Lifestyle, Hobi, and Story

Menjadi Narablog Di Era Digital Wujud Dari Mimpi Yang Tertunda

Thursday, January 24, 2019


Seberapa sering sih kalian menghabiskan waktu berselancar didunia maya alias internetan. Baik itu sosial media, youtube, dll. Rasanya generasi milenial tak bisa jauh ya sama gadget. Iya itu juga yang saya alami. Dan untuk membuat hari - hari bergadget lebih bermakna maka saya berkomitment untk menjadi blogger.

Pernah bermimpi atau bercita - cita jadi seorang penulis atau blogger? Tidak!

Lebih tepatnya tidak berani. Zaman saya kecil dulu tidak pernah mendengar profesi blogger, vlogger, atau bahkan content writer. semua itu asing ditelinga saya. Bahkan untuk bermimpi menjadi penulis pun saya  harus berpikir berkali - kali untuk bisa fokus dan mewujudkannya.


Sependek yang saya tahu, tidak ada satupun anggota keluarga saya yang menjadi penulis. Makanya bercita - cita menjadi penulis adalah hal yang tabu dan tidak keren sama sekali bagi keluarga saya. Yang pada akhirnya mempengaruhi penilaian dan pilihan hidup saya kala itu, meskipun dalam lubuk hati paling dalam sangat ingin mengembangkan hobi menulis saya.

Kenapa tidak mencoba menulis cerpen atau novel?

Jawaban paling jujur adalah saya belum berani karena saya paham dengan kapasitas diri saya. Bahwa saya masih belum mumpuni untuk itu. Bahwa ternyata sekedar imajinasi saja tidak cukup untuk menjadi penulis novel. Butuh konsistensi dalam segala aspek baik itu dari segi kepenulisan dan tata bahasa yang masih harus saya perbaiki lagi.


Seiring berjalannya waktu, menulis tidak hanya sekedar cerpen, novel yang tentunya harus bersaing dengan jutaan penulis lainnya supaya bisa lolos di penerbitan. Ini sangat riskan pagi penulis pemula yang masih cenderung abal - abal hasil karyanya seperti saya ini. Membayangkan itu semua saya sudah minder duluan, sungguh payah.

Sekarang ini kita bahkan punya banyak media kepenulisan yang sesuai dengan perkembangan era digital salah satunya yaitu dengan menjadi penulis blog yang biasa disebut Blogger atau Narablog. Menjadi blogger tidak punya aturan yang saklek. Bahkan semakin kita menjadi diri sendiri dalam menulis konten semakin baik dan enak untuk dibaca. Tidak terlalu terikat dengan aturan tata bahasa yang baku juga gaya kepenulisannya tidak perlu menyesuaikan standart penerbitan. Walaupun adakalanya kita harus menggunakan bahasa yang baik dan benar jika sedang membuat konten tertentu.

Itulah kenapa saya mantap memilih blog sebagai sarana untuk saya menulis.


Sebenanya saya sudah pernah membuat blogpost mengenai alasan saya ngeblog dalam tulisan ini di baca juga ya Alasan Kenapa Menulis Blog

Meski sudah sejak 2011 blog ini dibuat nyatanya saya baru konsiten menulis sekitar pertengahan tahun 2017 dan itupun saya rasa belum maksimal. Baru mulai meningkat lagi sekitar akhir desember 2018 karena saya memutuskan resign dari tempat kerja saya dan fokus mengurus keluarga. Sehingga punya banyak waktu untuk memikirkan ide menulis konten.

Prestasi apa yang sudah didapatkan selama menjadi Blogger?

Haruskah pertanyaan yang cukup membuat saya malu ini dijawab? karena pada kenyataannya saya tak punya prestasi apa - apa untuk dibanggakan. Alasan ini juga yang membuat saya nyaris ragu untuk ikut Kompetisi Blog Nodi yang pertama kali saya baca di instagram melalui postingan salah seorang teman blogger. 

Namun, setelah saya membuka link mengenai syarat dan ketentuan lomba yang tertulis dengan lengkap di blog www.nodiharahap.com tentang  Kompetisi Blog Nodi yang bertema Bangga Menjadi Narablog di Era Digital menyatakan boleh diikuti oleh siapapun meski seorang blogger paling pemula sekalipun tanpa syarat berapa page viewnya, tanpa syarat berapa minimal followernya. Kenapa saya tidak ikutan juga dan mulai mengukir sejarah prestasi? rasanya saya tidak menemukan alasan untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi ini.

Untuk mewujudkan harapan dan cita - cita saya menjadi blogger profesional saya mulai belajar banyak hal mengenai blogging juga masuk kedalam beberapa komunitas blogger. Yang pertama kali adalah Komunitas Indonesia Sosial Bloggerpreneur  yang di prakarsai oleh mba Ani Berta. Dan pertama kali ikut event acara blogger di gedung Republika.





Baca mengenai event blogger saya yang pertama : Weekend Produktif Dalam Workshop Blogger Hobi & Profesi

Sejak saat itu semangat saya untuk ngeblog semakin besar karena bertemu banyak blogger yang sudah sukses lebih dulu. Sayapun mulai rajin blogwalking dan menjadi sadar dimana letak kekurangan saya. Memang ya terkadang kita bukannya tidak punya potensi tapi mungkin belum sadar, atau malas untuk menggalinya. 

Selain itu saya juga bergabung dengan Komunitas Emak Blogger dan Blogger Perempuan Network  oleh Mba Shintaries dan Mba Almazia sebagai foundernya. Meski saya belum pernah sekalipun bertemu dan ikut event atau workshop Blogger Perempuan Network  karena alasan jarak dan waktu tapi saya banyak belajar dari tulisan - tulisan mereka mengenai blogging dan lainnya. Bahkan sesekali saya chat melalui DM instagram dengan mba Almazia yang tentunya di respon dengan baik.

Bahkan diakhir 2018 kemarin saya berhasil menuntaskan #BPN30daychallenge2018 yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network. dan mendapatkan kiriman merchandise cantik juga sertifikat. Sebuah pencapain yang cukup membanggakan bagi saya yang sebelumnya tidak pernah segiat itu untuk menulis konten.





Selain ikut beberapa komunitas blogger dan banyak membaca artikel mengenai blogging saya pun membuat resolusi blogging di tahun 2019.  yang terdiri dari 3 (tiga) poin penting yaitu Mengubah Tema / design template, mengubah domain blog menjadi Top Level Domain hingga yang awalnya pertiwiutomo.blogspot.com menjadi pertiwiutomo.com sebagai wujud keseriusan saya ngeblog dan yang terakhir yang akan menentukan keberlangsungan hidup sebagai blogger yaitu sebuah komitmen untuk rutin menulis konten.

Meskipun awalnya sempet bimbang apakah saya perlu membuat blog baru kemudian membeli domain TLD dan tetep membiarkan blog lama saya apa adanya atau cukup mengganti domain di blog yang sudah ada. Tapi kemudian saya sadar jika mengurus satu blog saja masih kewalahan bagaimana nanti jika harus mengurus dua blog sekaligus, bisa - bisa akan terbengkalai semua.

Akhirnya diawal tahun ini saya sudah mulai melakukan ketiga resolusi seperti tersebut diatas, yeayyyy!.

Tinggal menjaga konsistensi dalam menulis konten di bulan - bulan selanjutnya. Dan terus berupaya meningkatkan traffic Blog. Sayang banget kan kalau sudah beli domain tapi blog nya dianggurin dan menjadi sarang laba - laba. *menyedihkan*

Berawal dari hobi menulis, perlahan tapi pasti menjadi narablog profesional yang bisa menebar manfaat lewat karya bukan lagi sekedar angan. Perkara rejeki alias penghasilan dari ngeblog bagaimana? Jalani saja segala sesuatunya dengan baik, kan rejeki sudah ada yang ngatur. Jadi saya tidak terlalu ngoyo dengan hal itu. Takutnya nanti malah jadi beban yang akan mempengaruhi kualitas tulisan saya.

Tapi saya tetap optimis kok, karena di era digital seperti sekarang kiprah blog dan sosial media dalam kehidupan umumnya dan bidang perekonomian khususnya terbilang cukup penting salah satunya sebagai sarana digital marketing.

Jadi, tetap semangat ngeblog yaa gaess..



#KompetisiBlogNodi
#NarablogEraDigital

1 comment on "Menjadi Narablog Di Era Digital Wujud Dari Mimpi Yang Tertunda"
  1. Wah mantab kak, aku kagum sama blogger yang sanggup menulis 30 hari spt challenge tsb, kerennnnn :)

    ReplyDelete

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9