuh agama kita. Dengan menikah berarti kita juga telah menjalankan sunah dari Rosululloh.

Jadi niat kita saat menikah haruslah untuk beribadah kepada Allah SWT. Throw back saat saya berada dalam situasi menjelang pernikahan. Saya ingat - ingat lagi, apa sih yang membuat saya begitu yakin untuk melangkah ke gerbang pernikahan saat itu.

Saya ingin menghindari fitnah. Fitnah Pacaran. Pernah melalui masa jahiliyah dalam hidup. Bukan tentang saat itu belum paham akan hukum Allah. Tapi menjalankan prinsip amar ma'ruf nahi mungkar sungguh tidaklah mudah.

Apalagi di tengah lingkungan masyarakat yang seolah menganggap lumrah pacaran. Saya malu dan sangat menyesal pernah dengan kesadaran penuh bermaksiat kepada Allah.

'Ya Allah berilah petunjuk, saya ingin bertaubat,mohon berikan kekuatan. Agar saya mampu menghindari godaan syetan yang terkutuk.' 

Sampai dengan saat ini saya masih saja bergetar dan marah pada kekhilafan saya di masa lalu. Pergi berdua dengan yang bukan muhrim, gandengan tangan, merindu, mencinta pada seseorang yang bukan haq nya.

Saya merasa jijik menghalalkan semua atas nama cinta. Tapi saya sepatutnya bersyukur karena Allah SWT masih mau menyentil saya, Allah masih berkenan meluruskan hati saya sebelum melangkah lebih jauh dalam kemaksiatan.

Pada akhirnya saya sadar tidak ada yang namanya pacar soleh, karena lelaki soleh tidak akan pernah mengajak pacaran.
Tidak ada yang namanya pacaran islami, karena dalam islam tidak ada yang namanya pacaran.

Suka heran kenapa status 'jomblo' banyak di bully. Salah dimana? Bahkan ada beberapa yang uring - uringan kalo sehari saja putus dari pacarnya, udah kaya dunia mau kiamat aja.

Apa dikira hebat yang bisa pacaran, apalagi yang bisa gonta ganti pacar?
Saya tidak sedang menghakimi atau sok suci. Demi Allah.

Saya mengatakan ini sebagai orang yang pernah salah dan mencoba untuk memperbaiki diri.

Jodoh adalah cerminan diri. Siapapun yang berusaha memperbaiki diri sama artinya dia sedang memperbaiki jodohnya.

Yang perlu di ingat menikah kemudian punya anak bukanlah sebuah ajang perlombaan siapa yang paling cepat dia yang bakal mendapat penilaian terbaik. Jangan menikah karena deadline, jangan menikah karena disuruh, jangan menikah karena terpaksa, jangan menikah karena latah dan ikut-ikutan, jangan menikah cuma karena usia, jangan menikah saat kamu sama sekali tidak yakin dengan pernikahanmu itu.

Ya, menikahlah saat hati merasa yakin! Mintalah petunjuk pada Allah, agar diberi kemantapan hati. Jika ternyata tidak ada keyakinan itu, belum terlambat untuk mundur. Jangan korbankan sepanjang sisa usiamu dalam penyesalan.

Pernikahan adalah ibadah sepanjang sisa usia, karenanya niatkan semua untuk ibadah. Niatkan dan bertawakal pada Allah sepenuhnya. Supaya apa? Supaya gak gampang dikomporin, supaya gak gampang menyerah, supaya gak se-te-res saat mendapat jodoh di luar ekpektasi, supaya tahan banting dalam segala medan pertempuran, supaya gak gampang ngeluh - ngeluh. Supaya gak makan ati tiap hari, kan bosen yakkkk!


Karena setiap pasangan menikah punya ujiannya masing - masing. Bersiaplah untuk segala kemungkinan, yang terburuk sekalipun. Karena sesungguhnya menghadapi komentar netizen tentang rumah tanggamu, tidaklah mudah.

Wassalam,
pertiwi

Resolusi Besar Kami di Tahun 2018

Tuesday, January 2, 2018

Assalamu'alaikum,

Kita sudah berada di awal th 2018, Alhamdulillah tahun 2017 kemarin aman dan terkendali kan ya..

Syukuri untuk apa - apa yang sudah dicapai, dan tetep semangat untuk beberapa hal ya yang masih tersimpan rapi dalam konsep.
Itu artinya kudu berusaha lebih keras lagi tahun 2018 buat melanjutkan beberapa goals yang belum tercapai.

Udah siap dengan resolusi 2018?

Siap gak siap kudu siap, yang pasti tahun 2018 ini bakalan jadi tahun yang seru dan penuh tantangan banget buat saya.

Karena saya punya Resolusi besar banget nih, sedang mempersiapkan memulai investasi dunia akhirat buat saya dan suami. Mohon doa nya semua buat #menjadiIbu2018. InsyaAllah semoga diijabah, Aamiin.

Karena perihal kelahiran bayi adalah hak mutlaknya Allah SWT. Dan kita sebagai manusia cuma bisa berdoa dan berusaha sebaik - baiknya. Di tambah dengan sabar dan hati yang ikhlas tanpa batas.

Nah, untuk mewujudkan #menjadiIbu2018 hal pertama yang harus saya persiapkan adalah Kesiapan mental.

Kehamilan harus menjadi saat yang membahagiakan. Jauhkan dari pikiran negatif dan segala ketakutan - ketakutan. Karena kondisi psikis Ibu hamil akan berpengaruh juga pada janin.

Lebih mendekatkan diri kepada Maha Pencipta Allah SWT. Banyak - banyaklah berdoa memohon di beri keturunan yang baik lahir bathin, sholeh, berakhlak mulia dan berbakti pada orang tua, agama, dan negara.

Berdoa memohon di jauhkan dari marabahaya dan segala kesulitan. Semoga di lancarkan segala sesuatunya. Aamiin.

Selain kesiapan mental yang tak kalah penting adalah kesiapan fisik. Itu artinya wajib banget jaga kesehatan.

Calon ibu kudu sehat supaya kehamilannya sehat , janin sehat, dan persalinan pun lancar. Jangan jadi ibu yang egois ya.. Yuk mulai lagi olahraga rutinnya, makanan sehatnya, perbanyak air putih dan buah. Buat tambahan bisa konsumsi vitamin juga ya.. Misal Asam Folat dan Vit. E.

Stop jajanan yang kebanyakan pengawet, micin apalagi menu -menu junkfood.

Last but not least, kesiapan materi juga ya papi mami.. Udah mulai nabung - nabung dari sekarang kan buat baby? Udah dong..!

Selalu percaya setiap bayi lahir membawa takdirnya sendiri. Pun rejeki mereka sudah di atur yang Maha Kuasa, papi mami gak perlu panik - panik amatan lah, hehehe.

Tapi tetep kudu di pikirin juga masa depannya. Minimal kita udah cicil buat biaya sekolahnya nanti, sambil jalan aja serius tapu santai.. InsyaAllah selalu di kasih jalan keluar.

Akhirul kata, semoga apa yang menjadi doa - doa kita mengangkasa, di dengar yang kuasa hingga mendapat dukungan penuh dari semesta. Yakin dan berbaik sangkalah selalu pada-Nya.











Terbawa Perasaan

Thursday, December 21, 2017
Baca cerbung di facebook dalam Komunitas Bisa Menulis, judulnya : Anak Untuk Suamiku. Dari judulnya aja udah bikin saya dag dig dug.

Cerita ini tentang pasangan suami istri yang sudah delapan tahun menikah belum di kasih keturunan. Karena tekanan dari pihak keluarga yaitu ayah sang suami yang sakit - sakitan dan sangat mengharap kehadiran cucu dari anak tunggal nya, membuat sang istri merasa serba salah. Segala cara telah di coba, kondisi mereka baik. Tapi mungkin Allah punya rencana lain.

Dalam kondisi psikis yang demikian, sang istri menyarankan suami untuk menikah lagi. Ikhlas? Mungkin. Tapi wanita mana yang rela berbagi suami?
Tentu saja sang istri tidak sungguh - sungguh dengan ucapannya.

Singkat cerita suami menikah diam - diam tanpa sepengetahuan istri pertama dan istri kedua langsung hamil. Sampai dengan lahirnya anak itu istri pertama belum tahu bahwa suami telah menikah lagi.

Sumpah rasanya nyesek banget! Cerita nya belum tamat dan aku sendiri belum tahu endingnya seperti apa.

Tapi membayangkan hal itu entah kenapa kok sakit banget ya..

Kenapa ada orang tua yang egois dan ada suami yang tega kayak gitu. Bukankah perkara keturunan adalah kuasanya Allah?

Apakah ketika istri marah dan kecewa saat di khianati itu artinya dia egois juga?

Terkadang cinta memang egois kan?

Beruntung itu hanya di cerita saja, dan aku berdoa semoga tak ada kejadian seperti itu dalam dunia nyata. Pernikahan adalah ibadah, sebagai sarana kita mendekatkan diri pada Allah, melahirkan keturunan itu adalah bonusnya karena sesungguhnya hanya Allah lah yang Maha Pencipta.

Hey kita bisa apa tanpa DIA? Istri, anak, jabatan, rumah, harta benda yang menurutmu itu adalah milikmu, semuanya cuma titipan,right?

Sekuat apa manusia berusaha, apapun jika Allah belum berkehendak maka semua itu takkan terjadi. Begitupun sebaliknya sekuat apa menolak jika memang anak itu harus lahir maka dia akan lahir kedunia atas izin-Nya.

Kalo mau di bilang Baper, saya jawab, Iya!. Tak perlu bertanya seperti apa rasanya. Mengerti rasanya di nyinyirin karena belum bisa kasih keturunan? Sulit untuk dilukiskan dengan kata - kata, biarlah airmata yang bicara,fiuhhh.

Kasihan ya belum punya anak? Wtf😱
Apa saya terlihat semenyedihkan itu sis? Jangan terlalu mudah menyimpulkan kehidupan orang lain.

Tak perlu terlihat bersimpati kalo pada akhirnya cuma mau mencubit hati orang lain. Alih - alih menghibur kalian malah menyebar garam di atas luka yang menganga. (haha.. Drama banget yaakk)

FYI, saya menikah 5th belum di kasih keturunan, rumah tangga harmonis, kesehatan kami baik. saya bersabar dan akan terus bersabar. Sejauh ini hidup saya bahagia.

Apa gak pengen punya anak?
Mungkin kurang sedekah?
Mungkin ibadahnya kurang?
Mungkin kebanyakan dosa?
Betul semua itu mungkin, siapakah yang layak menilai sedekah kita, amal kita, ibadah kita, kesungguhan kita, Niat kita dan seberapa besar ikhlas yang kita punya? Cuma Allah!

Ada berapa banyak pelaku maksiat yang di permudah mendapat keturunan? Ada banyak.

Ada berapa banyak orang baik yang ditunda keturunannya, ada banyak juga bahkan Nabi Ibrahim, Nabi Zakaria,

Jadi intinya, kudu banyak bersyukur. Sedikit cobaan yang kita alami harusnya tidak mengurangi rasa syukur kepada-Nya. Percaya Allah Maha Pengasih dan Penyayang. RencanaNya selalu indah, dan pasti yang terbaik buat kita.

Poligami memang di perbolehkan, silakan saja. Bagi yang mampu, bagi yang pantas, bagi yang lahir bathinnya sudah siap.
Tak ada sedikit pun niat menentang hukum Allah SWT.

Ada begitu banyak jalan menuju keridhoan Allah. Ada banyak sunah Rosululloh yang layak kita tauladani dan aplikasikan dalam kehidupan sehari - hari, bukannya memaksakan diri dan kondisi untuk berpoligami.



Wishlist Saya di Harbolnas 2017

Friday, December 8, 2017
Assalamu'alaikum,

Selalu antusias sama yang namanya DISKON, apalagi kalo denger Harbolnas yang di pelopori lazada  beberapa tahun lalu. Aku selalu punya wishlist belanja, dan dari sekian banyak hal yang ada dalam list belanja,  kudu  di pilih yang kira - kira paling memungkinkan buat aku wujudin dalam waktu dekat ini. 

Udah sejak lama pengen beli harddisk external. Karena sebagai crafter pemula aku sering banget download video tutorial, belum lagi ribuan photo yang tidak di filing dengan baik. Di laptop ada, di flashdisk ada, di hp ada. jadi ribet banget kalo harus cari - cari dokumen. Pengen banget nyimpen di satu tempat yang kapasitasnya besar. Tapi tetep mudah di bawa - bawa. Simple, aman, praktis dan effisien.

Harganya beragam tergantung merk dan besar kapasitanya. Pengennya sih merk Sandisk, Seagate, atau Toshiba, minimal 2 TB. Sampai sejauh ini tiap kali nabung dan mau beli pasti ada aja keperluan dadakan yang bikin aku mikir, "ya udah lah ya.. Belum urgent banget beli harddisk". Secara pikiran emak - emak kudu pinter banget baca skala prioritas mana yang wajib di dahulukan. Emak yang belakangan ini lebih tertarik sama diskonan sembako dari pada baju dan tas mahal.

Sabar ya Makkkkkk..... semua akan kebeli pada waktunya. cuma soal waktu lho, masalahnya kapan waktunya itu?
tanya pada rumput yang bergoyang Makkk..

Tiap kali buka Lazada, langsung check berapa sih harga harddisk external terbaru, tapi tetep aja belum masuk anggaran belanja. Ya udahlah cari yang lain aja dulu, karena selain pengen beli harddisk external, ada beberapa kebutuhan lain juga sih, kayak produk perawatan kulit. Semacam facial wash, BB Cream, dll
.
Betapa berbinarnya saya waktu harbolnas tanggal 11-11-2017, ada flash sale produk - produk impian yang rasa - rasanya kok berat banget ya kalo di lewatkan. Toh aku beli berdasarkan kebutuhan bukan sekedar keinginan. langsung eksekusi dong akhirnya, kapan lagi beli produk perawatan wajah berkualitas tapi gak bikin jebol anggaran belanja.

Pertama, facial wash cetaphil ukuran 400ml. Berkali - kali liat pas ke guardian atau watson. Lumayan banget ini Ya Allah, secara banyak review dari temen dan beberapa seleb gram yang mengatakan bahwa cetaphil oke punya. Tapi tiap ke guardian atau watson selalu urung dengan alasan  facial wash yang dirumah masih banyak.

cetaphil,bio oil dan cotton bud


Micellar water dari garnier menjadi berhasil masuk keranjang belanja dengan mulus. Penasaran juga pengen nyoba Kebetulan stok pembersih wajah udah limited juga.

micellar water 


Item ketiga adalah bio oil, yang bisa di gunakan untuk menghilangkan bekas luka, dan kulit kering. Selain  itu saya juga mebeli BB Cream dari Garnier dan Cotton Bud Selecta.

BB Cream Garnier


Pengiriman cepat dan packingnya rapih lho, sempet kepikiran itu micellar water gimana kabarnya ya, takut rembes aja itu, bisa-bisa sampe rumah udah tinggal setengah, edisi galau emak - emak gak mau rugi. Ternyata pas barangnya sampe packingnya rapih dan untuk micellar water di lakban lagi jadi tetap ama semuanya.

Keuntungan  saat kita  belanja online adalah kita tidak perlu menghabiskan waktu berjam - jam di jalan karena macet, atau mengejar waktu saat jam makan siang. Hari Libur dapat di gunakan untuk istirahat dan melakukan hal positif lainnya seperti, membersihkan rumah, mengurus cucian, atau melakukan hobi kita dengan tenang.

Dan yang terpenting adalah juga bisa menghemat pengeluaran uang transport, uang jajan, atau bahkan biaya - biaya tak terduga karena belanja tidak terkontrol. Apalagi di lazada memberikan gratis ongkir juga. Perfecto!


Gak sabar menunggu Harbolnas #diskonmengguncangsemesta berikutnya semoga saja produk impianku dapet diskon yang bener - bener mengguncang semesta. catet tanggalnya ya 12-12-2017 disini aja juga bisa langsung cuss belanja, ayoooo tinggal klik, langsung serbuuuuuu...

Disclaimer : Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk di gunakan dalam Kompetisi Blog Lazada dengan Tema Wishlist Saya di Hari Belanja Online Nasional 2017

Tiba - tiba Alergi?

Monday, December 4, 2017
Assalamu'alaikum..

Kok bisa tiba - tiba alergi?

Ini saya beneran gak menyadari alergi atau emang gak peka sih ya..

Setelah berpuluh - puluh tahun menghirup oksigen di muka bumi ini, haruskah menerima kenyataan kalau saya alergi seafood?

Wait deh, sebenernya itu juga baru diagnosis saya sendiri sih. Karena dalam sebulan ini masa kena bentol - bentol merah dan agak pegel gitu semacam kayak bekas gigitan serangga.
Hampir tiap minggu kena bentolnya dalam sebulan ini.

Tapi serangga apa? Apa iya sampe segitunya? Biasanya kulit tubuh strong lho, bahkan kalo di gigit nyamuk aja  nyamuknya langsung sakit gigi. Kecuali kalo nyamuk jaman now udah pake gigi besi. Berevolusi jadi makhluk mengerikan.

Sengaja gak saya photo, males aja gitu liat jari dan lengan sendiri bengkak - bengkak gitu. Mana pegelnya sedeppp pula rasanya.

Jadi sebulan belakangan ini emang saya lagi nyetok udang dirumah, gak banyak cuma 1 kg. Tapi karena cuma berdua jadi saya simpan di freezer. Pastinya setelah di bersihkan sebersih - bersihnya.

Anehnya nih ya itu bentol baru muncul H+1 pasca saya konsumsi seafood. Baik berupa udang atau ikan.

Sedangkan menurut hasil wawancara pada temen - temen yang telah berpengalaman dalam dunia per- ALERGIAN, reaksi alergi itu sendiri biasanya tidak memerlukan jeda yang lama setelah terkena pencetus alergi.


Apa iya ini karena serangga? Atau imunitas saya saja yang sedang menurun akibat cuaca yang extrim akhir - akhir ini?.

Itu yang masih dalam tanda tanya

Btw, minggu lalu saya sudah berobat keklinik kok, memang sih dugaan sementara di gigit serangga. Meskipun saya sendiri agak ragu.

Pasca dari klinik dan minum obat resep dari sang dokter bentol dan bengkak menghilang. Tapi karena kemaren masak udang lagi. Jeda sehari jadi bengkak lagi.

Kemaren itu saya di resepkan :
Lerzin / obat alergi / sehari 2x setelah makan
Ibu Profen / penghilang nyeri dan pegel/ 3x sehari setelah makan
Salep oles
Dan ada satu obat lagi cuma saya lupa  namanya.

Saya minta obatnya semua yang aman buat kondisi tubuh yang sedang program kehamilan.

Gak nyaman sungguh. Daya tahan di tubuh saya sedang di serang perlahan.
Mau makanpun jadi mikir - mikir, padahal biasanya apa aja masuk apalagi seafood.

Sempet kepikiran pengen makan steam boat kuah tomyang. Bahkan udah belajar dan liat resepnya di youtube, pending dulu akhirnya.

Katanya, satu - satunya cara menghindari Alergi ya dengan menghindari pencetusnya. Misal makanan tertentu, debu, dingin, dll.

Jadi untuk sementara ini saya kurangin makan seafood. Padahal udah ngebayangin pengen bikin steam boat sendiri dirumah. Pas  belanja bulanan cuma bisa mupeng aja liat baso - baso ikan dan kawan - kawan nya yang biasa buat campuran steam boat.

Alhamdulillah saat tulisan ini di share lagi gak ada bentol - bentol.

Next time mau aku coba lagi makan seafoodnya kemudian lihat reaksinya. Tapi jangan dalam waktu dekat, minimal kalo udah punya stok obat alergi aja.

Wassalam.